GRESIK – Komunitas peduli lingkungan Earth Hour (EH) Gresik punya cara menarik untuk memperingati Hari Pohon Sedunia yang jatuh Jumat (21/11). Sejak akhir pekan lalu, mereka menggelar aksi cabut paku yang tertancap di pohon-pohon di jalanan Kota Pudak.
Seperti kemarin (24/11), bersama puluhan siswa MTs Ma’arif Sidomukti, mereka mencabuti paku, kawat, sisa-sisa poster, hingga benda lain yang tertancap di pohon-pohon di sepanjang Jalan Sunan Giri, Kebomas.
Ketua EH Gresik M Zubaidi Setyawan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa pohon adalah makhluk hidup yang perlu dijaga. ”Memaku pohon berdampak terhadap keseimbangan lingkungan,” katanya.
Dia menjelaskan, memasangi benda-benda di pohon membawa efek buruk. Seperti membuat kambium pohon rusak, pohon rentan terserang penyakit, bahkan akhirnya mati. ”Dampak paling parah, pohon bisa rapuh dan sewaktu-waktu tumbang, itu bisa membahayakan pengguna jalan," ujarnya.
Sementara itu, aksi cabut paku yang digelar pegiat EH Gresik bersama siswa MTs Ma’arif Sidomukti menghasilkan temuan mencengangkan. Dalam dua jam, peserta aksi mengumpulkan 7 kilogram paku. ”Seluruh paku dan benda logam yang berhasil dicabut kemudian dikumpulkan lalu dijual, selanjutnya uangnya dibelikan bibit pohon yang dibagikan ke masyarakat,” kata Adrian, salah seorang pembina Pecinta Alam MTs Ma’arif Sidomukti.
Para pegiat lingkungan berharap aksi cabut paku tersebut bisa membuat pohon bernapas kembali dan mampu memberikan manfaat bagi perbaikan kualitas udara di Kota Pudak. ”Semoga, warga juga makin sadar bahwa pohon bukan papan reklame,” kata Caramel, salah satu relawan EH Gresik. (son/ris)




