Loading...
Jumat Pon, 20 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Ekonomi Bisnis
Home
›Ekonomi Bisnis

Kinerja Industri Air Minum Dalam Kemasan Topang Kinerja Mamin

Editor-Ekonomi Bisnis
25 November 2025
Bongka muat air minum dalam kemasan di Jakarta
Klik untuk perbesar
Salman Toyibi/Jawa Pos

Bongka muat air minum dalam kemasan di Jakarta

JAKARTA - Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadi salah satu sektor yang konsisten tumbuh dari tahun ke tahun. Untuk menghadapi persaingan global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong adanya transformasi dan digitalisasi industri.

”Industri AMDK memiliki posisi strategis dalam ekosistem manufaktur nasional karena menopang sektor makanan dan minuman (mamin, Red) yang menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (24/11)

Menperin menambahkan, industri AMDK merupakan salah satu subsektor yang berhasil menjaga pertumbuhannya. Jika pada tahun 1973 hanya terdapat satu pabrik dengan kapasitas enam juta liter per tahun, kini menjadi 707 pabrik dengan kapasitas produksi nasional mencapai 47 miliar liter per tahun dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung. ”Selama lima tahun terakhir, tingkat utilisasi industri AMDK konsisten di atas 70 persen, menandakan daya tahan industri ini terhadap berbagai dinamika ekonomi,” ungkapnya.

Hingga saat ini, sektor AMDK juga memberikan kontribusi terhadap ekspor makanan dan minuman dengan pertumbuhan rata-rata 11,4 persen per tahun. Mereka juga bertransformasi menuju digitalisasi. Seperti dua pabrik AMDK yakni PT Tirta Investama Plant Pandaan dan Banyuwangi telah ditetapkan sebagai National Lighthouse Industry 4.0.

Agus menyampaikan, sektor industri manufaktur termasuk AMDK, dituntut untuk semakin adaptif terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. ”Saya mengajak seluruh pelaku usaha industri AMDK untuk lebih inovatif dalam menggunakan komponen PET daur ulang serta mengurangi timbulan sampah plastik,” tegasnya. (agf/gal)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Tekankan Aspek Keamanan, Ciputra Residence Berhasil Tekan Kasus Kecelakaan Kerja

Ekonomi Bisnis
2

Perusahaan Galangan Implementasikan PLTS Ground Mounted

Ekonomi Bisnis

Berita Terbaru

Tekankan Aspek Keamanan, Ciputra Residence Berhasil Tekan Kasus Kecelakaan Kerja

Tekankan Aspek Keamanan, Ciputra Residence Berhasil Tekan Kasus Kecelakaan Kerja

Ekonomi Bisnis•1 Desember 2025
Perusahaan Galangan Implementasikan PLTS Ground Mounted

Perusahaan Galangan Implementasikan PLTS Ground Mounted

Ekonomi Bisnis•26 November 2025
Home
›Ekonomi Bisnis
›Kinerja Industri Air Minum Dalam Kemasan Topang Kinerja Mamin
Bongka muat air minum dalam kemasan di Jakarta
Ekonomi Bisnis

Kinerja Industri Air Minum Dalam Kemasan Topang Kinerja Mamin

Editor-25 November 2025
Klik untuk perbesar

Bongka muat air minum dalam kemasan di Jakarta

Salman Toyibi/Jawa Pos

Bagikan artikel ini

JAKARTA - Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadi salah satu sektor yang konsisten tumbuh dari tahun ke tahun. Untuk menghadapi persaingan global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong adanya transformasi dan digitalisasi industri.

”Industri AMDK memiliki posisi strategis dalam ekosistem manufaktur nasional karena menopang sektor makanan dan minuman (mamin, Red) yang menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (24/11)

Menperin menambahkan, industri AMDK merupakan salah satu subsektor yang berhasil menjaga pertumbuhannya. Jika pada tahun 1973 hanya terdapat satu pabrik dengan kapasitas enam juta liter per tahun, kini menjadi 707 pabrik dengan kapasitas produksi nasional mencapai 47 miliar liter per tahun dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung. ”Selama lima tahun terakhir, tingkat utilisasi industri AMDK konsisten di atas 70 persen, menandakan daya tahan industri ini terhadap berbagai dinamika ekonomi,” ungkapnya.

Hingga saat ini, sektor AMDK juga memberikan kontribusi terhadap ekspor makanan dan minuman dengan pertumbuhan rata-rata 11,4 persen per tahun. Mereka juga bertransformasi menuju digitalisasi. Seperti dua pabrik AMDK yakni PT Tirta Investama Plant Pandaan dan Banyuwangi telah ditetapkan sebagai National Lighthouse Industry 4.0.

Agus menyampaikan, sektor industri manufaktur termasuk AMDK, dituntut untuk semakin adaptif terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. ”Saya mengajak seluruh pelaku usaha industri AMDK untuk lebih inovatif dalam menggunakan komponen PET daur ulang serta mengurangi timbulan sampah plastik,” tegasnya. (agf/gal)

Most Read

1

Tekankan Aspek Keamanan, Ciputra Residence Berhasil Tekan Kasus Kecelakaan Kerja

Ekonomi Bisnis
2

Perusahaan Galangan Implementasikan PLTS Ground Mounted

Ekonomi Bisnis

Berita Terbaru

Tekankan Aspek Keamanan, Ciputra Residence Berhasil Tekan Kasus Kecelakaan Kerja

Tekankan Aspek Keamanan, Ciputra Residence Berhasil Tekan Kasus Kecelakaan Kerja

Ekonomi Bisnis•1 Desember 2025
Perusahaan Galangan Implementasikan PLTS Ground Mounted

Perusahaan Galangan Implementasikan PLTS Ground Mounted

Ekonomi Bisnis•26 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001