Loading...
Minggu Kliwon, 22 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Home
Home
›Home

Desain Open-Closed House dengan Void dan Pocket Garden

Editor-Home
25 November 2025
BERHIAS ROSTER: Fasad Rumah Santhree. Rumah dua lantai itu terlihat tertutup dan sederhana.
Klik untuk perbesar
Ukara Studio

BERHIAS ROSTER: Fasad Rumah Santhree. Rumah dua lantai itu terlihat tertutup dan sederhana.

RUMAH Santhree menjadi oase kecil bagi penghuninya. Pemilik menginginkan hunian yang aman dan tenang, namun tetap memiliki ruang untuk menerima tamu dan keluarga tanpa mengorbankan privasi. Karena itu, diusunglah konsep open–closed house, permainan kontras antara keterbukaan dan ketertutupan. ’’Kami buat tampak luarnya sederhana dan privat, namun begitu melewati batas, terdapat ruang-ruang yang diselingi pocket gardens yang menghadirkan cahaya alami,’’ ujar prinsipal arsitek Ruangan ASA Jiwangga Putra.

Area Tangga Jadi Ruang Transisi

Desain tersebut bukan sekadar permainan visual, tetapi upaya menciptakan pengalaman ruang yang dinamis. Dengan kondisi tapak yang sempit dan berdekatan dengan tetangga, tim arsitek menitikberatkan pada sirkulasi udara dan pencahayaan alami agar setiap ruang tetap terasa lega.

Salah satu strateginya adalah penempatan tangga. Tidak seperti rumah pada umumnya, tangga di Rumah Santhree justru berada di area depan. ’’Desain ini menjadikan tangga berfungsi sebagai ruang transisi,’’ ucapnya.

Keputusan itu melahirkan area semi-terbuka yang berperan ganda sebagai teras sekaligus ruang tamu. ’’Ruang di sekitar tangga menjadi semacam penyaring antara dunia luar dan dalam rumah. Tamu bisa diterima di sini tanpa mengganggu aktivitas keluarga di area pribadi,’’ sambung Jiwangga.

Dari titik ini, alur sirkulasi dibuat fleksibel. Tamu dapat langsung naik ke lantai atas atau menuju ruang keluarga di lantai dasar. Lantai dasar dirancang terbuka tanpa sekat antara ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.

Baca Juga

Rumah Sehat dan Berkelanjutan berkat Jendela Besar

Ventilasi dan Cahaya Optimal

Void di tengah bangunan menjadi elemen penting. Bukaan vertikal ini menghadirkan cahaya alami, memfasilitasi ventilasi silang, sekaligus menyatukan lantai satu dan dua. Dari sisi estetika ruang, void diperkuat bentuk atap pelana yang tinggi.

Elemen lengkung pada koridor lantai dua yang menghadap void, memberi kualitas visual yang lebih lembut, menyeimbangkan kesan monumental atap dengan nuansa ruang yang tetap hangat. Secara keseluruhan, Rumah Santhree menempatkan void sebagai pusat pengolahan ruang dalam. ’’Fungsinya tidak hanya untuk pencahayaan dan ventilasi, tetapi juga berperan sebagai pengikat antar-ruang. Ini yang membuat rumah terasa lega, sehat, dan berkarakter meskipun berdiri di atas lahan terbatas,’’ jelas Jiwangga.

Keberadaan tiga pocket garden turut menghadirkan penghawaan dan pencahayaan alami. Masing-masing tersebar di zona publik, semi-publik, dan privat. Dengan atap terbuka, taman-taman kecil ini menjadi sumber udara segar sekaligus penyeimbang visual di antara massa bangunan yang padat. (lai/ai)

Galeri Foto

OPEN SPACE: Lantai dasar dirancang terbuka tanpa sekat antara ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.
Klik untuk perbesar
Ukara Studio

OPEN SPACE: Lantai dasar dirancang terbuka tanpa sekat antara ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Rumah Bergaya Aksen Lengkung dan Sunken Area

Home
2

Hunian Semi-Industrial yang Nyaman dan Hemat Energi

Home

Berita Terbaru

Rumah Bergaya  Aksen Lengkung dan Sunken Area

Rumah Bergaya Aksen Lengkung dan Sunken Area

Home•18 November 2025
Hunian Semi-Industrial  yang Nyaman dan Hemat Energi

Hunian Semi-Industrial yang Nyaman dan Hemat Energi

Home•10 November 2025
Home
›Home
›Desain Open-Closed House dengan Void dan Pocket Garden
BERHIAS ROSTER: Fasad Rumah Santhree. Rumah dua lantai itu terlihat tertutup dan sederhana.
Home

Desain Open-Closed House dengan Void dan Pocket Garden

Editor-25 November 2025
Klik untuk perbesar

BERHIAS ROSTER: Fasad Rumah Santhree. Rumah dua lantai itu terlihat tertutup dan sederhana.

