Loading...
Jumat Pon, 20 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Kementerian
Home
›Kementerian

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Editor-Kementerian
3 Desember 2025
KERJA SAMA: Penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian dengan pihak swasta di Jakarta (2/12).
Klik untuk perbesar
Hilmi/Jawa Pos

KERJA SAMA: Penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian dengan pihak swasta di Jakarta (2/12).

KERJA SAMA: Penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian dengan pihak swasta di Jakarta (2/12). (Hilmi/Jawa Pos)

JAKARTA - Pemerintah tidak hanya menggenjot produksi padi secara nasional. Tetapi juga komoditas perkebunan, diantaranya adalah kopi. Tahun depan Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran Rp 1 triliun untuk meningkatkan produksi kopi.

Informasi tersebut disampaikan Plt Dirjen Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat. Dia mengatakan, tahun ini serapan anggaran untuk kopi sekitar Rp 289 miliar. "Tahun depan anggaran (untuk kopi) Rp 1,025 triliun," katanya di sela penandatanganan nota kesepahaman Ditjen Perkebunan Kementan dengan Starbucks di Jakarta (2/12).

Dia menjelaskan, alokasi tersebut dikucurkan untuk meningkatkan produksi kopi nasional. Apalagi, selama ini kopi menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Negara tujuan ekspor kopi terbesar Indonesia adalah Amerika Serikat. Sedangkan daerah penghasil kopi yang cukup besar di Indonesia adalah di Aceh.

Roni mengatakan, anggaran Rp 1 triliun itu bakal digunakan untuk 99.500 hektare kebun kopi di seluruh Indonesia. Area tersebut sudah dipetakan di setiap provinsi. Misalnya, di Jawa Timur seluas 7.300 hektare. Kemudian, Jawa Tengah 3.550 hektare. Lalu, di Jawa Barat ada 8.545 hektare. Aceh jadi yang terluas, yaitu 20.400 hektare. "Nantinya di setiap sentra kopi kita bangun pabrik," jelasnya. Sehingga bisa meningkatkan nilai tambah kopi yang dipanen.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Petani kopi bisa mengolah kopinya di pabrik-pabrik yang dibangun pemerintah. Roni mengatakan, perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri kopi bisa ambil bagian di setiap lokasi yang ada. Namun, Roni berpesan supaya menggandeng masyarakat lokal. Aspek pelayanan juga ditingkatkan. Sehingga masyarakat setempat merasa ikut dilibatkan. Dia tidak ingin ada kasus negatif, seperti perusakan kebun kopi oleh oknum warga. "Jadi selain profit oriented, juga harus service oriented," katanya.

Roni menegaskan, Kementan terbuka dengan kolaborasi banyak pihak untuk meningkatkan produksi pertanian. Mulai dari beras, jagung, sampai dengan kopi. Pemerintah bahkan membuka skema pemanfaatan area hutan untuk menanam kopi. Skema itu melalui perhutanan sosial yang ada di Kementerian Kehutanan (Kemenhut). (wan/oni)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian
2

Mendagri Tito Instruksikan Pemda Siaga Bencana dan Nataru 2026

Kementerian

Berita Terbaru

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Mendagri Tito Instruksikan Pemda Siaga Bencana dan Nataru 2026

Mendagri Tito Instruksikan Pemda Siaga Bencana dan Nataru 2026

Kementerian•2 Desember 2025
Home
›Kementerian
›Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional
KERJA SAMA: Penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian dengan pihak swasta di Jakarta (2/12).
Kementerian

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Editor-3 Desember 2025
Klik untuk perbesar

KERJA SAMA: Penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian dengan pihak swasta di Jakarta (2/12).

Hilmi/Jawa Pos

Bagikan artikel ini

KERJA SAMA: Penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian dengan pihak swasta di Jakarta (2/12). (Hilmi/Jawa Pos)

JAKARTA - Pemerintah tidak hanya menggenjot produksi padi secara nasional. Tetapi juga komoditas perkebunan, diantaranya adalah kopi. Tahun depan Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran Rp 1 triliun untuk meningkatkan produksi kopi.

Informasi tersebut disampaikan Plt Dirjen Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat. Dia mengatakan, tahun ini serapan anggaran untuk kopi sekitar Rp 289 miliar. "Tahun depan anggaran (untuk kopi) Rp 1,025 triliun," katanya di sela penandatanganan nota kesepahaman Ditjen Perkebunan Kementan dengan Starbucks di Jakarta (2/12).

Dia menjelaskan, alokasi tersebut dikucurkan untuk meningkatkan produksi kopi nasional. Apalagi, selama ini kopi menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Negara tujuan ekspor kopi terbesar Indonesia adalah Amerika Serikat. Sedangkan daerah penghasil kopi yang cukup besar di Indonesia adalah di Aceh.

Roni mengatakan, anggaran Rp 1 triliun itu bakal digunakan untuk 99.500 hektare kebun kopi di seluruh Indonesia. Area tersebut sudah dipetakan di setiap provinsi. Misalnya, di Jawa Timur seluas 7.300 hektare. Kemudian, Jawa Tengah 3.550 hektare. Lalu, di Jawa Barat ada 8.545 hektare. Aceh jadi yang terluas, yaitu 20.400 hektare. "Nantinya di setiap sentra kopi kita bangun pabrik," jelasnya. Sehingga bisa meningkatkan nilai tambah kopi yang dipanen.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Petani kopi bisa mengolah kopinya di pabrik-pabrik yang dibangun pemerintah. Roni mengatakan, perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri kopi bisa ambil bagian di setiap lokasi yang ada. Namun, Roni berpesan supaya menggandeng masyarakat lokal. Aspek pelayanan juga ditingkatkan. Sehingga masyarakat setempat merasa ikut dilibatkan. Dia tidak ingin ada kasus negatif, seperti perusakan kebun kopi oleh oknum warga. "Jadi selain profit oriented, juga harus service oriented," katanya.

Roni menegaskan, Kementan terbuka dengan kolaborasi banyak pihak untuk meningkatkan produksi pertanian. Mulai dari beras, jagung, sampai dengan kopi. Pemerintah bahkan membuka skema pemanfaatan area hutan untuk menanam kopi. Skema itu melalui perhutanan sosial yang ada di Kementerian Kehutanan (Kemenhut). (wan/oni)

Most Read

1

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian
2

Mendagri Tito Instruksikan Pemda Siaga Bencana dan Nataru 2026

Kementerian

Berita Terbaru

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Mendagri Tito Instruksikan Pemda Siaga Bencana dan Nataru 2026

Mendagri Tito Instruksikan Pemda Siaga Bencana dan Nataru 2026

Kementerian•2 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001