Selalu Ada Yang Baru!
RUMAH Santhree menjadi oase kecil bagi penghuninya. Pemilik menginginkan hunian yang aman dan tenang, namun tetap memiliki ruang untuk menerima tamu dan keluarga tanpa mengorbankan privasi. Karena itu, diusunglah konsep open–closed house, permainan kontras antara keterbukaan dan ketertutupan. ’’Kami buat tampak luarnya sederhana dan privat, namun begitu melewati batas, terdapat ruang-ruang yang diselingi pocket gardens yang menghadirkan cahaya alami,’’ ujar prinsipal arsitek Ruangan ASA Jiwangga Putra. ### Area Tangga Jadi Ruang Transisi Desain tersebut bukan sekadar permainan visual, tetapi upaya menciptakan pengalaman ruang yang dinamis. Dengan kondisi tapak yang sempit dan berdekatan dengan tetangga, tim arsitek menitikberatkan pada sirkulasi udara dan pencahayaan alami agar setiap ruang tetap terasa lega. Salah satu strateginya adalah penempatan tangga. Tidak seperti rumah pada umumnya, tangga di Rumah Santhree justru berada di area depan. ’’Desain ini menjadikan tangga berfungsi sebagai ruang transisi,’’ ucapnya. Keputusan itu melahirkan area semi-terbuka yang berperan ganda sebagai teras sekaligus ruang tamu. ’’Ruang di sekitar tangga menjadi semacam penyaring antara dunia luar dan dalam rumah. Tamu bisa diterima di sini tanpa mengganggu aktivitas keluarga di area pribadi,’’ sambung Jiwangga. Dari titik ini, alur sirkulasi dibuat fleksibel. Tamu dapat langsung naik ke lantai atas atau menuju ruang keluarga di lantai dasar. Lantai...