Jembatan Embong Brantas Diperbaiki Selama Dua Pekan
MALANG KOTA - Sunarsih hanya bisa duduk sembari melihat relawan dan warga yang sedang membersihkan rumahnya, kemarin (24/11). Perempuan berusia 55 tahun itu masih terkejut karena rumah miliknya di Jalan Temenggungan Ledok RW 12 Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, terkena material plengsengan Jembatan Embong Brantas yang longsor.
Sunarsih bercerita bahwa longsor Jembatan Embong Brantas terjadi sekitar pukul 18.00, Minggu (23/11). Saat itu di rumah ada dirinya, suaminya yang bernama Dasuki, dan dua cucunya.
Kemudian Dasuki yang sedang menonton televisi menyampaikan bahwa dirinya kelaparan. "Saya bilang, iyo tak gawekno jangan (iya saya buatkan sayur)," terang Sunarsih dengan sedikit terbata.
Sunarsih pun pergi ke dapur untuk memasak. Tidak lama kemudian, terdengar suara reruntuhan dan suara mirip petir yang menyambar.
Belum sempat mengecek kondisi, tubuh Sunarsih tertimpa reruntuhan material dan air di dapur. Karena reruntuhan itu kepalanya pusing. Gigi bagian atasnya juga copot karena efek tertimpa reruntuhan. Beruntung dia masih selamat.
"Kalau bapak (Dasuki, red) dan cucu-cucu tidak kena apa-apa," sambung Sunarsih. Sementara itu ada beberapa barang di dapur yang rusak karena terkena material.
Selanjutnya, Sunarsih sekeluarga berencana mengungsi ke rumah salah satu kerabatnya yang berada di dekat Sungai Brantas. Selain rumahnya, rumah tetangga Sunarsih yang bernama Suma juga terkena material. Namun hanya rusak sedang karena material tertahan dengan adanya pohon nangka.
Ada pula rumah milik warga bernama Fudoli yang juga rusak sedang. Di rumah tersebut, Fudoli tinggal dengan 4 anggota keluarga lainnya.
Jika ditotal berdasar pendataan sementara, total ada 61 jiwa yang terdampak. Mereka tersebar di 15 rumah. Didominasi oleh warga RT 1. Namun ada 4 warga yang berasal dari RT 2.



