Loading...
Minggu Pon, 15 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Gresik
Home
›Gresik

Tak Ada Kapal, Jenazah Dibawa Keluarga Memakai Perahu Nelayan

Editor-Gresik
19 November 2025
BERDUKA: Jenazah Sahnih diangkat menuju perahu nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Bangkalan oleh rombongan keluarganya pada Minggu (16/11). Dia mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RSUD Ibnu Sina.
Klik untuk perbesar
Ludry Prayoga/Jawa Pos

BERDUKA: Jenazah Sahnih diangkat menuju perahu nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Bangkalan oleh rombongan keluarganya pada Minggu (16/11). Dia mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RSUD Ibnu Sina.

GRESIK – Mendung duka menyelimuti keluarga almarhum Sahnih. Warga Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean, itu meninggal saat dirawat di RSUD Ibnu Sina pada Minggu (16/11). Di tengah suasana duka, pihak keluarga juga sempat dibuat kelimpungan.

Mereka tidak bisa membawa pulang jenazah Sahnih ke Bawean karena kapal reguler jalur Gresik–Bawean baru tersedia dua hari lagi. Alhasil, keluarga memilih cara lain, yakni memulangkan jenazah menggunakan perahu nelayan.

Salah satu perwakilan keluarga, Farisi, menceritakan bahwa Sahnih meninggal sekitar pukul 20.00 WIB. ”Kami berencana segera memakamkan jenazah. Rencananya diberangkatkan naik kapal pada Senin ke Bawean,” katanya.

Namun rencana itu tak dapat dilakukan. Jadwal keberangkatan kapal dari Pelabuhan Gresik ke Bawean baru tersedia pada Selasa. Akhirnya, keluarga berinisiatif memberangkatkan jenazah menggunakan perahu nelayan. ”Dijemput di wilayah perairan Bangkalan, Madura. Karena lebih dekat dan minim gelombang laut,” bebernya.

Setelah melalui perjalanan panjang, jenazah tiba pada Senin (17/11) sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung dimakamkan beberapa saat setelah tiba di rumah duka.

Sementara itu, Kepala Desa Sidogedungbatu, Supar, menyebut bahwa saat itu memang tidak ada kapal yang beroperasi dari Gresik menuju Bawean. Yang ada hanya kapal rute Paciran (Lamongan)–Bawean. ”Keluarga almarhum memutuskan memakai perahu itu,” pungkasnya. (yog/ris)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025
Home
›Gresik
›Tak Ada Kapal, Jenazah Dibawa Keluarga Memakai Perahu Nelayan
BERDUKA: Jenazah Sahnih diangkat menuju perahu nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Bangkalan oleh rombongan keluarganya pada Minggu (16/11). Dia mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RSUD Ibnu Sina.
Gresik

Tak Ada Kapal, Jenazah Dibawa Keluarga Memakai Perahu Nelayan

Editor-19 November 2025
Klik untuk perbesar

BERDUKA: Jenazah Sahnih diangkat menuju perahu nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Bangkalan oleh rombongan keluarganya pada Minggu (16/11). Dia mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RSUD Ibnu Sina.

Ludry Prayoga/Jawa Pos

Bagikan artikel ini

GRESIK – Mendung duka menyelimuti keluarga almarhum Sahnih. Warga Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean, itu meninggal saat dirawat di RSUD Ibnu Sina pada Minggu (16/11). Di tengah suasana duka, pihak keluarga juga sempat dibuat kelimpungan.

Mereka tidak bisa membawa pulang jenazah Sahnih ke Bawean karena kapal reguler jalur Gresik–Bawean baru tersedia dua hari lagi. Alhasil, keluarga memilih cara lain, yakni memulangkan jenazah menggunakan perahu nelayan.

Salah satu perwakilan keluarga, Farisi, menceritakan bahwa Sahnih meninggal sekitar pukul 20.00 WIB. ”Kami berencana segera memakamkan jenazah. Rencananya diberangkatkan naik kapal pada Senin ke Bawean,” katanya.

Namun rencana itu tak dapat dilakukan. Jadwal keberangkatan kapal dari Pelabuhan Gresik ke Bawean baru tersedia pada Selasa. Akhirnya, keluarga berinisiatif memberangkatkan jenazah menggunakan perahu nelayan. ”Dijemput di wilayah perairan Bangkalan, Madura. Karena lebih dekat dan minim gelombang laut,” bebernya.

Setelah melalui perjalanan panjang, jenazah tiba pada Senin (17/11) sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung dimakamkan beberapa saat setelah tiba di rumah duka.

Sementara itu, Kepala Desa Sidogedungbatu, Supar, menyebut bahwa saat itu memang tidak ada kapal yang beroperasi dari Gresik menuju Bawean. Yang ada hanya kapal rute Paciran (Lamongan)–Bawean. ”Keluarga almarhum memutuskan memakai perahu itu,” pungkasnya. (yog/ris)

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001