Loading...
Jumat Legi, 13 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Finansial
Home
›Finansial

Laju DPK-Kredit di Jatim Melambat, BI Masih Optimitis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5 Persen

Editor-Finansial
20 November 2025
Laju DPK-Kredit di Jatim Melambat, BI Masih Optimitis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5 Persen
Klik untuk perbesar
Koko Heru/Jawa Pos

SURABAYA - Kinerja intermediasi perbankan di Jawa Timur per September 2025 mengalami perlambatan. Baik pertumbuhan DPK dan kredit berada di bawah 5 persen. Namun, pemangku kepentingan optimistis pertumbuhan ekonomi Jatim bakal tercapai di atas 5 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim Yunita Linda Sari menjelaskan, kinerja intermediasi perbankan di Jawa Timur per September masih menunjukkan pertumbuhan, meskipun lajunya tak sebesar tahun lalu. Contohnya, total DPK per September 2025 yang mencapai Rp 823,29 triliun. “Angka tersebut tumbuh 4,81 persen jika dibandingkan dengan DPK per September 2024 senilai Rp 785,52 triliun,” jelasnya pada Media Briefing di Surabaya Selasa (18/11).

Meski tumbuh, angka tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan September 2024 yang mencapai 5,96 persen. Perlambatan lebih rendah tercatat di kinerja kredit. Penyalurannya tercatat Rp 620,56 triliun per akhir September tahun ini. Jika dibandingkan dengan realisasi September 2024 senilai Rp 599,12 triliun, pertumbuhannya hanya mencapai 3,57 persen.

Padahal, kenaikan kredit September tahun lalu mencapai 7,22 persen. Selama tiga tahun belakangan. Angka pertumbuhan kredit selalu berada di atas 6 persen.’’Saat ini NPL gross di Jatim masih mencapai 3,56 persen,’’ imbuhnya.

Investasi-Penjualan Eceran Tumbuh

Meskipun mencatatkan perlambatan, Bank Indonesia menyebut hal tersebut tidak akan menggoyahkan pertumbuhan ekonomi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Ibrahim menjelaskan, dengan kondisi yang ada saat ini, pertumbuhan ekonomi masih berada di koridor target BI. Yakni, 4,7 - 5,5 persen per tahun.

Baca Juga

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Jatim masih punya kepercayaan diri untuk mendorong ekonomi. Hal tersebut bisa dilihat dari indeks penjualan eceran yang rata-rata tumbuh. Belanja perlengkapan rumah tangga secara eceran masih naik 6,6 persen. Bahkan, belanja suku cadang eceran naik 25,09 persen. Di sisi lain, investasi pun terus berjalan. Pada kuartal II, survei kegiatan dunia usaha memperlihatkan bahwa investasi masih tumbuh 5,3 persen.

“Kalau dilihat dari struktur pengeluaran, ekonomi Jatim itu didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Kalau ditotal kontribusinya hampir 80 persen. Jadi, selama keyakinan konsumen dan arus investasi tinggi, saya yakin ekonomi Jatim akan tumbuh di atas 5 persen,’’ jelasnya.

Efek Suntikan Dana Pemerintah

Kepala Kantor Perwakilan LPS II Bambang S. Hidayat menambahkan, perlambatan pertumbuhan DPK perbankan sebenarnya tak akan bertahan lama. Suntikan dana pemerintah ke sektor perbankan sebesar Rp 276 triliun akan memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi di berbagai daerah.

