JAKARTA - Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadi salah satu sektor yang konsisten tumbuh dari tahun ke tahun. Untuk menghadapi persaingan global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong adanya transformasi dan digitalisasi industri.
”Industri AMDK memiliki posisi strategis dalam ekosistem manufaktur nasional karena menopang sektor makanan dan minuman (mamin, Red) yang menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (24/11)
Menperin menambahkan, industri AMDK merupakan salah satu subsektor yang berhasil menjaga pertumbuhannya. Jika pada tahun 1973 hanya terdapat satu pabrik dengan kapasitas enam juta liter per tahun, kini menjadi 707 pabrik dengan kapasitas produksi nasional mencapai 47 miliar liter per tahun dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung. ”Selama lima tahun terakhir, tingkat utilisasi industri AMDK konsisten di atas 70 persen, menandakan daya tahan industri ini terhadap berbagai dinamika ekonomi,” ungkapnya.
Hingga saat ini, sektor AMDK juga memberikan kontribusi terhadap ekspor makanan dan minuman dengan pertumbuhan rata-rata 11,4 persen per tahun. Mereka juga bertransformasi menuju digitalisasi. Seperti dua pabrik AMDK yakni PT Tirta Investama Plant Pandaan dan Banyuwangi telah ditetapkan sebagai National Lighthouse Industry 4.0.
Agus menyampaikan, sektor industri manufaktur termasuk AMDK, dituntut untuk semakin adaptif terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. ”Saya mengajak seluruh pelaku usaha industri AMDK untuk lebih inovatif dalam menggunakan komponen PET daur ulang serta mengurangi timbulan sampah plastik,” tegasnya. (agf/gal)



