SIDOARJO – Wacana relokasi SMPN 2 Tanggulangin kembali menguat setelah sekolah tersebut berulang kali terendam banjir. Ada koordinasi antara berbagai pihak. Namun saat ini pemindahan masih terkendala lahan baru yang belum siap.
Kepala SMPN 2 Tanggulangin Supriyanto mengatakan bahwa rencana pemindahan lokasi selalu muncul setiap kali banjir mengganggu aktivitas belajar-mengajar. Hingga kini lokasi baru belum diputuskan. ”Lokasi belum pasti. Tapi kami harap bisa secepatnya,” ungkapnya kemarin (26/11).
Menurutnya, salah satu opsi yang pernah disiapkan yakni memindahkan sekolah ke gedung bekas Balai Persepatuan di kawasan Pasar Wisata Tanggulangin. Namun rencana itu mendapat penolakan dari sebagian wali murid karena dinilai terlalu jauh dari pemukiman siswa. ”Banyak yang kurang setuju karena kejauhan. Kemungkinan tetap di wilayah timur,” jelas Supriyanti.
Sudah Dibahas di Kecamatan
Camat Tanggulangin Sabino Mariano membenarkan bahwa relokasi menjadi salah satu usulan yang sedang dibahas. Pihak kecamatan, kata dia, telah mengajukan wacana tersebut dalam diskusi di tingkat wilayah dan meneruskannya ke pemerintah kabupaten. Relokasi dinilai menjadi langkah paling karena sekolah berada di kawasan dataran rendah yang menjadi titik genangan saat hujan.
390 Warga Alami Gatal-Gatal
Sementara itu, penyakit kulit mendominasi keluhan kesehatan warga di wilayah Tanggulangin sepekan ini. Dari total 500 lebih warga yang memeriksakan diri ke petugas kesehatan, tercatat lebih dari 390 warga mengalami penyakit kulit.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo dr. Danang Abdul Ghani mengatakan, tim kesehatan dari Puskesmas Tanggulangin masih diturunkan ke lokasi banjir hingga kemarin (26/11). ”Hari ini (kemarin) tim melakukan pengecekan di wilayah Kedungbanteng,” katanya.
Danang mengatakan selain penyakit kulit sejumlah warga keluhkan myalgia atau pegal-pegal. Di beberapa titik, petugas juga menemukan kasus demam, diare, ISPA, hingga myalgia, meski jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan penyakit kulit.
Selain membuat posko di balai desa, petugas Puskesmas Tanggulangin juga mendatangi rumah warga terdampak. Mereka menyalurkan obat-obatan dasar. ”Kami memberikan salep, serta obat, dan vitamin kepada warga,” ujarnya. (eza/hen)



