Loading...
Jumat Pon, 20 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Gresik
Home
›Gresik

Dinkes Latih Kader Posyandu Baca Risiko Balita Stunting

Editor-Gresik
24 November 2025
DETEKSI DINI: Tim Dinkes Gresik mengajari para kader posyandu di Desa Mengare, Bungah, terkait cara mendeteksi risiko stunting dari hasil pemeriksaan di buku KIA pada akhir pekan lalu.
Klik untuk perbesar
GALIH WICAKSONO/JAWA POS

DETEKSI DINI: Tim Dinkes Gresik mengajari para kader posyandu di Desa Mengare, Bungah, terkait cara mendeteksi risiko stunting dari hasil pemeriksaan di buku KIA pada akhir pekan lalu.

Kerjasama dengan PT Freeport di Dua Kecamatan Pantura

GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mulai menggulirkan program pelatihan kader posyandu pencegahan stunting sejak dini. Yang jadipilot project adalah Kecamatan Manyar dan Bungah.

Lewat pelatihan tersebut, para kader posyandu dilatih membaca risiko stunting dari hasil pengukuran berat dan tinggi badan.

Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya ditangani pemerintah melalui tim kesehatan. Namun, juga diperlukan semangat orang tua. “Harus rutin ke posyandu. Karena itu, kader posyandu kini kita latih secara maksimal,” ucapnya.

Di tahap awal, Dinkes telah melatih 10 kader posyandu di sembilan desa di Manyar dan Bungah. Pelatihan itu didukung PT Freeport Indonesia dalam program Jejaring Deteksi dan Penanganan Masalah Gizi Pra Stunting (Jadi Girang). Setelah ini, pelatihan juga akan diterapkan kepada kader di kecamatan lain.

Berdasarkan data aplikasi resik Urus Stunting, ditemukan 1.132 balita baru yang terkena tengkes. Jika diakumulasi hingga November, kasus stunting di Gresik mencapai 3.519 balita.

Namun, sejauh ini, sebanyak 6.668 anak juga telah sembuh dari stunting. Sedangkan yang dinyatakan lulus sebanyak 3.370 balita. (son/ris)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025
Home
›Gresik
›Dinkes Latih Kader Posyandu Baca Risiko Balita Stunting
DETEKSI DINI: Tim Dinkes Gresik mengajari para kader posyandu di Desa Mengare, Bungah, terkait cara mendeteksi risiko stunting dari hasil pemeriksaan di buku KIA pada akhir pekan lalu.
Gresik

Dinkes Latih Kader Posyandu Baca Risiko Balita Stunting

Editor-24 November 2025
Klik untuk perbesar

DETEKSI DINI: Tim Dinkes Gresik mengajari para kader posyandu di Desa Mengare, Bungah, terkait cara mendeteksi risiko stunting dari hasil pemeriksaan di buku KIA pada akhir pekan lalu.

GALIH WICAKSONO/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Kerjasama dengan PT Freeport di Dua Kecamatan Pantura

GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mulai menggulirkan program pelatihan kader posyandu pencegahan stunting sejak dini. Yang jadipilot project adalah Kecamatan Manyar dan Bungah.

Lewat pelatihan tersebut, para kader posyandu dilatih membaca risiko stunting dari hasil pengukuran berat dan tinggi badan.

Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya ditangani pemerintah melalui tim kesehatan. Namun, juga diperlukan semangat orang tua. “Harus rutin ke posyandu. Karena itu, kader posyandu kini kita latih secara maksimal,” ucapnya.

Di tahap awal, Dinkes telah melatih 10 kader posyandu di sembilan desa di Manyar dan Bungah. Pelatihan itu didukung PT Freeport Indonesia dalam program Jejaring Deteksi dan Penanganan Masalah Gizi Pra Stunting (Jadi Girang). Setelah ini, pelatihan juga akan diterapkan kepada kader di kecamatan lain.

Berdasarkan data aplikasi resik Urus Stunting, ditemukan 1.132 balita baru yang terkena tengkes. Jika diakumulasi hingga November, kasus stunting di Gresik mencapai 3.519 balita.

Namun, sejauh ini, sebanyak 6.668 anak juga telah sembuh dari stunting. Sedangkan yang dinyatakan lulus sebanyak 3.370 balita. (son/ris)

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001