Angeline Virginia Wong punya perhatian dan ingin mengenalkan lebih jauh nilai budaya Indonesia dan Tionghoa. Pelajar SMA Ciputra Surabaya yang menyabet gelar Miss Tionghoa Indonesia 2025 itu punya sekolah kesenian untuk mewujudkan misinya tersebut.
Hadyan Nandana-SURABAYA
Prestasi itu diraihnya pada 3-5 Oktober lalu dalam kompetisi nasional yang dihelat di Hotel Aryaduta, Jakarta. Perempuan yang kini duduk di bangku kelas XII SMA Ciputra Surabaya itu memenangkan prestasi bertaraf nasional dengan persembahan karya fashion.
Karya itu bertajuk The Gold Phoenix Goddess. Busana berwarna merah cerah itu memadukan filosofi budaya Tionghoa dengan karya rajut hasil kebudayaan tradisional Kalimantan Timur. Karya itu dibuatnya dalam kurun waktu tiga bulan saja.
”Saat itu saya begitu optimistis bisa memenangkan ajang Miss Tionghoa itu. Sebab, kepercayaan diri saya meningkat dengan kiprah yang saya ukir sejak kecil, sejak orang tua mengenalkanku dengan dunia kesenian,” ujar Angeline.
Torehan prestasi inilah yang menjadi misi besar baginya untuk terus menyebarkan akulturasi budaya. Baginya, kebudayaan Tionghoa secara historis memiliki kesinambungan yang lekat dengan kebudayaan nasional di hari ini. ”Sesungguhnya setelah melewati ini, misiku, pengorbananku hanya untuk mengenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia di mata internasional,” ucap Angeline.
Perempuan bernama Tionghoa Wang Meiyun itu telah menorehkan banyak prestasi. Di antaranya juara Duta Pariwisata Jawa Timur 2024, Puteri Remaja Lingkungan Jatim 2021, hingga Runner Up 1 Puteri Batik Remaja Indonesia 2021. Dia juga fashion designer dan penyanyi dengan rilisan karya Mandarin. Angeline punya kegiatan sosial dengan mendirikan dan menjadi presiden Cancer Charity Concert yang melibatkan 100 relawan.
Angeline memiliki misi besar dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia di mata internasional. Misi itu ia wadahi dalam sekolah kesenian bernama TWOI (The Wonder of Indonesia) yang dia bangun. Melalui sekolah seni itu ia bermimpi ingin mewujudkan pertunjukan broadway performance yang menceritakan potret periodesasi sejarah pergerakan dan kemerdekaan Indonesia.
”Aku sangat mengagumi sosok Sukarno. Dengan seluruh kekagumanku, aku pingin suatu saat buat pertunjukan broadway tentang masa ke masa sejarah Indonesia. Tujuannya agar ada narasi sejarah yang dibangun dari panggung seni, yang mudah untuk dipahami oleh orang,” ujar Angeline.
Dalam waktu dekat Angeline akan menggelar pertunjukan bertajuk 'Show TWOI' (The Wonder of Indonesia) pada 12 Desember 2025 di Ciputra Hall Surabaya. ”Saya ingin menghadirkan wadah bagi anak muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Nusantara serta Tionghoa,” pungkas Angeline. (*/jun)




