Loading...
Jumat Pon, 20 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Weekly Plan
Home
›Weekly Plan

Cara Cerdas Siapkan Dana Haji, Sisihkan 10-30 Persen Gaji

Editor-Weekly Plan
24 November 2025
NIAT IBADAH KE TANAH SUCI: Calon jemaah mendaftar haji di kemenag. Disarankan untuk menabung sedini mungkin agar tak kelabakan di kemudian hari.
Klik untuk perbesar
ALFIAN RIZAL/JAWA POS

NIAT IBADAH KE TANAH SUCI: Calon jemaah mendaftar haji di kemenag. Disarankan untuk menabung sedini mungkin agar tak kelabakan di kemudian hari.

ANTREAN keberangkatan haji reguler bisa mencapai dua hingga tiga dekade. Karena itu, perlu perencanaan dini untuk berangkat haji. Dengan begitu, saat berangkat ke Tanah Suci, usia belum terlalu tua. Kondisi fisik pun masih prima.

Menurut financial planner Ghita Argasasmita langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan nomor porsi haji terlebih dahulu. ’’Fokus dulu untuk mendapatkan nomor porsi. Sesuaikan dengan pendapatan dan tentukan di awal apakah mau ikut haji reguler atau ONH Plus,’’ jelasnya.

Penuhi Dulu Setoran Awal

Untuk haji reguler, setoran awal minimal Rp 25 juta. Sedangkan untuk haji khusus (ONH Plus) sekitar USD 4.500. Ghita menyarankan agar keluarga muda menyiapkan uang muka tersebut dengan menyisihkan minimal 10 persen dari gaji bulanan. ’’Jadikan target awal ini prioritas. Jangan tunggu ada sisa uang, baru menabung,’’ paparnya. Setelah menyetor DP, jemaah perlu melunasi biaya sekitar Rp 30 juta menjelang keberangkatan. ’’Perlu membuat perencanaan jangka panjang agar tidak kelabakan saat dipanggil,’’ lanjutnya.

Dengan lamanya antrean, Ghita menekankan pentingnya memulai sejak dini, bahkan sebelum menikah. ’’Begitu punya penghasilan sendiri, sebaiknya langsung buka tabungan haji. Kalau punya uang saku besar sejak kuliah pun bisa disisihkan,’’ ujarnya. Dari sudut pandang orang tua muda, menyiapkan dana haji untuk anak juga bisa dimulai sejak mereka kecil. ’’Kalau belum bisa atas nama anak, tabung saja atas nama orang tua dalam instrumen lain,’’ tambahnya.

Baca Juga

Pilih Jurusan Kuliah Berdasar Minat, Nilai, hingga IQ Anak

Bisa Menabung Emas atau Dolar

Bagi keluarga muda, menabung haji tidak harus selalu di tabungan haji syariah. Ghita menilai ada cara yang lebih efektif untuk menjaga nilai uang dari inflasi. ’’Cara terbaik adalah menabung dalam bentuk reksa dana pasar uang dolar (RDPU USD) atau emas. Nilainya lebih stabil untuk jangka panjang,’’ tuturnya.

Jika menabung di bank, sebaiknya gunakan sistem autodebet. ’’Rata-rata orang nyaman menabung 10–30 persen dari gaji. Yang penting disisihkan di awal, bukan dari sisa pengeluaran. Pendapatan tahunan seperti THR atau bonus juga bisa disisihkan sebagian untuk mempercepat target,’’ katanya.

