Loading...
Kamis Pahing, 19 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Jawa Timur
Home
›Jawa Timur

Pendapatan APBD Jatim 2026 Turun Rp 1,96 Triliun

Editor-Jawa Timur
17 November 2025
Pendapatan APBD Jatim 2026 Turun Rp 1,96 Triliun
Klik untuk perbesar
SEPTIAN NUR HADI/JAWA POS

Pengurangan TKD Direvisi, Sembilan Program Jadi Prioritas

SURABAYA - Rancangan APBD (RAPBD) tahun 2026 Jatim akhirnya resmi ditetapkan Pemprov dan DPRD Jatim. Dibanding rancangan awal, proyeksi pendapatan daerah tahun depan ditetapkan sebesar Rp 26,3 triliun atau berkurang sekitar Rp 1,96 triliun.

Pengurangan tersebut merupakan imbas dari berkurangnya dana transfer kas daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemprov-DPRD memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi program prioritas publik tahun depan.

Ketua DPRD Jatim M Musyafak menjelaskan bahwa penetapan RAPBD menjadi APBD 2026 telah melalui berbagai tahapan. ”Semua saran, masukan, dan harapan fraksi-fraksi yang telah disampaikan kepada Gubernur nanti ditindaklanjuti," ujarnya.

Berdasarkan draf APBD yang telah ditetapkan, sejatinya pendapatan pemprov dari pusat mengalami penurunan hingga Rp 2,8 triliun. Namun, Pemprov mencatat kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 695 miliar.

Selain Pemprov, pemangkasan TKD juga dialami 14 pemerintah kabupaten/kota se-Jatim. Jika diakumulasi, pemotongannya mencapai Rp 4,2 triliun.

Program Tahun Depan

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa ada sembilan program prioritas yang bakal digarap lewat APBD 2026. Mulai dari percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, perluasan lapangan kerja berkualitas, dan lainnya. (selengkapnya lihat grafis)

Kemudian pemerataan akses dan mutu pendidikan. Lalu peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Penguatan masyarakat harmonis dan inklusif, serta pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga

Api Biru Kawah Ijen Hilang, Jumlah Wisatawan Berkurang Drastis

Selain itu Pemprov juga mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui pemasaran karbon kredit dan perdagangan karbon. Saat ini, potensi karbon kredit dari program rehabilitasi mangrove di Jawa Timur diperkirakan telah mencapai Rp 1 triliun.

”Dengan keterbatasan fiskal yang ada, kita harus memastikan bahwa program prioritas tetap berjalan dan tidak mengganggu masyarakat," ujarnya. (ian/ris)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Menkop Targetkan Koperasi Merah Putih Jadi Alternatif Lapangan Pekerjaan Baru

Jawa Timur
2

Imbas Longsor, Lalu Lintas Jembatan Embong Brantas Dibatasi

Jawa Timur

Berita Terbaru

Menkop Targetkan Koperasi Merah Putih   Jadi Alternatif Lapangan Pekerjaan Baru

Menkop Targetkan Koperasi Merah Putih Jadi Alternatif Lapangan Pekerjaan Baru

Jawa Timur•25 November 2025
Imbas Longsor, Lalu Lintas Jembatan Embong Brantas Dibatasi

Imbas Longsor, Lalu Lintas Jembatan Embong Brantas Dibatasi

Jawa Timur•25 November 2025
Home
›Jawa Timur
›Pendapatan APBD Jatim 2026 Turun Rp 1,96 Triliun
Pendapatan APBD Jatim 2026 Turun Rp 1,96 Triliun
Jawa Timur

Pendapatan APBD Jatim 2026 Turun Rp 1,96 Triliun

Editor-17 November 2025
Klik untuk perbesar

SEPTIAN NUR HADI/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Pengurangan TKD Direvisi, Sembilan Program Jadi Prioritas

SURABAYA - Rancangan APBD (RAPBD) tahun 2026 Jatim akhirnya resmi ditetapkan Pemprov dan DPRD Jatim. Dibanding rancangan awal, proyeksi pendapatan daerah tahun depan ditetapkan sebesar Rp 26,3 triliun atau berkurang sekitar Rp 1,96 triliun.

Pengurangan tersebut merupakan imbas dari berkurangnya dana transfer kas daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemprov-DPRD memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi program prioritas publik tahun depan.

Ketua DPRD Jatim M Musyafak menjelaskan bahwa penetapan RAPBD menjadi APBD 2026 telah melalui berbagai tahapan. ”Semua saran, masukan, dan harapan fraksi-fraksi yang telah disampaikan kepada Gubernur nanti ditindaklanjuti," ujarnya.

Berdasarkan draf APBD yang telah ditetapkan, sejatinya pendapatan pemprov dari pusat mengalami penurunan hingga Rp 2,8 triliun. Namun, Pemprov mencatat kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 695 miliar.

Selain Pemprov, pemangkasan TKD juga dialami 14 pemerintah kabupaten/kota se-Jatim. Jika diakumulasi, pemotongannya mencapai Rp 4,2 triliun.

Program Tahun Depan

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa ada sembilan program prioritas yang bakal digarap lewat APBD 2026. Mulai dari percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, perluasan lapangan kerja berkualitas, dan lainnya. (selengkapnya lihat grafis)

Kemudian pemerataan akses dan mutu pendidikan. Lalu peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Penguatan masyarakat harmonis dan inklusif, serta pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga

Api Biru Kawah Ijen Hilang, Jumlah Wisatawan Berkurang Drastis

Selain itu Pemprov juga mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui pemasaran karbon kredit dan perdagangan karbon. Saat ini, potensi karbon kredit dari program rehabilitasi mangrove di Jawa Timur diperkirakan telah mencapai Rp 1 triliun.

”Dengan keterbatasan fiskal yang ada, kita harus memastikan bahwa program prioritas tetap berjalan dan tidak mengganggu masyarakat," ujarnya. (ian/ris)

Most Read

1

Menkop Targetkan Koperasi Merah Putih Jadi Alternatif Lapangan Pekerjaan Baru

Jawa Timur
2

Imbas Longsor, Lalu Lintas Jembatan Embong Brantas Dibatasi

Jawa Timur

Berita Terbaru

Menkop Targetkan Koperasi Merah Putih   Jadi Alternatif Lapangan Pekerjaan Baru

Menkop Targetkan Koperasi Merah Putih Jadi Alternatif Lapangan Pekerjaan Baru

Jawa Timur•25 November 2025
Imbas Longsor, Lalu Lintas Jembatan Embong Brantas Dibatasi

Imbas Longsor, Lalu Lintas Jembatan Embong Brantas Dibatasi

Jawa Timur•25 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001