Loading...
Selasa Kliwon, 17 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Global Move
Home
›Global Move

Para Raksasa AI Berkolaborasi di Proyek Stargate

Editor-Global Move
25 November 2025
Para Raksasa AI Berkolaborasi di Proyek Stargate
Klik untuk perbesar
JOKO TRIONO/JAWA POS

Memicu Monopoli Bisnis Teknologi

NEW YORK –Sejumlah perusahaan raksasa kecerdasan buatan (AI) berkolaborasi dalam proyek besar Stargate. Termasuk OpenAI, Nvidia, dan Oracle. Proyek itu dikhawatirkan menimbulkan monopoli dalam persaingan bisnis teknologi.

Fortune kemarin (24/11) memberitakan, Presiden Donald Trump mengumumkan peluncuran proyek tersebut pada 21 Januari 2025. Saat itu Trump hadir bersama tiga tokoh utama konsorsium, Larry Ellison (CEO Oracle), Sam Altman (CEO OpenAI), dan Masayoshi Son (CEO SoftBank). Proyek tersebut diguyur dana fantastis hingga USD 500 miliar (sekitar Rp 8.360 triliun).

Stargate juga akan didukung konsorsium besar seperti SoftBank, Microsoft, Arm, dan MGX dari Abu Dhabi.

Ellison menegaskan bahwa Stargate akan ’’merevolusi kesehatan’’ melalui kemampuan berbagi data medis lintas fasilitas. Sementara Altman menyebutnya sebagai proyek paling penting pada era ini.

Kontroversi

Kekhawatiran mencuat setelah Madhavi Singh, peneliti dari Yale Law School, menerbitkan draf kajian. Dia memperingatkan bahwa Stargate berpotensi melanggar Clayton Act dan Sherman Act, dua pilar utama hukum persaingan AS.

Menurut Singh, aliansi itu berisiko mengonsolidasikan kekuatan sejumlah pemain besar di lapisan infrastruktur AI. Mulai pusat data hingga cip GPU (graphics processing unit) dan layanan cloud yang dapat menekan pemain independen.

Saat ini Amazon, Google, dan Microsoft menguasai sekitar 70 persen pasar cloud dan Nvidia mengendalikan 80–95 persen pasar GPU. ’’Kehadiran Stargate akan menyusutkan sedikit ruang independen yang tersisa,’’ ujar Singh.

Baca Juga

Tiongkok Pamer Konsep Kapal Kargo Nuklir Torium

Dari sisi hukum, potensi pelanggaran Clayton Act muncul dari ancaman kerugian persaingan di masa depan meski kerugian itu belum terjadi. Adapun dari perspektif Sherman Act, aliansi tersebut dianggap membatasi pengambilan keputusan independen perusahaan sehingga mengurangi keragaman kepentingan ekonomi. (din/dri)

Galeri Foto

Klik untuk perbesar
JOKO TRIONO/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Tiongkok Pamer Konsep Kapal Kargo Nuklir Torium

Global Move
2

SpaceX Luncurkan Satelit Sentinel-6B

Global Move

Berita Terbaru

Tiongkok Pamer Konsep  Kapal Kargo Nuklir Torium

Tiongkok Pamer Konsep Kapal Kargo Nuklir Torium

Global Move•19 November 2025
SpaceX Luncurkan Satelit Sentinel-6B

SpaceX Luncurkan Satelit Sentinel-6B

Global Move•19 November 2025
Home
›Global Move
›Para Raksasa AI Berkolaborasi di Proyek Stargate
Para Raksasa AI Berkolaborasi di Proyek Stargate
Global Move

Para Raksasa AI Berkolaborasi di Proyek Stargate

Editor-25 November 2025
Klik untuk perbesar

JOKO TRIONO/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Memicu Monopoli Bisnis Teknologi

NEW YORK –Sejumlah perusahaan raksasa kecerdasan buatan (AI) berkolaborasi dalam proyek besar Stargate. Termasuk OpenAI, Nvidia, dan Oracle. Proyek itu dikhawatirkan menimbulkan monopoli dalam persaingan bisnis teknologi.

Fortune kemarin (24/11) memberitakan, Presiden Donald Trump mengumumkan peluncuran proyek tersebut pada 21 Januari 2025. Saat itu Trump hadir bersama tiga tokoh utama konsorsium, Larry Ellison (CEO Oracle), Sam Altman (CEO OpenAI), dan Masayoshi Son (CEO SoftBank). Proyek tersebut diguyur dana fantastis hingga USD 500 miliar (sekitar Rp 8.360 triliun).

Stargate juga akan didukung konsorsium besar seperti SoftBank, Microsoft, Arm, dan MGX dari Abu Dhabi.

Ellison menegaskan bahwa Stargate akan ’’merevolusi kesehatan’’ melalui kemampuan berbagi data medis lintas fasilitas. Sementara Altman menyebutnya sebagai proyek paling penting pada era ini.

Kontroversi

Kekhawatiran mencuat setelah Madhavi Singh, peneliti dari Yale Law School, menerbitkan draf kajian. Dia memperingatkan bahwa Stargate berpotensi melanggar Clayton Act dan Sherman Act, dua pilar utama hukum persaingan AS.

Menurut Singh, aliansi itu berisiko mengonsolidasikan kekuatan sejumlah pemain besar di lapisan infrastruktur AI. Mulai pusat data hingga cip GPU (graphics processing unit) dan layanan cloud yang dapat menekan pemain independen.

Saat ini Amazon, Google, dan Microsoft menguasai sekitar 70 persen pasar cloud dan Nvidia mengendalikan 80–95 persen pasar GPU. ’’Kehadiran Stargate akan menyusutkan sedikit ruang independen yang tersisa,’’ ujar Singh.

Baca Juga

Tiongkok Pamer Konsep Kapal Kargo Nuklir Torium

Dari sisi hukum, potensi pelanggaran Clayton Act muncul dari ancaman kerugian persaingan di masa depan meski kerugian itu belum terjadi. Adapun dari perspektif Sherman Act, aliansi tersebut dianggap membatasi pengambilan keputusan independen perusahaan sehingga mengurangi keragaman kepentingan ekonomi. (din/dri)

Galeri Foto

Klik untuk perbesar
JOKO TRIONO/JAWA POS

Most Read

1

Tiongkok Pamer Konsep Kapal Kargo Nuklir Torium

Global Move
2

SpaceX Luncurkan Satelit Sentinel-6B

Global Move

Berita Terbaru

Tiongkok Pamer Konsep  Kapal Kargo Nuklir Torium

Tiongkok Pamer Konsep Kapal Kargo Nuklir Torium

Global Move•19 November 2025
SpaceX Luncurkan Satelit Sentinel-6B

SpaceX Luncurkan Satelit Sentinel-6B

Global Move•19 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001