Apalagi, Jatim masih menjadi penyumbang besar industri perbankan nasional. Populasi rekeningnya berada di peringkat tiga dengan 75 juta akun. Sedangkan, nominal total simpanan mencapai peringkat dua dengan nilai Rp 807,4 triliun. ’’Saya percaya bahwa ke depan pertumbuhan DPK juga akan kembali naik,’’ pungkasnya.(bil/dio)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial
2

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial

Berita Terbaru

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial•25 November 2025
IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial•24 November 2025
Home
›Finansial
›Laju DPK-Kredit di Jatim Melambat, BI Masih Optimitis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5 Persen
Laju DPK-Kredit di Jatim Melambat, BI Masih Optimitis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5 Persen
Finansial

Laju DPK-Kredit di Jatim Melambat, BI Masih Optimitis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5 Persen

Editor-20 November 2025
Klik untuk perbesar

Koko Heru/Jawa Pos

Bagikan artikel ini

SURABAYA - Kinerja intermediasi perbankan di Jawa Timur per September 2025 mengalami perlambatan. Baik pertumbuhan DPK dan kredit berada di bawah 5 persen. Namun, pemangku kepentingan optimistis pertumbuhan ekonomi Jatim bakal tercapai di atas 5 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim Yunita Linda Sari menjelaskan, kinerja intermediasi perbankan di Jawa Timur per September masih menunjukkan pertumbuhan, meskipun lajunya tak sebesar tahun lalu. Contohnya, total DPK per September 2025 yang mencapai Rp 823,29 triliun. “Angka tersebut tumbuh 4,81 persen jika dibandingkan dengan DPK per September 2024 senilai Rp 785,52 triliun,” jelasnya pada Media Briefing di Surabaya Selasa (18/11).

Meski tumbuh, angka tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan September 2024 yang mencapai 5,96 persen. Perlambatan lebih rendah tercatat di kinerja kredit. Penyalurannya tercatat Rp 620,56 triliun per akhir September tahun ini. Jika dibandingkan dengan realisasi September 2024 senilai Rp 599,12 triliun, pertumbuhannya hanya mencapai 3,57 persen.

Padahal, kenaikan kredit September tahun lalu mencapai 7,22 persen. Selama tiga tahun belakangan. Angka pertumbuhan kredit selalu berada di atas 6 persen.’’Saat ini NPL gross di Jatim masih mencapai 3,56 persen,’’ imbuhnya.

Investasi-Penjualan Eceran Tumbuh

Meskipun mencatatkan perlambatan, Bank Indonesia menyebut hal tersebut tidak akan menggoyahkan pertumbuhan ekonomi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Ibrahim menjelaskan, dengan kondisi yang ada saat ini, pertumbuhan ekonomi masih berada di koridor target BI. Yakni, 4,7 - 5,5 persen per tahun.

Baca Juga

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Jatim masih punya kepercayaan diri untuk mendorong ekonomi. Hal tersebut bisa dilihat dari indeks penjualan eceran yang rata-rata tumbuh. Belanja perlengkapan rumah tangga secara eceran masih naik 6,6 persen. Bahkan, belanja suku cadang eceran naik 25,09 persen. Di sisi lain, investasi pun terus berjalan. Pada kuartal II, survei kegiatan dunia usaha memperlihatkan bahwa investasi masih tumbuh 5,3 persen.

“Kalau dilihat dari struktur pengeluaran, ekonomi Jatim itu didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Kalau ditotal kontribusinya hampir 80 persen. Jadi, selama keyakinan konsumen dan arus investasi tinggi, saya yakin ekonomi Jatim akan tumbuh di atas 5 persen,’’ jelasnya.

Efek Suntikan Dana Pemerintah

Kepala Kantor Perwakilan LPS II Bambang S. Hidayat menambahkan, perlambatan pertumbuhan DPK perbankan sebenarnya tak akan bertahan lama. Suntikan dana pemerintah ke sektor perbankan sebesar Rp 276 triliun akan memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi di berbagai daerah.

Apalagi, Jatim masih menjadi penyumbang besar industri perbankan nasional. Populasi rekeningnya berada di peringkat tiga dengan 75 juta akun. Sedangkan, nominal total simpanan mencapai peringkat dua dengan nilai Rp 807,4 triliun. ’’Saya percaya bahwa ke depan pertumbuhan DPK juga akan kembali naik,’’ pungkasnya.(bil/dio)

Most Read

1

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial
2

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial

Berita Terbaru

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial•25 November 2025
IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial•24 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001