Selain dana, Ghita juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental. ’’Pengeluaran untuk makanan bergizi dan olahraga harus diutamakan. Jangan lupa punya BPJS Kesehatan, atau asuransi swasta maksimal 7 persen dari gaji,’’ sarannya. (ana/ai)

Jadikan Prioritas, Jangan Ditunda

Bagaimana jika masih ada cicilan rumah, biaya pendidikan anak, atau tanggungan lain? Menurut Ghita, kuncinya adalah prioritas. ’’Haji itu wajib bagi yang mampu. Jika menjadi prioritas, maka kita harus menyiapkan pos dana khusus untuk hal tersebut,’’ jelas konsultan keuangan Zapfinance itu. Risiko terbesar menunda perencanaan haji bukan hanya antrean panjang, tapi juga kenaikan biaya. ’’Kalau menunda, bisa jadi tak kebagian kesempatan. Atau biayanya sudah melonjak karena inflasi,’’ ujarnya.

Bagi pasangan muda, merencanakan haji sebaiknya dilakukan berdua sejak awal. ’’Haji memang ibadah yang dilakukan bersama mahram. Jadi strategi keuangan pasangan pun harus disusun bareng, bukan sendiri-sendiri,’’ ujar perempuan 39 tahun itu.

Baca Juga

Ashley Hotel Tanah Abang Hadirkan “Ms. Tani”: Ikon Bermain Kreatif untuk Keluarga Kini Tersedia di Jakarta Pusat

Menurut Ghita, kesalahan paling umum dalam perencanaan haji adalah menunda. ’’Banyak yang merasa nanti saja, padahal waktu tak menunggu,’’ katanya. Dia berpesan, ’’Berhajilah segera, dahulukan yang wajib dibanding yang tidak wajib. Jika niatnya lurus, Allah akan beri kemudahan rezeki. Ini bukan sekadar soal uang, tapi mindset dan magnet rezeki,’’ tuturnya. (ana/ai)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Pilih Jurusan Kuliah Berdasar Minat, Nilai, hingga IQ Anak

Weekly Plan

Berita Terbaru

Pilih Jurusan Kuliah Berdasar  Minat, Nilai, hingga IQ Anak

Pilih Jurusan Kuliah Berdasar Minat, Nilai, hingga IQ Anak

Weekly Plan•17 November 2025
Home
›Weekly Plan
›Cara Cerdas Siapkan Dana Haji, Sisihkan 10-30 Persen Gaji
NIAT IBADAH KE TANAH SUCI: Calon jemaah mendaftar haji di kemenag. Disarankan untuk menabung sedini mungkin agar tak kelabakan di kemudian hari.
Weekly Plan

Cara Cerdas Siapkan Dana Haji, Sisihkan 10-30 Persen Gaji

Editor-24 November 2025
Klik untuk perbesar

NIAT IBADAH KE TANAH SUCI: Calon jemaah mendaftar haji di kemenag. Disarankan untuk menabung sedini mungkin agar tak kelabakan di kemudian hari.

ALFIAN RIZAL/JAWA POS

Bagikan artikel ini

ANTREAN keberangkatan haji reguler bisa mencapai dua hingga tiga dekade. Karena itu, perlu perencanaan dini untuk berangkat haji. Dengan begitu, saat berangkat ke Tanah Suci, usia belum terlalu tua. Kondisi fisik pun masih prima.

Menurut financial planner Ghita Argasasmita langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan nomor porsi haji terlebih dahulu. ’’Fokus dulu untuk mendapatkan nomor porsi. Sesuaikan dengan pendapatan dan tentukan di awal apakah mau ikut haji reguler atau ONH Plus,’’ jelasnya.

Penuhi Dulu Setoran Awal

Untuk haji reguler, setoran awal minimal Rp 25 juta. Sedangkan untuk haji khusus (ONH Plus) sekitar USD 4.500. Ghita menyarankan agar keluarga muda menyiapkan uang muka tersebut dengan menyisihkan minimal 10 persen dari gaji bulanan. ’’Jadikan target awal ini prioritas. Jangan tunggu ada sisa uang, baru menabung,’’ paparnya. Setelah menyetor DP, jemaah perlu melunasi biaya sekitar Rp 30 juta menjelang keberangkatan. ’’Perlu membuat perencanaan jangka panjang agar tidak kelabakan saat dipanggil,’’ lanjutnya.

