GRESIK – Mendung duka menyelimuti keluarga almarhum Sahnih. Warga Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean, itu meninggal saat dirawat di RSUD Ibnu Sina pada Minggu (16/11). Di tengah suasana duka, pihak keluarga juga sempat dibuat kelimpungan.
Mereka tidak bisa membawa pulang jenazah Sahnih ke Bawean karena kapal reguler jalur Gresik–Bawean baru tersedia dua hari lagi. Alhasil, keluarga memilih cara lain, yakni memulangkan jenazah menggunakan perahu nelayan.
Salah satu perwakilan keluarga, Farisi, menceritakan bahwa Sahnih meninggal sekitar pukul 20.00 WIB. ”Kami berencana segera memakamkan jenazah. Rencananya diberangkatkan naik kapal pada Senin ke Bawean,” katanya.
Namun rencana itu tak dapat dilakukan. Jadwal keberangkatan kapal dari Pelabuhan Gresik ke Bawean baru tersedia pada Selasa. Akhirnya, keluarga berinisiatif memberangkatkan jenazah menggunakan perahu nelayan. ”Dijemput di wilayah perairan Bangkalan, Madura. Karena lebih dekat dan minim gelombang laut,” bebernya.
Setelah melalui perjalanan panjang, jenazah tiba pada Senin (17/11) sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung dimakamkan beberapa saat setelah tiba di rumah duka.
Sementara itu, Kepala Desa Sidogedungbatu, Supar, menyebut bahwa saat itu memang tidak ada kapal yang beroperasi dari Gresik menuju Bawean. Yang ada hanya kapal rute Paciran (Lamongan)–Bawean. ”Keluarga almarhum memutuskan memakai perahu itu,” pungkasnya. (yog/ris)



