Loading...
Kamis Pahing, 19 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Liga Indonesia
Home
›Liga Indonesia

Enam Pelatih Jadi ”Korban” hingga Matchday ke-12 Super League

Editor-Liga Indonesia
24 November 2025
TIDAK SESUAI HARAPAN: Eduardo Perez Moran tak lagi bersama Persebaya Surabaya.
Klik untuk perbesar
ANDY SATRIA/JAWA POS RADAR SURABAYA

TIDAK SESUAI HARAPAN: Eduardo Perez Moran tak lagi bersama Persebaya Surabaya.

Eduardo Pérez Diberhentikan sebagai Pelatih Persebaya Surabaya

SURABAYA – “Persebaya hari ini (22/11) memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Pérez. Terima kasih atas kerja sama selama enam bulan terakhir. Perihal pelatih pengganti, Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang. Namun, Persebaya akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas.”

Demikian pengumuman yang tertera dalam akun Instagram @officialpersebaya Sabtu malam (22/11). Eduardo kehilangan jabatannya sebagai pelatih kepala Persebaya setelah menjalani pertandingan ke-11 di Super League 2025-2026. Bermain di kandang sendiri, Green Force ditahan imbang 1-1 oleh Arema FC, Sabtu sore (22/11). Selama melatih Persebaya, Eduardo hanya bisa mempersembahkan empat kemenangan di Super League. Tujuh laga lainnya berakhir dengan empat kali seri dan tiga kali kalah.

Pengamat Persebaya, Dhion Prasetya, menyatakan bahwa keputusan memberhentikan Edu tepat. Dengan apa yang ditunjukkan sejauh ini, apa yang dilakukan Edu di Persebaya jauh dari harapan. “Apalagi skuad musim ini jauh lebih baik dibandingkan musim lalu,” bebernya.

Dhion menambahkan, Persebaya harus mencari sosok yang tidak hanya mengerti tentang filosofi sepak bola Surabaya, tetapi juga bisa meningkatkan mental dan moral pemain yang sedang turun. “Dia juga harus bisa mengendalikan harmonisasi di ruang ganti,” tuturnya.

Dhion juga mengingatkan manajemen bahwa Persebaya tidak hanya membutuhkan sosok pelatih baru, tetapi juga psikolog tim yang akan membantu perjalanan tim di Super League. “Perlu psikolog yang menempel dalam tim seperti musim 2017, 2018, dan 2019,” tegasnya.

Baca Juga

Persela Lamongan Lawan Deltras FC, Sudah Dipimpin Pelatih Baru

Salah satu pentolan Bonek, Husin Ghozali, menegaskan bahwa manajemen harus segera melakukan evaluasi besar dalam struktur tim, khususnya pihak-pihak yang selama ini turut menentukan pelatih dan pemain Persebaya tiap musimnya. “Jadi tidak hanya pelatih, mereka yang selama ini turut andil dalam pemilihan pelatih dan pemain juga harus dikeluarkan dari tim,” ucapnya.

Dengan berakhirnya kebersamaan Eduardo Pérez bersama Persebaya, artinya hingga matchday ke-12 Super League 2025–2026 ada enam pelatih yang kehilangan posisinya dengan berbagai sebab. (Selengkapnya lihat grafis).

Pengamat sepak bola, Kesit Handoyo, mengatakan bahwa situasi itu wajar. Menurutnya, persaingan di Super League sangat ketat. “Persaingan ketat itu muncul setelah ada regulasi baru soal pemain asing. Jadi wajar pelatih-pelatih yang underperform jadi korban pemecatan klub,” bebernya. (rid/ali)

Ada Yang Mundur, Digeser, dan Dipecat

1/10

Bernardo Tavares / Portugal (PSM Makassar)

Status: Mundur karena masalah tunggakan gaji

Pengganti: Tomas Trucha / Rep. Ceko

8/10

Eduardo Almeida / Portugal (Semen Padang)

Status: Diberhentikan karena rentetan hasil buruk

Pengganti: Dejan Antonic / Serbia

10/11

Angel Alfredo Vera / Argentina (Madura United)

Status: Digeser menjadi direktur teknik tim

Pengganti: Carlos Parreira / Brasil

8/11

Peter de Roo / Belanda (Persis Solo)

Status: Diistirahatkan dari posisi pelatih kepala

Pengganti: Belum diputuskan

20/11

Mario Lemos / Portugal (Persijap Jepara)

Baca Juga

Nova Ingin Garuda Muda Tampil Enjoy di Piala Dunia

Status: Dipecat karena gagal mengangkat performa tim

Pengganti: Belum ditentukan

22/11

Eduardo Pérez Moran / Spanyol (Persebaya Surabaya)

Status: Diberhentikan karena gagal mengangkat performa tim

Pengganti: Belum ditentukan

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Saatnya Menerapkan Hasil Tiga Bulan Latihan

Liga Indonesia
2

Juara Liga Nusantara, Pemain Mini Soccer Jatim Siap Perkuat Timnas di Piala Asia

Liga Indonesia

Berita Terbaru

Saatnya Menerapkan Hasil Tiga Bulan Latihan

Saatnya Menerapkan Hasil Tiga Bulan Latihan

Liga Indonesia•1 Desember 2025
Juara Liga Nusantara, Pemain Mini Soccer Jatim Siap Perkuat Timnas di Piala Asia

Juara Liga Nusantara, Pemain Mini Soccer Jatim Siap Perkuat Timnas di Piala Asia

Liga Indonesia•29 November 2025
Home
›Liga Indonesia
›Enam Pelatih Jadi ”Korban” hingga Matchday ke-12 Super League
TIDAK SESUAI HARAPAN: Eduardo Perez Moran tak lagi bersama Persebaya Surabaya.
Liga Indonesia

Enam Pelatih Jadi ”Korban” hingga Matchday ke-12 Super League

Editor-24 November 2025
Klik untuk perbesar

TIDAK SESUAI HARAPAN: Eduardo Perez Moran tak lagi bersama Persebaya Surabaya.