Dengan lamanya antrean, Ghita menekankan pentingnya memulai sejak dini, bahkan sebelum menikah. ’’Begitu punya penghasilan sendiri, sebaiknya langsung buka tabungan haji. Kalau punya uang saku besar sejak kuliah pun bisa disisihkan,’’ ujarnya. Dari sudut pandang orang tua muda, menyiapkan dana haji untuk anak juga bisa dimulai sejak mereka kecil. ’’Kalau belum bisa atas nama anak, tabung saja atas nama orang tua dalam instrumen lain,’’ tambahnya.

Baca Juga

Pilih Jurusan Kuliah Berdasar Minat, Nilai, hingga IQ Anak

Bisa Menabung Emas atau Dolar

Bagi keluarga muda, menabung haji tidak harus selalu di tabungan haji syariah. Ghita menilai ada cara yang lebih efektif untuk menjaga nilai uang dari inflasi. ’’Cara terbaik adalah menabung dalam bentuk reksa dana pasar uang dolar (RDPU USD) atau emas. Nilainya lebih stabil untuk jangka panjang,’’ tuturnya.

Jika menabung di bank, sebaiknya gunakan sistem autodebet. ’’Rata-rata orang nyaman menabung 10–30 persen dari gaji. Yang penting disisihkan di awal, bukan dari sisa pengeluaran. Pendapatan tahunan seperti THR atau bonus juga bisa disisihkan sebagian untuk mempercepat target,’’ katanya.

Selain dana, Ghita juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan mental. ’’Pengeluaran untuk makanan bergizi dan olahraga harus diutamakan. Jangan lupa punya BPJS Kesehatan, atau asuransi swasta maksimal 7 persen dari gaji,’’ sarannya. (ana/ai)

Jadikan Prioritas, Jangan Ditunda

Bagaimana jika masih ada cicilan rumah, biaya pendidikan anak, atau tanggungan lain? Menurut Ghita, kuncinya adalah prioritas. ’’Haji itu wajib bagi yang mampu. Jika menjadi prioritas, maka kita harus menyiapkan pos dana khusus untuk hal tersebut,’’ jelas konsultan keuangan Zapfinance itu. Risiko terbesar menunda perencanaan haji bukan hanya antrean panjang, tapi juga kenaikan biaya. ’’Kalau menunda, bisa jadi tak kebagian kesempatan. Atau biayanya sudah melonjak karena inflasi,’’ ujarnya.

Bagi pasangan muda, merencanakan haji sebaiknya dilakukan berdua sejak awal. ’’Haji memang ibadah yang dilakukan bersama mahram. Jadi strategi keuangan pasangan pun harus disusun bareng, bukan sendiri-sendiri,’’ ujar perempuan 39 tahun itu.

Baca Juga

Ashley Hotel Tanah Abang Hadirkan “Ms. Tani”: Ikon Bermain Kreatif untuk Keluarga Kini Tersedia di Jakarta Pusat

Menurut Ghita, kesalahan paling umum dalam perencanaan haji adalah menunda. ’’Banyak yang merasa nanti saja, padahal waktu tak menunggu,’’ katanya. Dia berpesan, ’’Berhajilah segera, dahulukan yang wajib dibanding yang tidak wajib. Jika niatnya lurus, Allah akan beri kemudahan rezeki. Ini bukan sekadar soal uang, tapi mindset dan magnet rezeki,’’ tuturnya. (ana/ai)

Most Read

1

Pilih Jurusan Kuliah Berdasar Minat, Nilai, hingga IQ Anak

Weekly Plan

Berita Terbaru

Pilih Jurusan Kuliah Berdasar  Minat, Nilai, hingga IQ Anak

Pilih Jurusan Kuliah Berdasar Minat, Nilai, hingga IQ Anak

Weekly Plan•17 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001