SURABAYA -Semangat berbagi pengetahun tentang sains dan astronomi menjadi pondasi didirikannya Surabaya Astronomy Club. Berbagai kegiatan pengamatan fenomena alam menjadi agenda utama yang kerap dihelat untuk masyarakat luas. Komunitas itu memiliki kegiatan rutinan melakukan pengamatan fenomena astronomi dalam tajuk Cak Mat: Cangkruk Lan Ngamat.
Kegiatan itu berlangsung setiap bulan. Tepatnya, saat fase kuartir awal bulan purnama. Kegiatan pengamatan fenomena alam itu dilakukan secara acak dan sangat bergantung situasi penglihatan bulan.
Salah satu aktivitas fenomenal mereka adalah pengamatan gerhana bulan total di Kenjeran Park pada 8 September silam. Kegiatan itu sekaligus menandai dan merayakan hari lahir mereka yang ke-19.
Terbuka untuk Masyarakat
Ketua Surabaya Astronomy Club Muhammad Rizky Pradana mengatakan, komunitas itu kerap dilibatkan instansi menelaah fenomena astronomi. Salah satunya undangan dari Kemenag Kota Surabaya dalam rukyat atau pengamatan hilal penentuan awal Ramadan.
Surabaya Astronomy Club juga kerap diundang sekolah. Mereka didapuk untuk berbagi pengalaman dan sensasi berinteraksi dengan astronomi. Agenda itu mereka namakan Telescope Goes to School.
Menurut Pradana, program edukasi itu bertujuan meningkatkan perhatian dan kepedulian anak-anak terhadap kehidupan luar angkasa. ”Pengetahuan ini perlu disebarluaskan kepada siapapun, terkhusus anak-anak. Supaya mereka bisa aware sedini mungkin tentang fenomena luar angkasa,” ungkapnya. (had/kkn)



