GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mulai menggulirkan program pelatihan kader posyandu pencegahan stunting sejak dini. Yang jadipilot project adalah Kecamatan Manyar dan Bungah.
Lewat pelatihan tersebut, para kader posyandu dilatih membaca risiko stunting dari hasil pengukuran berat dan tinggi badan.
Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya ditangani pemerintah melalui tim kesehatan. Namun, juga diperlukan semangat orang tua. “Harus rutin ke posyandu. Karena itu, kader posyandu kini kita latih secara maksimal,” ucapnya.
Di tahap awal, Dinkes telah melatih 10 kader posyandu di sembilan desa di Manyar dan Bungah. Pelatihan itu didukung PT Freeport Indonesia dalam program Jejaring Deteksi dan Penanganan Masalah Gizi Pra Stunting (Jadi Girang). Setelah ini, pelatihan juga akan diterapkan kepada kader di kecamatan lain.
Berdasarkan data aplikasi resik Urus Stunting, ditemukan 1.132 balita baru yang terkena tengkes. Jika diakumulasi hingga November, kasus stunting di Gresik mencapai 3.519 balita.
Namun, sejauh ini, sebanyak 6.668 anak juga telah sembuh dari stunting. Sedangkan yang dinyatakan lulus sebanyak 3.370 balita. (son/ris)



