Loading...
Jumat Pon, 20 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Art, Party, & Life
Home
›Art, Party, & Life

Mahasiswa FIK Ubaya Interpretasikan Identitas Budaya dalam Karya Fashion

Editor-Art, Party, & Life
11 November 2025
Budaya global dan isu sustainability menjadi tema utama dalam Graduation Show 2025: Revive di Chameleon Hall, Tunjungan Plaza 6, Sabtu (8/11).
Klik untuk perbesar
HADYAN NANDANA/JAWA POS

Budaya global dan isu sustainability menjadi tema utama dalam Graduation Show 2025: Revive di Chameleon Hall, Tunjungan Plaza 6, Sabtu (8/11).

Diwujudkan pada Graduation Show 2025: Revive

Peragaaan busana bernafaskan kebudayaan dari berbagai negara jadi temaGraduation Show 2025: Revive. Ajang fashion show itu dihelat Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya). Acara tersebut dihelat di Chameleon Hall, Tunjungan Plaza 6, Sabtu (8/11).

Pameran sekaligus peragaan busana itu merupakan proyek tugas akhir mahasiswa program studi Desain Fashion dan Produk Lifestyle. Sebanyak 204 karya ditampilkan dengan melibatkan total 77 desainer muda.

Ketua Pelaksana Graduation Show 2025 Dewa Ayu Putri Saraswati mengatakan, para peserta fokus mengusung kebudayaan internasional pada gelaran tahun ini. ”Ada yang adopsi dari kebudayaan Jawa, Bali, Korea, Yunani, dan bahkan negara-negara lain,” ujar Becca, sapaannya.

Bahan Ramah Lingkungan

Pemilihan tema Revive secara khusus mengusung muatan tentang keberlanjutan. Keseluruhan karya dalam acara itu memakai bahan-bahan ramah lingkungan. Pemanfaatannya melibatkan teknik reduce, reuse, dan recycle.

Seperti yang ditampilkan desainer muda Angelin Sovina. Dia memamerkan koleksi berjudul Moira yang memvisualisasikan epos dewi Yunani. Moira melambangkan keseimbangan antara kelahiran, kehidupan, dan kematian. Karya itu mentransfer energi warna hitam menjadi gradasi kontras dari tahapan-tahapan kehidupan manusia.

Dalam pembuatannya, Angelin memakai teknik tulle braid. ”Setelah dipilin, tulle diuntai membentuk jaring untuk bagian kantong dan panel celana. Tulle braid menjadi simbol benang kehidupan manusia yang lembut, rapuh, namun tidak terpisahkan dari takdir,” ungkapnya. (had/kkn)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Komunitas Notaris Luruhkan Penat lewat Harmoni Angklung

Art, Party, & Life
2

Loka Batik Angkat Prestise Wastra UMKM Surabaya

Art, Party, & Life

Berita Terbaru

Komunitas Notaris Luruhkan Penat lewat Harmoni Angklung

Komunitas Notaris Luruhkan Penat lewat Harmoni Angklung

Art, Party, & Life•27 November 2025
Loka Batik Angkat Prestise Wastra UMKM Surabaya

Loka Batik Angkat Prestise Wastra UMKM Surabaya

Art, Party, & Life•24 November 2025
Home
›Art, Party, & Life
›Mahasiswa FIK Ubaya Interpretasikan Identitas Budaya dalam Karya Fashion
Budaya global dan isu sustainability menjadi tema utama dalam Graduation Show 2025: Revive di Chameleon Hall, Tunjungan Plaza 6, Sabtu (8/11).
Art, Party, & Life

Mahasiswa FIK Ubaya Interpretasikan Identitas Budaya dalam Karya Fashion

Editor-11 November 2025
Klik untuk perbesar

Budaya global dan isu sustainability menjadi tema utama dalam Graduation Show 2025: Revive di Chameleon Hall, Tunjungan Plaza 6, Sabtu (8/11).

HADYAN NANDANA/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Diwujudkan pada Graduation Show 2025: Revive

Peragaaan busana bernafaskan kebudayaan dari berbagai negara jadi temaGraduation Show 2025: Revive. Ajang fashion show itu dihelat Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya). Acara tersebut dihelat di Chameleon Hall, Tunjungan Plaza 6, Sabtu (8/11).

Pameran sekaligus peragaan busana itu merupakan proyek tugas akhir mahasiswa program studi Desain Fashion dan Produk Lifestyle. Sebanyak 204 karya ditampilkan dengan melibatkan total 77 desainer muda.

Ketua Pelaksana Graduation Show 2025 Dewa Ayu Putri Saraswati mengatakan, para peserta fokus mengusung kebudayaan internasional pada gelaran tahun ini. ”Ada yang adopsi dari kebudayaan Jawa, Bali, Korea, Yunani, dan bahkan negara-negara lain,” ujar Becca, sapaannya.

Bahan Ramah Lingkungan

Pemilihan tema Revive secara khusus mengusung muatan tentang keberlanjutan. Keseluruhan karya dalam acara itu memakai bahan-bahan ramah lingkungan. Pemanfaatannya melibatkan teknik reduce, reuse, dan recycle.

Seperti yang ditampilkan desainer muda Angelin Sovina. Dia memamerkan koleksi berjudul Moira yang memvisualisasikan epos dewi Yunani. Moira melambangkan keseimbangan antara kelahiran, kehidupan, dan kematian. Karya itu mentransfer energi warna hitam menjadi gradasi kontras dari tahapan-tahapan kehidupan manusia.

Dalam pembuatannya, Angelin memakai teknik tulle braid. ”Setelah dipilin, tulle diuntai membentuk jaring untuk bagian kantong dan panel celana. Tulle braid menjadi simbol benang kehidupan manusia yang lembut, rapuh, namun tidak terpisahkan dari takdir,” ungkapnya. (had/kkn)

Most Read

1

Komunitas Notaris Luruhkan Penat lewat Harmoni Angklung

Art, Party, & Life
2

Loka Batik Angkat Prestise Wastra UMKM Surabaya

Art, Party, & Life

Berita Terbaru

Komunitas Notaris Luruhkan Penat lewat Harmoni Angklung

Komunitas Notaris Luruhkan Penat lewat Harmoni Angklung

Art, Party, & Life•27 November 2025
Loka Batik Angkat Prestise Wastra UMKM Surabaya

Loka Batik Angkat Prestise Wastra UMKM Surabaya

Art, Party, & Life•24 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001