ANDY SATRIA/JAWA POS RADAR SURABAYA

Bagikan artikel ini

Eduardo Pérez Diberhentikan sebagai Pelatih Persebaya Surabaya

SURABAYA – “Persebaya hari ini (22/11) memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Pérez. Terima kasih atas kerja sama selama enam bulan terakhir. Perihal pelatih pengganti, Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang. Namun, Persebaya akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas.”

Demikian pengumuman yang tertera dalam akun Instagram @officialpersebaya Sabtu malam (22/11). Eduardo kehilangan jabatannya sebagai pelatih kepala Persebaya setelah menjalani pertandingan ke-11 di Super League 2025-2026. Bermain di kandang sendiri, Green Force ditahan imbang 1-1 oleh Arema FC, Sabtu sore (22/11). Selama melatih Persebaya, Eduardo hanya bisa mempersembahkan empat kemenangan di Super League. Tujuh laga lainnya berakhir dengan empat kali seri dan tiga kali kalah.

Pengamat Persebaya, Dhion Prasetya, menyatakan bahwa keputusan memberhentikan Edu tepat. Dengan apa yang ditunjukkan sejauh ini, apa yang dilakukan Edu di Persebaya jauh dari harapan. “Apalagi skuad musim ini jauh lebih baik dibandingkan musim lalu,” bebernya.

Dhion menambahkan, Persebaya harus mencari sosok yang tidak hanya mengerti tentang filosofi sepak bola Surabaya, tetapi juga bisa meningkatkan mental dan moral pemain yang sedang turun. “Dia juga harus bisa mengendalikan harmonisasi di ruang ganti,” tuturnya.

Dhion juga mengingatkan manajemen bahwa Persebaya tidak hanya membutuhkan sosok pelatih baru, tetapi juga psikolog tim yang akan membantu perjalanan tim di Super League. “Perlu psikolog yang menempel dalam tim seperti musim 2017, 2018, dan 2019,” tegasnya.

Baca Juga

Persela Lamongan Lawan Deltras FC, Sudah Dipimpin Pelatih Baru

Salah satu pentolan Bonek, Husin Ghozali, menegaskan bahwa manajemen harus segera melakukan evaluasi besar dalam struktur tim, khususnya pihak-pihak yang selama ini turut menentukan pelatih dan pemain Persebaya tiap musimnya. “Jadi tidak hanya pelatih, mereka yang selama ini turut andil dalam pemilihan pelatih dan pemain juga harus dikeluarkan dari tim,” ucapnya.

Dengan berakhirnya kebersamaan Eduardo Pérez bersama Persebaya, artinya hingga matchday ke-12 Super League 2025–2026 ada enam pelatih yang kehilangan posisinya dengan berbagai sebab. (Selengkapnya lihat grafis).

Pengamat sepak bola, Kesit Handoyo, mengatakan bahwa situasi itu wajar. Menurutnya, persaingan di Super League sangat ketat. “Persaingan ketat itu muncul setelah ada regulasi baru soal pemain asing. Jadi wajar pelatih-pelatih yang underperform jadi korban pemecatan klub,” bebernya. (rid/ali)

Ada Yang Mundur, Digeser, dan Dipecat

1/10

Bernardo Tavares / Portugal (PSM Makassar)

Status: Mundur karena masalah tunggakan gaji

Pengganti: Tomas Trucha / Rep. Ceko

8/10

Eduardo Almeida / Portugal (Semen Padang)

Status: Diberhentikan karena rentetan hasil buruk

Pengganti: Dejan Antonic / Serbia

10/11

Angel Alfredo Vera / Argentina (Madura United)

Status: Digeser menjadi direktur teknik tim

Pengganti: Carlos Parreira / Brasil

8/11

Peter de Roo / Belanda (Persis Solo)

Status: Diistirahatkan dari posisi pelatih kepala

Pengganti: Belum diputuskan

20/11

Mario Lemos / Portugal (Persijap Jepara)

Baca Juga

Nova Ingin Garuda Muda Tampil Enjoy di Piala Dunia

Status: Dipecat karena gagal mengangkat performa tim

Pengganti: Belum ditentukan

22/11

Eduardo Pérez Moran / Spanyol (Persebaya Surabaya)

Status: Diberhentikan karena gagal mengangkat performa tim

Pengganti: Belum ditentukan

Most Read

1

Saatnya Menerapkan Hasil Tiga Bulan Latihan

Liga Indonesia
2

Juara Liga Nusantara, Pemain Mini Soccer Jatim Siap Perkuat Timnas di Piala Asia

Liga Indonesia

Berita Terbaru

Saatnya Menerapkan Hasil Tiga Bulan Latihan

Saatnya Menerapkan Hasil Tiga Bulan Latihan

Liga Indonesia•1 Desember 2025
Juara Liga Nusantara, Pemain Mini Soccer Jatim Siap Perkuat Timnas di Piala Asia

Juara Liga Nusantara, Pemain Mini Soccer Jatim Siap Perkuat Timnas di Piala Asia

Liga Indonesia•29 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001