DOHA -Perebutan gelar juara dunia Formula 1 2025 dipastikan berlangsung hingga seri terakhir di Abu Dhabi akhir pekan ini. Kepastian itu terjadi setelah pembalap McLaren, Lando Norris, hanya finis keempat pada Grand Prix Qatar, Senin (1/12) dini hari WIB.
Norris menyelesaikan lomba di belakang dua pesaing utamanya: Max Verstappen (Red Bull) yang tampil sebagai pemenang, serta rekan setimnya, Oscar Piastri, di posisi kedua. Meski peluang Norris dan Piastri masih terbuka, keduanya kompak menyebut hasil di Lusail, Qatar sangat mengecewakan.
Blunder McLaren
McLaren sejatinya berada dalam posisi ideal untuk memenangkan balapan, terutama melalui Piastri yang tampil dominan sejak kualifikasi, sprint, hingga memimpin jalannya race. Namun keputusan tidak melakukan pit stop ketika safety car muncul di awal balapan justru jadi titik balik. Keputusan itu membuat Verstappen mengambil alih posisi terdepan hingga finis.
“Jelas, kami tidak melakukan dengan benar hari ini. Sangat disayangkan karena seluruh akhir pekan berjalan sangat baik,” ujar Piastri dalam konferensi pers seperti dikutip laman resmi F1. “Di Vegas saya kehilangan P4, tapi menurut saya pribadi, ini mungkin lebih menyakitkan.”
CEO McLaren, Zak Brown, tidak menampik kesalahan besar timnya. “Kami jelas membuat kesalahan besar,” kata Brown kepada Sky Germany. “Tidak ada yang bisa kami lakukan selain belajar. Kami harus kembali di Abu Dhabi dan berjuang keras.”
Baca Juga
Greysia Terbiasa Ganti Partner
Kecam Antonelli
Norris bahkan hampir saja finis kelima. Beruntung, dua lap jelang finis, pembalap Mercedes Kimi Antonelli kehilangan kendali dan melebar. Norris dengan mudah menyalip rookie 19 tahun itu dan mengamankan P4. Tambahan dua poin bisa sangat berarti mengingat Norris kini hanya unggul 12 poin dari Verstappen dan 16 poin dari Piastri.
Namun insiden tersebut memancing kemarahan penasihat Red Bull, Helmut Marko. Dia menuduh Antonelli sengaja memberi jalan untuk Norris. “Dua kali dia melambaikan tangan ke Lando. Itu sangat jelas,” ucap Marko kepada Motorsport. “Antonelli sekarang membantu pesaing utama kami. Di Austria dia juga menabrak (Verstappen) dari belakang.”
Komentar itu langsung ditanggapi keras oleh bos Mercedes, Toto Wolff. “Semoga Tuhan memberkatinya, Helmut. Itu benar-benar omong kosong yang bahkan membuat saya heran hanya mendengarnya,” ujar Wolff. “Kami sedang berjuang merebut posisi kedua konstruktor. Seberapa kurang akal sehatnya seseorang untuk mengatakan hal seperti itu?”
Verstappen Tanpa Beban
Sementara itu, kemenangan di Qatar memangkas jarak Verstappen dari Norris, dari 24 menjadi 12 poin. Juara dunia empat kali tersebut merasa antusias menatap seri pamungkas di Abu Dhabi. “Saya senang bisa datang ke sana untuk mencoba menang. Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, kami juga harus realistis,” ujar Verstappen.
“Dari segi kecepatan murni, kami belum berada di level McLaren. Namun kalau strategi berperan atau kami membuat keputusan tepat pada momen yang tepat, peluang itu bisa saja terbuka lebar.” (ka)



