Banyak penderita diabetes merasa sudah mengurangi konsumsi yang manis-manis. Namun, kadar gula darah mereka tetap tinggi. Ternyata, hal tersebut karena kebiasaan ngemil makanan yang dianggap berkalori rendah. Padahal, justru penyumbang kenaikan gula darah.
Menurut dr Christian Dion Saelan MARS SpPD FINASIM, penyebab gula darah naik bukan hanya gula pasir. ’’Jajanan gurih juga banyak yang mengandung karbohidrat tinggi,’’ tegasnya. Yang utama adalah makanan yang terbuat dari tepung putih. Bahan ini memiliki indeks glikemik tinggi sehingga cepat menaikkan kadar gula dalam darah. ’’Semakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, semakin besar potensi menaikkan kadar gula darah,’’ jelas dokter spesialis penyakit dalam itu.
Masalah makin serius ketika tepung putih dipadukan dengan minyak jenuh. Lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol. Jenis jajanan tradisional berbahan tepung dan minyak ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari gorengan hingga camilan modern, semuanya bisa jadi jebakan bagi diabetisi-sebutan untuk penderita diabetes.
Kalori Tinggi, Nutrisi Rendah
Beberapa contoh yang sering dikonsumsi antara lain kerupuk, keripik kentang, cilok, cireng, bakso, roti bakar, martabak manis, roti, hingga biskuit. Makanan ini terlihat sepele, tapi justru bisa memperburuk kondisi gula darah. ’’Yang paling menipu adalah kerupuk dan keripik. Pasien merasa kerupuk itu ringan dan aman. Padahal, kadar karbohidratnya tinggi dan nutrisinya rendah,’’ ungkap dokter spesialis penyakit dalam RS Kristen Mojowarno Jombang itu.
Jika dikonsumsi terus-menerus, kadar gula darah menjadi tidak terkontrol. Akibatnya, komplikasi diabetes akan lebih cepat muncul. ’’Resistensi insulin biasanya disebabkan oleh obesitas dan sering disertai dengan kolesterol tinggi,’’ terang pria kelahiran Balikpapan itu. Kondisi itu disebut sindrom metabolik. Menurut Christian, sindrom tersebut mempercepat terjadinya serangan jantung maupun stroke pada penderita diabetes.
Kadar Kolesterol Ikut Naik
Lalu bagaimana dengan orang sehat? Christian menyebut bukan berarti aman seratus persen. ’’Risikonya memang lebih rendah, tapi tetap disarankan jangan banyak dikonsumsi. Kolesterol dan trigliserida bisa tetap naik. Selain itu, faktor inflamasi juga meningkat seiring konsumsi karbohidrat tinggi,’’ jelas dokter 51 tahun itu. Artinya, camilan gurih yang tampak biasa pun bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah kesehatan. Tidak hanya bagi diabetesi, tapi juga bagi siapa saja yang mengonsumsinya berlebihan. (ana/ai)



