Loading...
Minggu Kliwon, 22 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Parenting
Home
›Parenting

Jelang TKA, Orang Tua Ciptakan Ketenangan, Bukan Ketegangan

Editor-Parenting
1 November 2025
HARUS TENANG:
Siswa SMAN 2 Surabaya
melakukan simulasi TKA Selasa
(28/10). Peran orang tua sangat
penting untuk menjaga
anak agar tidak stres
Klik untuk perbesar
RIANA SETIAWAN/JAWA POS

HARUS TENANG: Siswa SMAN 2 Surabaya melakukan simulasi TKA Selasa (28/10). Peran orang tua sangat penting untuk menjaga anak agar tidak stres

Agar Ananda Tidak Tertekan Menjalani Ujian

Mendekati Tes Kemampuan Akademik (TKA), suasana rumah terasa tegang. Siswa SMA yang bersiap menghadapi ujian ini sering kali tampak cemas, mudah tersinggung, bahkan kehilangan semangat belajar. Orang tua pun was-was akan kemampuan akademis buah hatinya.

’’Tekanan yang muncul bukan hanya soal nilai, tetapi juga soal makna eksistensial: apakah saya cukup pintar dan layak,’’ ujar Nur Ainy Fardana MPsi Psikolog. Kecemasan akademik bisa berdampak pada fisik dan mental. Anak mungkin mengalami sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau merasa tidak percaya diri. Dalam kondisi seperti ini, dukungan emosional dari orang tua sangat menentukan. ’’Ketika anak merasa seluruh masa depannya ditentukan oleh satu ujian, kecemasan akan meningkat. Karena itu, kehadiran orang tua yang menenangkan menjadi sangat penting,’’ jelasnya.

Orang Tua Bantu Kelola Stres

Orang tua berperan sebagai penyeimbang emosi atau co-regulator, yang membantu anak mengelola stres. Remaja memang sudah lebih mandiri, tetapi belum sepenuhnya mampu menenangkan diri. Ainy menyarankan agar orang tua mengganti kalimat yang menekan dengan kalimat yang memvalidasi. Misalnya, daripada berkata, ’’Kamu harus belajar lebih keras’’ lebih baik ucapkan ’’Mama tahu kamu sudah berusaha. Istirahat juga penting supaya otakmu segar lagi.’’ Validasi sederhana seperti itu bisa membuat anak merasa dipahami dan diterima.

Anak yang merasa aman secara emosional akan lebih mudah fokus belajar. ’’Kalau anak merasa dicintai tanpa syarat, dia berani berjuang tanpa takut gagal,’’ ujar Ainy. Rasa aman ini menjadi dasar dari ketahanan mental, terutama menjelang ujian penting seperti TKA.

Baca Juga

Ingat, Jika Nilai TKA Jelek, Siswa Tidak Bisa Banding Lho...

Fokus pada Usaha, Bukan Nilai

Banyak orang tua bermaksud memotivasi anak, tetapi tanpa sadar justru memberi tekanan. Kalimat seperti ’’Kamu harus masuk universitas negeri’’ bisa menimbulkan kecemasan baru. Menurut Ainy, orang tua sebaiknya menekankan pada proses, bukan hasil. Fokus pada usaha dan perkembangan anak, bukan pada nilai semata. Dengan begitu, motivasi anak muncul dari dalam dirinya, bukan karena rasa takut mengecewakan orang tua.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan umum sering terjadi menjelang ujian besar seperti TKA. Misalnya, terlalu menekankan hasil belajar, membuat jadwal belajar yang berlebihan tanpa waktu istirahat, atau sering membandingkan anak dengan teman lain. Ada pula orang tua yang langsung memberi solusi tanpa mendengarkan keluhan anak. ’’Suasana hati orang tua yang stabil menular ke anak, begitu juga sebaliknya. Karena itu, orang tua perlu menyadari bahwa menjaga ketenangan diri adalah bentuk dukungan yang paling nyata,’’ kata dosen Psikolog Pendidikan dan Perkembangan Anak Fakultas Psikologi Unair itu. (ana/ai)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Terbiasa Menulis Halus, Motorik Terlatih, Anak Jadi Disiplin dan Teliti

Parenting
2

Agar Tak Merasa Tersisih, Anak Kandung dan Anak Angkat Harus Diperlakukan Adil

Parenting

Berita Terbaru

Terbiasa Menulis Halus, Motorik Terlatih, Anak Jadi Disiplin dan Teliti

Terbiasa Menulis Halus, Motorik Terlatih, Anak Jadi Disiplin dan Teliti

Parenting•26 November 2025
Agar Tak Merasa Tersisih, Anak Kandung  dan Anak Angkat Harus Diperlakukan Adil

