Loading...
Sabtu Wage, 21 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Finansial
Home
›Finansial

Multifinance Tumbuh Positif meski Laju Melambat

Editor-Finansial
13 November 2025
Multifinance Tumbuh Positif meski Laju Melambat
Klik untuk perbesar
Herlambang/Jawa Pos

Piutang Capai Rp 507 Triliun, Profit Naik 10 Persen

JAKARTA – Industri pembiayaan atau multifinance masih mencatatkan pertumbuhan positif di tengah perlambatan ekonomi nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total piutang multifinance per September 2025 mencapai Rp 507,14 triliun atau tumbuh 1,07 persen secara tahunan (YoY).

Namun, laju pertumbuhan itu melambat cukup signifikan dibanding periode sama tahun lalu yang naik 9,39 persen YoY, bahkan lebih rendah dibanding Agustus 2025 yang tumbuh 1,26 persen YoY.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan, secara umum penyaluran sektor PVML per September 2025 mencapai Rp973,78 triliun, naik 5,06 persen YoY.

“Sektor PVML diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir tahun, meski dihadapkan berbagai tantangan antara lain dinamika ekonomi,” ujar Agusman di Jakarta Kamis (13/11).

Promo Akhir Tahun

Dari sisi profitabilitas, kinerja industri multifinance tetap solid. Laba perusahaan pembiayaan per September 2025 tercatat Rp16,14 triliun, naik 10,54 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan itu didorong peningkatan pendapatan dari pembiayaan.Agusman optimistis tren positif tersebut akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Promo jelang akhir tahun tentunya dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan di industri multifinance. Per September 2025, penyaluran piutang pembiayaan yang terafiliasi dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) meningkat 6,82 persen YoY menjadi Rp 228,52 triliun,” ungkapnya.

Baca Juga

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Risiko Terkendali

Dari sisi profil risiko, industri multifinance dinilai tetap sehat. Rasio non performing financing (NPF) gross berada di 2,47 persen, sedangkan NPF net di level 0,84 persen. Adapun rasio gearing tercatat 2,17 kali, jauh di bawah batas maksimum OJK sebesar 10 kali. “Rasio ini menunjukkan terjaganya kinerja industri multifinance,” kata Agusman. (mim/dio)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial
2

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial

Berita Terbaru

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial•25 November 2025
IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial•24 November 2025
Home
›Finansial
›Multifinance Tumbuh Positif meski Laju Melambat
Multifinance Tumbuh Positif meski Laju Melambat
Finansial

Multifinance Tumbuh Positif meski Laju Melambat

Editor-13 November 2025
Klik untuk perbesar

Herlambang/Jawa Pos

Bagikan artikel ini

Piutang Capai Rp 507 Triliun, Profit Naik 10 Persen

JAKARTA – Industri pembiayaan atau multifinance masih mencatatkan pertumbuhan positif di tengah perlambatan ekonomi nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total piutang multifinance per September 2025 mencapai Rp 507,14 triliun atau tumbuh 1,07 persen secara tahunan (YoY).

Namun, laju pertumbuhan itu melambat cukup signifikan dibanding periode sama tahun lalu yang naik 9,39 persen YoY, bahkan lebih rendah dibanding Agustus 2025 yang tumbuh 1,26 persen YoY.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan, secara umum penyaluran sektor PVML per September 2025 mencapai Rp973,78 triliun, naik 5,06 persen YoY.

“Sektor PVML diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir tahun, meski dihadapkan berbagai tantangan antara lain dinamika ekonomi,” ujar Agusman di Jakarta Kamis (13/11).

Promo Akhir Tahun

Dari sisi profitabilitas, kinerja industri multifinance tetap solid. Laba perusahaan pembiayaan per September 2025 tercatat Rp16,14 triliun, naik 10,54 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan itu didorong peningkatan pendapatan dari pembiayaan.Agusman optimistis tren positif tersebut akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Promo jelang akhir tahun tentunya dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan di industri multifinance. Per September 2025, penyaluran piutang pembiayaan yang terafiliasi dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) meningkat 6,82 persen YoY menjadi Rp 228,52 triliun,” ungkapnya.

Baca Juga

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Risiko Terkendali

Dari sisi profil risiko, industri multifinance dinilai tetap sehat. Rasio non performing financing (NPF) gross berada di 2,47 persen, sedangkan NPF net di level 0,84 persen. Adapun rasio gearing tercatat 2,17 kali, jauh di bawah batas maksimum OJK sebesar 10 kali. “Rasio ini menunjukkan terjaganya kinerja industri multifinance,” kata Agusman. (mim/dio)

Most Read

1

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial
2

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial

Berita Terbaru

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

BI Salurkan Insentif Rp 36,38 T untuk Pembiayaan Hijau

Finansial•25 November 2025
IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

IHSG Dipengaruhi Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Finansial•24 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001