Dari hobi menjadi prestasi. Komunitas Harmony Notary Angklung merasakan pengalaman tersebut lewat kegiatan bermusik yang awalnya hanya menjadi sarana pelepas penat. Komunitas yang berdiri sejak 2021 itu terdiri atas para notaris se-Jawa Timur.
Kemunculannya diinisiasi para notaris di Sidoarjo. Alasan terbentuknya juga sederhana. Semata-mata untuk melepas kejenuhan di tengah kesibukan sebagai notaris. Ketua sekaligus pendiri Harmony Notary Angklung Yayuk Dossy mengatakan, pekerjaan notaris banyak diliputi ketegangan. Bermain angklung disepakati menjadi sarana ampuh melepas beban.
”Kita sehari-hari dituntut harus fokus, harus konsentrasi penuh, spaneng saat kerja. Nah, angklung menjadi media relaksasi, rekreasi, dan mengekspresikan kejenuhan saat kerja,” ucap Yayuk.
Mayoritas Awam Musik
Komunitas ini memiliki agenda rutin latihan selepas kerja. Mereka biasanya berlatih satu hingga tiga kali dalam sepekan. Para notaris itu mengasah kemampuan dengan memadukan nada kendati tak semuanya mafhum komposisi musik.
”Misi berlatih angklung ini bertujuan melestarikan budaya. Meski kebanyakan awam, kami belajar memperhalus pemahaman tentang nada, lalu mengeksplorasi dengan interval melodis hingga interval harmonis,” ungkap Yayuk.
Harmony Notary Angklung telah malang-melintang hingga ke luar negeri. Mereka pernah tampil dalam berbagai ajang di Surabaya, Labuan Bajo, dan Jogjakarta. Grup itu juga akan tampil dalam ajang Tong Tong Fair yang dihelat di Den Haag. (had/kkn)




