NETIZEN menjuluki Roro dengan nama kucing paskib. Sebab, kucing milik Sri Utami Endah Rumekti itu memiliki gaya berjalan yang unik. Tegap dan teratur seperti pasukan pengibar bendera (paskibra).
Diduga karena Incest
Kucing Persia mixdom itu sudah dipelihara sejak bayi. Roro adalah anak dari Dibul, kucing yang lebih dulu tinggal di rumah perempuan yang akrab disapa Tami itu. Namun, asal-usul Roro sedikit berbeda karena ia merupakan hasil perkawinan saudara antara Dibul dan kakaknya. ’’Mungkin gara-gara incest itu, Roro punya kelainan yang sangat spesial,’’ ujarnya.
Dia sendiri belum sempat memeriksakan Roro ke dokter hewan. Namun, Tami bisa melihat adanya perbedaan panjang di salah satu kakinya. Gaya jalan ala paskib (sebutan singkat untuk paskribra) itu mulai tampak ketika Roro berumur dua bulan. ’’Setiap kali jalan aku sering bercandain bilang ’’satu dua satu dua’’. Aku pikir ya lucu aja gitu punya kucing jalannya aneh. Tapi tidak sampai mikir jalannya kaya paskib,’’ ceritanya.
Diposting, lalu Trending
Suatu ketika, Tami mengunggah video Roro berjalan. Tidak disangka, videonya langsung viral. Netizen ramai menyebutnya kucing paskib lantaran langkah kakinya terlihat tegap dan teratur seolah sedang latihan baris berbaris. Sejak itu, nama Roro makin dikenal dan banyak dibagikan ulang di media sosial.
Padahal, dulu Tami sempat hendak memberikan Roro kepada tetangganya. ’’Soalnya aneh, mukanya pas masih kecil mirip loopy di animasi Pororo. Tapi kemudian tidak diizinkan bapak. Ya sudah, aku pelihara sampai sekarang ini,’’ ungkap pawrent yang kerap membagikan keseharian anabulnya lewat Instagram @rorokucingpaskib itu.
Yang menarik, kelainan itu tidak menurun pada anak Roro yang bernama Bobo. Cara jalan Bobo normal seperti kucing lainnya. ’’Tapi kalau lari lucu, kaya sedikit melompat, tuing tuing,’’ canda Tami.
Untuk urusan perawatan, Tami mengaku semua dilakukan sendiri. Roro dimandikan hanya ketika sangat kotor. Sebab, aktivitas outdoor-nya membuat mandi rutin menjadi kurang efektif. Kebersihan telinga menjadi perhatian utama. Begitu pula obat cacing yang harus diminum rutin. (lai/ai)
Pagi Lihat Sapi, lantas Patroli Keliling kebun
Roro memiliki karakter beda. Ia bisa sangat aktif, tapi bisa juga malas bergantung suasana hati. Yang pasti, ia selalu punya jadwal harian. Dari subuh hingga jam enam pagi, Roro biasanya duduk di belakang rumah hanya untuk melihat sapi. Setelah itu, ia aktif bermain di halaman rumah hingga menjelang siang. Dengan langkah tegapnya, Roro kerap terlihat berjalan-jalan di kebun mirip orang sedang berpatroli.
Ketika matahari mulai terik, Roro akan masuk ke kamar dan tidur. Lucunya, ia sering mengikuti apa pun yang dilakukan Tami. ’’Pokoknya Roro harus tahu aku ngapain di rumah,’’ katanya.
Menjelang magrib, Roro punya kebiasaan lain. Yakni, duduk termenung di belakang rumah sampai sekitar jam tujuh malam. Tami tidak khawatir melepas Roro karena jendela kamarnya langsung menghadap ke area itu. Dengan begitu, dia bisa memantau aktivitas si kucing paskib ini. (lai/ai)