Agar Tak Merasa Tersisih, Anak Kandung dan Anak Angkat Harus Diperlakukan Adil

Parenting•18 November 2025
Home
›Parenting
›Jelang TKA, Orang Tua Ciptakan Ketenangan, Bukan Ketegangan
HARUS TENANG:
Siswa SMAN 2 Surabaya
melakukan simulasi TKA Selasa
(28/10). Peran orang tua sangat
penting untuk menjaga
anak agar tidak stres
Parenting

Jelang TKA, Orang Tua Ciptakan Ketenangan, Bukan Ketegangan

Editor-1 November 2025
Klik untuk perbesar

HARUS TENANG: Siswa SMAN 2 Surabaya melakukan simulasi TKA Selasa (28/10). Peran orang tua sangat penting untuk menjaga anak agar tidak stres

RIANA SETIAWAN/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Agar Ananda Tidak Tertekan Menjalani Ujian

Mendekati Tes Kemampuan Akademik (TKA), suasana rumah terasa tegang. Siswa SMA yang bersiap menghadapi ujian ini sering kali tampak cemas, mudah tersinggung, bahkan kehilangan semangat belajar. Orang tua pun was-was akan kemampuan akademis buah hatinya.

’’Tekanan yang muncul bukan hanya soal nilai, tetapi juga soal makna eksistensial: apakah saya cukup pintar dan layak,’’ ujar Nur Ainy Fardana MPsi Psikolog. Kecemasan akademik bisa berdampak pada fisik dan mental. Anak mungkin mengalami sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau merasa tidak percaya diri. Dalam kondisi seperti ini, dukungan emosional dari orang tua sangat menentukan. ’’Ketika anak merasa seluruh masa depannya ditentukan oleh satu ujian, kecemasan akan meningkat. Karena itu, kehadiran orang tua yang menenangkan menjadi sangat penting,’’ jelasnya.

Orang Tua Bantu Kelola Stres

Orang tua berperan sebagai penyeimbang emosi atau co-regulator, yang membantu anak mengelola stres. Remaja memang sudah lebih mandiri, tetapi belum sepenuhnya mampu menenangkan diri. Ainy menyarankan agar orang tua mengganti kalimat yang menekan dengan kalimat yang memvalidasi. Misalnya, daripada berkata, ’’Kamu harus belajar lebih keras’’ lebih baik ucapkan ’’Mama tahu kamu sudah berusaha. Istirahat juga penting supaya otakmu segar lagi.’’ Validasi sederhana seperti itu bisa membuat anak merasa dipahami dan diterima.

Anak yang merasa aman secara emosional akan lebih mudah fokus belajar. ’’Kalau anak merasa dicintai tanpa syarat, dia berani berjuang tanpa takut gagal,’’ ujar Ainy. Rasa aman ini menjadi dasar dari ketahanan mental, terutama menjelang ujian penting seperti TKA.

Baca Juga

Ingat, Jika Nilai TKA Jelek, Siswa Tidak Bisa Banding Lho...

Fokus pada Usaha, Bukan Nilai

Banyak orang tua bermaksud memotivasi anak, tetapi tanpa sadar justru memberi tekanan. Kalimat seperti ’’Kamu harus masuk universitas negeri’’ bisa menimbulkan kecemasan baru. Menurut Ainy, orang tua sebaiknya menekankan pada proses, bukan hasil. Fokus pada usaha dan perkembangan anak, bukan pada nilai semata. Dengan begitu, motivasi anak muncul dari dalam dirinya, bukan karena rasa takut mengecewakan orang tua.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan umum sering terjadi menjelang ujian besar seperti TKA. Misalnya, terlalu menekankan hasil belajar, membuat jadwal belajar yang berlebihan tanpa waktu istirahat, atau sering membandingkan anak dengan teman lain. Ada pula orang tua yang langsung memberi solusi tanpa mendengarkan keluhan anak. ’’Suasana hati orang tua yang stabil menular ke anak, begitu juga sebaliknya. Karena itu, orang tua perlu menyadari bahwa menjaga ketenangan diri adalah bentuk dukungan yang paling nyata,’’ kata dosen Psikolog Pendidikan dan Perkembangan Anak Fakultas Psikologi Unair itu. (ana/ai)

Most Read

1

Terbiasa Menulis Halus, Motorik Terlatih, Anak Jadi Disiplin dan Teliti

Parenting
2

Agar Tak Merasa Tersisih, Anak Kandung dan Anak Angkat Harus Diperlakukan Adil

Parenting

Berita Terbaru

Terbiasa Menulis Halus, Motorik Terlatih, Anak Jadi Disiplin dan Teliti

Terbiasa Menulis Halus, Motorik Terlatih, Anak Jadi Disiplin dan Teliti

Parenting•26 November 2025
Agar Tak Merasa Tersisih, Anak Kandung  dan Anak Angkat Harus Diperlakukan Adil

Agar Tak Merasa Tersisih, Anak Kandung dan Anak Angkat Harus Diperlakukan Adil

Parenting•18 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001