Loading...
Kamis Pahing, 19 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Finansial
Home
›Finansial

Dirut BEI: Danantara Jadi Investor Institusi Tahun Depan

Editor-Finansial
18 November 2025
TINGKATKAN BURSA EFEK: Direktur Utama BEI Iman Rachman (dua dari kiri) memaparkan sejumlah capaian kinerja pasar modal Indonesia  di Ubud, Bali.
Klik untuk perbesar
Febry Ferdian/Jawa Pos

TINGKATKAN BURSA EFEK: Direktur Utama BEI Iman Rachman (dua dari kiri) memaparkan sejumlah capaian kinerja pasar modal Indonesia di Ubud, Bali.

Bisa Tarik BUMN Listing di Pasar Bursa

JAKARTA – Investor bursa saham Indonesia masih di dominasi sektor ritel. Hal itu membuat kapitalisasi pasar modal bisa tumbuh cepat. Oleh karena itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap makin banyak investor institusi yang masuk pada tahun depan. Salah satu yang bisa menjadi katalis adalah masuknya Danantara.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, selama satu dekade terakhir, pertumbuhan investor institusi cenderung stagnan sehingga kehadiran pemain baru berskala besar sangat dibutuhkan untuk memperdalam pasar. “Danantara bakal masuk investasi di pasar modal pada tahun depan,” ujar Iman dalam Media Workshop di Ubud, Bali, Sabtu (15/11).

Menurut dia, kehadiran Danantara akan mendorong peningkatan porsi investor institusi domestik, terutama ketika suplai saham terus bertambah lewat pipeline IPO yang makin besar. “BEI saat ini banyak menyiapkan perusahaan berstatus lighthouse IPO untuk masuk ke lantai bursa,” tuturnya.

Menurut Iman, Danantara dapat menentukan arah investasi ke dalam berbagai produk. "Mereka punya dana yang diinvestasikan bisa secara langsung atau mereka bisa investasi ke produk-produk lainnya termasuk produk pasar modal yang berjangka,” imbuhnya.

Lewat pasar modal, Danantara dapat mengoptimalkan pendapatan mereka. Selain itu, suplai aset berkualitas ke pasar modal juga dapat tersalurkan dari perusahaan yang dikelola badan itu.

Selain itu, Iman berharap adanya Danantara di pasar modal, dapat membuat BUMN masuk ke bursa. Sebab, selama tiga tahun terakhir belum ada penambahan BUMN yang melakukan listing ke dalam pasar. “Terakhir IPO adalah anak BUMN, PGEO (PT Pertamina Geothermal Energy)” tuturnya.

Baca Juga

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Dia menyatakan, partisipasi BUMN sangat strategis untuk memperbesar kapitalisasi pasar, sekaligus meningkatkan porsi investasi institusi domestik. Kehadiran BUMN sebagai emiten baru juga dinilai bisa memperkuat stabilitas pasar berkat skala aset dan bisnis yang besar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyebutkan bahwa IHSG (indeks harga saham gabungan) bergerak positif hampir sepanjang tahun. Hingga awal November, indeks sudah memecahkan rekor sebanyak 13 kali.

“Per 7 November kemarin IHSG itu mencatatkan kenaikan sebesar 18,57 persen year-to-date (ytd), ke posisi 8.394 dan kapitalisasi pasar sekarang juga sudah Rp15.316 triliun. Indeks bahkan kalau misalnya kita hitung secara sepanjang tahun 2025 itu mencetak all time high itu sebanyak 13 kali,” ucap Inarno. (bry/dio)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial
2

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial

Berita Terbaru

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial•25 November 2025
IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial•24 November 2025
Home
›Finansial
›Dirut BEI: Danantara Jadi Investor Institusi Tahun Depan
TINGKATKAN BURSA EFEK: Direktur Utama BEI Iman Rachman (dua dari kiri) memaparkan sejumlah capaian kinerja pasar modal Indonesia  di Ubud, Bali.
Finansial

Dirut BEI: Danantara Jadi Investor Institusi Tahun Depan

Editor-18 November 2025
Klik untuk perbesar

TINGKATKAN BURSA EFEK: Direktur Utama BEI Iman Rachman (dua dari kiri) memaparkan sejumlah capaian kinerja pasar modal Indonesia di Ubud, Bali.

Febry Ferdian/Jawa Pos

Bagikan artikel ini

Bisa Tarik BUMN Listing di Pasar Bursa

JAKARTA – Investor bursa saham Indonesia masih di dominasi sektor ritel. Hal itu membuat kapitalisasi pasar modal bisa tumbuh cepat. Oleh karena itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap makin banyak investor institusi yang masuk pada tahun depan. Salah satu yang bisa menjadi katalis adalah masuknya Danantara.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, selama satu dekade terakhir, pertumbuhan investor institusi cenderung stagnan sehingga kehadiran pemain baru berskala besar sangat dibutuhkan untuk memperdalam pasar. “Danantara bakal masuk investasi di pasar modal pada tahun depan,” ujar Iman dalam Media Workshop di Ubud, Bali, Sabtu (15/11).

Menurut dia, kehadiran Danantara akan mendorong peningkatan porsi investor institusi domestik, terutama ketika suplai saham terus bertambah lewat pipeline IPO yang makin besar. “BEI saat ini banyak menyiapkan perusahaan berstatus lighthouse IPO untuk masuk ke lantai bursa,” tuturnya.

Menurut Iman, Danantara dapat menentukan arah investasi ke dalam berbagai produk. "Mereka punya dana yang diinvestasikan bisa secara langsung atau mereka bisa investasi ke produk-produk lainnya termasuk produk pasar modal yang berjangka,” imbuhnya.

Lewat pasar modal, Danantara dapat mengoptimalkan pendapatan mereka. Selain itu, suplai aset berkualitas ke pasar modal juga dapat tersalurkan dari perusahaan yang dikelola badan itu.

Selain itu, Iman berharap adanya Danantara di pasar modal, dapat membuat BUMN masuk ke bursa. Sebab, selama tiga tahun terakhir belum ada penambahan BUMN yang melakukan listing ke dalam pasar. “Terakhir IPO adalah anak BUMN, PGEO (PT Pertamina Geothermal Energy)” tuturnya.

Baca Juga

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Dia menyatakan, partisipasi BUMN sangat strategis untuk memperbesar kapitalisasi pasar, sekaligus meningkatkan porsi investasi institusi domestik. Kehadiran BUMN sebagai emiten baru juga dinilai bisa memperkuat stabilitas pasar berkat skala aset dan bisnis yang besar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyebutkan bahwa IHSG (indeks harga saham gabungan) bergerak positif hampir sepanjang tahun. Hingga awal November, indeks sudah memecahkan rekor sebanyak 13 kali.

“Per 7 November kemarin IHSG itu mencatatkan kenaikan sebesar 18,57 persen year-to-date (ytd), ke posisi 8.394 dan kapitalisasi pasar sekarang juga sudah Rp15.316 triliun. Indeks bahkan kalau misalnya kita hitung secara sepanjang tahun 2025 itu mencetak all time high itu sebanyak 13 kali,” ucap Inarno. (bry/dio)

Most Read

1

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial
2

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial

Berita Terbaru

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial•25 November 2025
IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial•24 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001