JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) aktif mendorong pemanfaatan sumber pangan lokal nusantara. Khususnya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berkat kampanye pemanfaatan pangan lokal itu, Kementerian Kebudayaan menerima penghargaan Anugerah Bakti Nusantara 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan. Kampanye lewat gerakan pangan lokal untuk MBG itu dijalankan oleh Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Kementerian Kebudayaan.
Restu mengatakan mereka siap mendukung program MBG, sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan itu dilakukan lewat program Gerakan Pangan Lokal Nusantara (GPLN).
"Di tengah tantangan global terhadap keragaman pola konsumsi pangan, Kementerian Kebudayaan tidak sekadar berbicara tentang pelestarian tradisi," jelasnya. Tetapi mengubahnya menjadi gerakan kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal. Karena bagi dia, urusan pangan erat kaitannya dengan nilai-budaya dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Lewat GPLN itu, Kementerian Kebudayaan berupaya menghidupkan kembali nilai budaya dan kearifan lokal dalam ragam sumber pangan tradisional. Seperti sagu, jagung, kacang-kacangan, dan umbi-umbian. "Pangan ini bukan sekadar bahan makan. Tetapi simbol kebersamaan, ketahanan dan keberagaman Indonesia," jelasnya. (wan/bas)



