KERJA SAMA: Penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian dengan pihak swasta di Jakarta (2/12). (Hilmi/Jawa Pos)
JAKARTA - Pemerintah tidak hanya menggenjot produksi padi secara nasional. Tetapi juga komoditas perkebunan, diantaranya adalah kopi. Tahun depan Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran Rp 1 triliun untuk meningkatkan produksi kopi.
Informasi tersebut disampaikan Plt Dirjen Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat. Dia mengatakan, tahun ini serapan anggaran untuk kopi sekitar Rp 289 miliar. "Tahun depan anggaran (untuk kopi) Rp 1,025 triliun," katanya di sela penandatanganan nota kesepahaman Ditjen Perkebunan Kementan dengan Starbucks di Jakarta (2/12).
Dia menjelaskan, alokasi tersebut dikucurkan untuk meningkatkan produksi kopi nasional. Apalagi, selama ini kopi menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Negara tujuan ekspor kopi terbesar Indonesia adalah Amerika Serikat. Sedangkan daerah penghasil kopi yang cukup besar di Indonesia adalah di Aceh.
Roni mengatakan, anggaran Rp 1 triliun itu bakal digunakan untuk 99.500 hektare kebun kopi di seluruh Indonesia. Area tersebut sudah dipetakan di setiap provinsi. Misalnya, di Jawa Timur seluas 7.300 hektare. Kemudian, Jawa Tengah 3.550 hektare. Lalu, di Jawa Barat ada 8.545 hektare. Aceh jadi yang terluas, yaitu 20.400 hektare. "Nantinya di setiap sentra kopi kita bangun pabrik," jelasnya. Sehingga bisa meningkatkan nilai tambah kopi yang dipanen.
Petani kopi bisa mengolah kopinya di pabrik-pabrik yang dibangun pemerintah. Roni mengatakan, perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri kopi bisa ambil bagian di setiap lokasi yang ada. Namun, Roni berpesan supaya menggandeng masyarakat lokal. Aspek pelayanan juga ditingkatkan. Sehingga masyarakat setempat merasa ikut dilibatkan. Dia tidak ingin ada kasus negatif, seperti perusakan kebun kopi oleh oknum warga. "Jadi selain profit oriented, juga harus service oriented," katanya.
Roni menegaskan, Kementan terbuka dengan kolaborasi banyak pihak untuk meningkatkan produksi pertanian. Mulai dari beras, jagung, sampai dengan kopi. Pemerintah bahkan membuka skema pemanfaatan area hutan untuk menanam kopi. Skema itu melalui perhutanan sosial yang ada di Kementerian Kehutanan (Kemenhut). (wan/oni)



