MALANG- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran pemkot dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) sudah melakukan peninjauan kemarin. Dari hasil peninjauan, Jembatan Embong Brantas sebenarnya sudah pernah diperbaiki. Perbaikan tersebut dilakukan di bagian trotoar pada September 2024.
Tidak hanya trotoar, perbaikan dilakukan pada saluran di bawahnya. Di bawah dibangun saluran atau bak kontrol. Bak kontrol itu diharapkan bisa membantu mengalirkan air secara langsung ke Sungai Brantas. Setelah diperbaiki, tinggi trotoar menjadi hampir sejajar dengan jalan.
Pasca adanya bak kontrol, aliran air justru menuju ke permukiman warga di sisi timur. Karena di sisi timur belum terdapat plengsengan seperti di sisi barat, warga membangun plengsengan secara swadaya agar air tidak mengalir lagi ke permukiman.
Air pun tertahan di atas karena tinggi trotoar dan jalan hampir sejajar. Diduga karena air yang menggenang di atas, ditambah jembatan yang kerap dilintasi kendaraan berat, membuat plengsengan dan jalan tidak kuat menahan beban sehingga berakibat longsor.
"Dari BBPJN sudah siap untuk melakukan penanganan sementara. Paling cepat berlangsung 1 minggu, paling lambat 2 minggun," tegas Wahyu. Agar kejadian serupa tidak terulang, Wahyu meminta OPD terkait duduk bersama BBPJN untuk melakukan kajian.
Hasil kajian nantinya diharapkan bisa menghasilkan penanganan permanen. Pemkot juga perlu berkomunikasi dengan KAI karena status lahan di sekitar sana milik KAI. "Kalau tidak ada penanganan permanen, cepat atau lambat akan berdampak lagi," imbuhnya.
Reza Maulana Hermawan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah Gempol-Pandaan-Malang-Kepanjen BBPJN menyampaikan bahwa untuk penanganan sementara pihaknya akan memasang terpal dan sand bag. Selain itu cerucuk demi mengantisipasi longsor susulan.
"Untuk penanganan permanen akan segera kami laksanakan. Caranya dengan memasang dinding penahan tanah," terang Reza. Selain penanganan pada plengsengan, pihaknya juga akan memperbaiki bagian jembatan yang keropos.
Karena longsor dan rencana perbaikan sementara, arus lalu lintas di Jembatan Embong Brantas akan diberlakukan rekayasa. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R Widjaja Saleh Putra mengatakan bahwa jembatan hanya bisa dilintasi di satu sisi. Tepatnya sisi yang berada tepat di depan Kampung Biru.
"Tetap dibuka seperti biasa, tapi mungkin nanti terjadi bottle neck dan kendaraan besar tidak boleh melintas dulu," sambung Jaya. Kendaraan besar bisa mencari alternatif lain melalui Kabupaten Malang seperti Kecamatan Pakis atau Kecamatan Bululawang.
Untuk memberi informasi, dishub akan memasang pemberitahuan di pintu masuk Kota Malang. Seperti yang berbatasan dengan Kecamatan Bululawang yakni Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Laksda Adi Sucipto yang berada dekat dengan Kecamatan Pakis, dan Jalan Ranugrati. (mel)



