SYNODONTIS petricola digemari penghobi ikan hias karena memiliki corak yang menawan. Di pasaran, keluarga ikan lele itu juga tergolong langka. Hal tersebut yang membuat ikan hias ini berstatus eksklusif dan banyak dicari.
Jenis synodontis petricola memang menarik. Bentuknya tidak seperti lele kebanyakan. Justru mirip ikan hiu karena punya sirip yang mencolok di bagian atas pada tengah tubuhnya. Warna petricola juga menawan. Kombinasi putih dengan motif polkadot hitam yang mencolok secara random. ’’Di kalangan penghobi juga dikenal dengan lele tutul,’’ kata Dwi Yulianto, pemilik ikan endemik Danau Tanganyika di Afrika itu.
Ikan tersebut merupakan salah satu jenis synodontis yang diminati penghobi. Petricola merupakan varian yang ukurannya paling kecil. ’’Maksimal panjangnya hanya 12 sentimeter,’’ ujarnya. Meski kerdil, kata dia, petricola memiliki daya tahan tubuh kuat. Bahkan, usia hidupnya dengan perawatan yang tepat cukup panjang. Bisa mencapai sepuluh tahun.
Pertumbuhan Lambat
Layaknya ikan mungil lain, pertumbuhan petricola juga lambat. Dwi menyebut ikan miliknya tidak berubah banyak sejak dipelihara selama empat bulan. ’’Bagus untuk aquascape, apalagi karakternya adalah ikan arus bawah,’’ ungkapnya. Harga ikan tersebut cukup terjangkau. Untuk ukuran medium dengan panjang 8 sentimeter, misalnya. Dwi menyebut umumnya sekitar Rp 80 ribu.Namun, tidak berarti penghobi bisa mudah mendapatkannya. Sebab, petricola termasuk ikan yang langka di pasaran. ’’Tidak banyak yang jual,’’ kata pemilik Fishoholic.
Suka Jelajah Akuarium
Dwi menerangkan, petricola adalah ikan yang berkarakter kalem. Jadi, pemilik bisa memeliharanya bersama ikan jenis lain di satu akuarium yang sama. ’’Di satu sisi juga cukup lincah,’’ jelasnya. Karakter itu yang membuat suasana akuarium jadi hidup. Apalagi, gaya berenangnya juga seperti hiu yang sedang menjelajah. ’’Layak sekali untuk dikoleksi,’’ tuturnya.
Pakan Bebas, Aktif saat Malam
Perawatan petricola tidak ribet. Sebab, statusnya adalah ikan omnivora. Jadi, ikan itu mau melahap apapun pakan yang dimasukkan ke dalam akuarium. ’’Biasanya pelet,’’ terangnya. Namun, sesekali Dwi memberi pakan cacing. ’’Variasi pakan juga penting untuk pertumbuhan ikan agar nutrisinya seimbang,’’ paparnya.
Dwi menambahkan, petricola cenderung hidup bergerombol di habitat aslinya. Dia menyarankan penghobi untuk mengoleksi lebih dari satu ekor. Dengan begitu, ikan bisa merasa lebih nyaman.
Dan, dasar akuarium diberi bebatuan atau kayu. ’’Petricola pada dasarnya adalah ikan yang pemalu, suka bersembunyi,’’ lanjutnya.
Dwi menuturkan, ikan itu tergolong hewan nokturnal. Jadi, aktivitasnya cenderung lebih banyak saat malam. Namun, petricola juga terkadang cukup aktif ketika siang apabila sudah merasa nyaman. (edi/ai)