Ukara Studio

Bagikan artikel ini

RUMAH Santhree menjadi oase kecil bagi penghuninya. Pemilik menginginkan hunian yang aman dan tenang, namun tetap memiliki ruang untuk menerima tamu dan keluarga tanpa mengorbankan privasi. Karena itu, diusunglah konsep open–closed house, permainan kontras antara keterbukaan dan ketertutupan. ’’Kami buat tampak luarnya sederhana dan privat, namun begitu melewati batas, terdapat ruang-ruang yang diselingi pocket gardens yang menghadirkan cahaya alami,’’ ujar prinsipal arsitek Ruangan ASA Jiwangga Putra.

Area Tangga Jadi Ruang Transisi

Desain tersebut bukan sekadar permainan visual, tetapi upaya menciptakan pengalaman ruang yang dinamis. Dengan kondisi tapak yang sempit dan berdekatan dengan tetangga, tim arsitek menitikberatkan pada sirkulasi udara dan pencahayaan alami agar setiap ruang tetap terasa lega.

Salah satu strateginya adalah penempatan tangga. Tidak seperti rumah pada umumnya, tangga di Rumah Santhree justru berada di area depan. ’’Desain ini menjadikan tangga berfungsi sebagai ruang transisi,’’ ucapnya.

Keputusan itu melahirkan area semi-terbuka yang berperan ganda sebagai teras sekaligus ruang tamu. ’’Ruang di sekitar tangga menjadi semacam penyaring antara dunia luar dan dalam rumah. Tamu bisa diterima di sini tanpa mengganggu aktivitas keluarga di area pribadi,’’ sambung Jiwangga.

Dari titik ini, alur sirkulasi dibuat fleksibel. Tamu dapat langsung naik ke lantai atas atau menuju ruang keluarga di lantai dasar. Lantai dasar dirancang terbuka tanpa sekat antara ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.

Baca Juga

Rumah Sehat dan Berkelanjutan berkat Jendela Besar

Ventilasi dan Cahaya Optimal

Void di tengah bangunan menjadi elemen penting. Bukaan vertikal ini menghadirkan cahaya alami, memfasilitasi ventilasi silang, sekaligus menyatukan lantai satu dan dua. Dari sisi estetika ruang, void diperkuat bentuk atap pelana yang tinggi.

Elemen lengkung pada koridor lantai dua yang menghadap void, memberi kualitas visual yang lebih lembut, menyeimbangkan kesan monumental atap dengan nuansa ruang yang tetap hangat. Secara keseluruhan, Rumah Santhree menempatkan void sebagai pusat pengolahan ruang dalam. ’’Fungsinya tidak hanya untuk pencahayaan dan ventilasi, tetapi juga berperan sebagai pengikat antar-ruang. Ini yang membuat rumah terasa lega, sehat, dan berkarakter meskipun berdiri di atas lahan terbatas,’’ jelas Jiwangga.

Keberadaan tiga pocket garden turut menghadirkan penghawaan dan pencahayaan alami. Masing-masing tersebar di zona publik, semi-publik, dan privat. Dengan atap terbuka, taman-taman kecil ini menjadi sumber udara segar sekaligus penyeimbang visual di antara massa bangunan yang padat. (lai/ai)

Galeri Foto

OPEN SPACE: Lantai dasar dirancang terbuka tanpa sekat antara ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.
Klik untuk perbesar
Ukara Studio

OPEN SPACE: Lantai dasar dirancang terbuka tanpa sekat antara ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.

Most Read

1

Rumah Bergaya Aksen Lengkung dan Sunken Area

Home
2

Hunian Semi-Industrial yang Nyaman dan Hemat Energi

Home

Berita Terbaru

Rumah Bergaya  Aksen Lengkung dan Sunken Area

Rumah Bergaya Aksen Lengkung dan Sunken Area

Home•18 November 2025
Hunian Semi-Industrial  yang Nyaman dan Hemat Energi

Hunian Semi-Industrial yang Nyaman dan Hemat Energi

Home•10 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001