SURABAYA – Pertumbuhan usaha di sektor logistik salah satunya ditopang oleh kinerja ekspor komoditas pangan yang meningkat. Seperti PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) yang berhasil membukukan kenaikan 13,1 persen arus peti kemas.
Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary menjelaskan, arus peti kemas periode Januari–Oktober mencapai 2,94 juta twenty foot equivalent units (TEUs). Angka tersebut tumbuh 13,1 persen jika dibandingkan raihan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,6 juta TEUs.
”Ini hasil dari upaya peningkatan layanan yang kami terapkan. Sehingga, kami bisa memberikan kepastian bagi para pengguna jasa,’’ jelasnya Rabu (19/11).
Dia menjelaskan, pertumbuhan ini didorong oleh pengiriman beberapa komoditas unggulan di wilayah Sumatera. Misalnya, peningkatan kinerja operasi di Area Panjang, Lampung, yang berhasil tumbuh 24,25 persen. ’’Di area Palembang, kami melihat pertumbuhan sebesar 8,43 persen. Didorong ekspor karet yang naik 115 persen, kelapa 119 persen, dan produk kayu 139 persen,’’ jelasnya.
Kinerja operasi di Area Teluk Bayur, Sumatera Barat, juga berhasil tumbuh 15,76 persen. Peningkatan kinerja operasi IPC TPK juga terjadi karena meningkatnya volume peti kemas di Area Tanjung Priok 1 sebesar 11,7 persen, Area Tanjung Priok 2 sebesar 5,6 persen dan Area Pontianak sebesar 7,6 persen. (bil/gal)



