SURABAYA – Kuota pemain asing di kompetisi musim 2025-2026 membuat khawatir legenda sepak bola Indonesia, Muhammad Zein Al-Haddad alias Mamak. Baginya, kuota 11 pemain asing di Super League dan 3 pemain impor di Championship itu berlebihan.
“Dulu, zaman saya masih bermain, pemain asing itu cuma ada dua saja. Tapi dua-duanya berkualitas. Dan kami para pemain lokal bisa mencontoh mereka,” kata mantan pemain Niac Mitra tersebut. Namun, hal serupa sudah tidak terjadi saat ini.
Menurut Mamak, saat ini seolah yang menjadi fokus adalah kuantitas pemain asing tanpa memedulikan kualitasnya. “Lalu siapa yang diuntungkan dari aturan tersebut? Ya para agen-agen (pemain) itu. Mereka riyoyoan,” terang mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta itu.
Jumlah pemain asing yang terlalu banyak dianggap Mamak merugikan pemain lokal. Sebab, mereka jadi jarang mendapat kesempatan bermain. “Akhirnya sekarang striker nggak ada yang muncul. Zaman saya dulu ada banyak striker. Makanya, kalau misal saya (menjadi) Ketua Umum PSSI, saya akan batasi pemain asing. Mungkin hanya tiga atau empat saja,” terang pria asli Surabaya tersebut.
Dia juga menyoroti pembinaan usia muda yang belum maksimal. “Timnas (kelompok umur) akan bagus kalau kompetisinya bagus. Kalau kompetisinya bagus, pasti akan lahir pemain dan pelatih hebat. Tapi bagaimana mau dapat pemain berkualitas kalau kompetisinya tidak bagus?” terang Mamak.
Simak wawancara selengkapnya dengan Muhammad Zein Al-Haddad di YouTube: Jawa Pos News. (gus/ali)


