Loading...
Kamis Pahing, 19 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Kementerian
Home
›Kementerian

Mendagri Tito Instruksikan Pemda Siaga Bencana dan Nataru 2026

Editor-Kementerian
2 Desember 2025
ANTISIPASI: Mendagri Tito Karnavian (kanan) bersama Wamenko Pulkam Lodewijk Freidrich Paulus dalam rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga,  dan kepala daerah di kantor Kemendagri, Jakarta (1/12)
Klik untuk perbesar
RENO ESNIR/ANTARA FOTO

ANTISIPASI: Mendagri Tito Karnavian (kanan) bersama Wamenko Pulkam Lodewijk Freidrich Paulus dalam rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga, dan kepala daerah di kantor Kemendagri, Jakarta (1/12)

JAKARTA-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) segera melakukan langkah antisipasi bencana sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Tito menegaskan bahwa dalam tiga minggu terakhir telah terjadi dua bencana hidrometeorologi besa, longsor dan banjir bandang, di Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Karena itu, mitigasi dari pemda penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah untuk Antisipasi Momentum Natal dan Tahun Baru 2026, yang digelar secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (1/12).

Rapat ini dihadiri Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, Wakil Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Imam Sugianto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian, Suwandi.

“Inti dari rapat ini ada dua: antisipasi bencana dan persiapan Nataru. Ini memerlukan sinergi dan tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Karena itu, kami di tingkat pusat berkumpul dengan para stakeholder terkait. Harapannya, setelah ini kepala daerah segera melakukan rapat dengan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan pemangku kepentingan kebencanaan di daerah,” ujar Tito.

Tito juga mengingatkan pemda untuk memperkuat kesiapan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada masa Nataru, baik transportasi darat, laut, maupun udara. Selain itu, Nataru berpotensi memicu kenaikan harga pangan karena tingginya kebutuhan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

“Oleh karena itu, stok pangan dan kesiapan distribusi perlu diperhatikan,” kata Tito.

Selain kesiapan pangan, Tito meminta pemda dan aparat keamanan memantau titik-titik keramaian pada puncak malam pergantian tahun. Hal ini untuk mencegah terjadinya kepadatan berlebih yang bisa memicu insiden fatal, seperti Tragedi Halloween Itaewon, Korea Selatan, pada 29 Oktober 2022 yang menewaskan lebih dari 150 orang.

“Dimensi keamanan juga penting, baik lalu lintas maupun lokasi wisata dengan potensi bahaya seperti ombak besar. Pada malam tahun baru, titik keramaian seperti di Ancol harus dijaga agar tidak terjadi situasi seperti tragedi Itaewon,” tegas Tito.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan bahwa dua bulan ke depan wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) , sebagian Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Kalimantan akan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi. Ia juga menyebut adanya potensi bibit siklon atau siklon tropis di perairan selatan Indonesia hingga NTT, Laut Arafura, serta selatan Papua.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan yakni Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

“BMKG terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga melalui operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem pada puncak musim hujan dan libur Nataru. Namun, teknologi modifikasi cuaca saat ini masih belum mampu mencegah pembentukan bibit siklon atau mengurangi intensitas siklon,” jelas Fathani.

Baca Juga

101.786 Guru Madrasah dan Pendidikan Agama Lulus PPG

Ia menambahkan, periode November 2025–April 2026 merupakan fase pertumbuhan bibit atau siklon tropis di selatan Indonesia yang berpotensi menimbulkan hujan lebat dan angin kencang.(raf/ali)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Home
›Kementerian
›Mendagri Tito Instruksikan Pemda Siaga Bencana dan Nataru 2026
ANTISIPASI: Mendagri Tito Karnavian (kanan) bersama Wamenko Pulkam Lodewijk Freidrich Paulus dalam rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga,  dan kepala daerah di kantor Kemendagri, Jakarta (1/12)
Kementerian

Mendagri Tito Instruksikan Pemda Siaga Bencana dan Nataru 2026

Editor-2 Desember 2025
Klik untuk perbesar

ANTISIPASI: Mendagri Tito Karnavian (kanan) bersama Wamenko Pulkam Lodewijk Freidrich Paulus dalam rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga, dan kepala daerah di kantor Kemendagri, Jakarta (1/12)

RENO ESNIR/ANTARA FOTO

Bagikan artikel ini

JAKARTA-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) segera melakukan langkah antisipasi bencana sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Tito menegaskan bahwa dalam tiga minggu terakhir telah terjadi dua bencana hidrometeorologi besa, longsor dan banjir bandang, di Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Karena itu, mitigasi dari pemda penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah untuk Antisipasi Momentum Natal dan Tahun Baru 2026, yang digelar secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (1/12).

Rapat ini dihadiri Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, Wakil Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Imam Sugianto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian, Suwandi.

“Inti dari rapat ini ada dua: antisipasi bencana dan persiapan Nataru. Ini memerlukan sinergi dan tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Karena itu, kami di tingkat pusat berkumpul dengan para stakeholder terkait. Harapannya, setelah ini kepala daerah segera melakukan rapat dengan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan pemangku kepentingan kebencanaan di daerah,” ujar Tito.

Tito juga mengingatkan pemda untuk memperkuat kesiapan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada masa Nataru, baik transportasi darat, laut, maupun udara. Selain itu, Nataru berpotensi memicu kenaikan harga pangan karena tingginya kebutuhan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

“Oleh karena itu, stok pangan dan kesiapan distribusi perlu diperhatikan,” kata Tito.

Selain kesiapan pangan, Tito meminta pemda dan aparat keamanan memantau titik-titik keramaian pada puncak malam pergantian tahun. Hal ini untuk mencegah terjadinya kepadatan berlebih yang bisa memicu insiden fatal, seperti Tragedi Halloween Itaewon, Korea Selatan, pada 29 Oktober 2022 yang menewaskan lebih dari 150 orang.

“Dimensi keamanan juga penting, baik lalu lintas maupun lokasi wisata dengan potensi bahaya seperti ombak besar. Pada malam tahun baru, titik keramaian seperti di Ancol harus dijaga agar tidak terjadi situasi seperti tragedi Itaewon,” tegas Tito.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan bahwa dua bulan ke depan wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) , sebagian Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Kalimantan akan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi. Ia juga menyebut adanya potensi bibit siklon atau siklon tropis di perairan selatan Indonesia hingga NTT, Laut Arafura, serta selatan Papua.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan yakni Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

“BMKG terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga melalui operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem pada puncak musim hujan dan libur Nataru. Namun, teknologi modifikasi cuaca saat ini masih belum mampu mencegah pembentukan bibit siklon atau mengurangi intensitas siklon,” jelas Fathani.

Baca Juga

101.786 Guru Madrasah dan Pendidikan Agama Lulus PPG

Ia menambahkan, periode November 2025–April 2026 merupakan fase pertumbuhan bibit atau siklon tropis di selatan Indonesia yang berpotensi menimbulkan hujan lebat dan angin kencang.(raf/ali)

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001