Loading...
Jumat Pon, 20 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Peluang Usaha
Home
›Peluang Usaha

Andalkan Pemasaran Online, Buketnya Dikirim ke Selebriti

Editor-Peluang Usaha
24 November 2025
ESTETIK: Febri dengan buket pesanan pelanggan. Berkat pemasaran online via Google dan media sosial, jumlah pemesannya kian bertambah.
Klik untuk perbesar
Salman Toyibi/Jawa Pos

ESTETIK: Febri dengan buket pesanan pelanggan. Berkat pemasaran online via Google dan media sosial, jumlah pemesannya kian bertambah.

BERAWAL kegemarannya merangkai bunga, Febri Sekar membangun usaha Florista Sekar. Bisnis ini menjadikan flower box sebagai produk andalan. Beberapa publik figur dan influencer pernah menjadi kliennya.

Febri memulai bisnis floris pada Mei 2024. Tidak hanya offline, tapi juga online lewat Google dan media sosial. Kini, Florista Sekar menjual rata-rata 150 buket bunga per bulan, dengan omzet kotor sekitar Rp 20–25 juta. ’’Kalau dikurangi biaya operasional, laba bersihnya sekitar Rp 15 jutaan. Tapi pas musim seperti Valentine atau hari ibu, bisa naik dua sampai tiga kali lipat,’’ jelasnya.

Tak hanya pelanggan pribadi, beberapa publik figur dan influencer juga pernah menjadi klien Florista Sekar. Hal ini berkat jaringan pertemanan Febri semasa bekerja di dunia media digital ’’Aku pernah bikin untuk Anggis, penyanyi jebolan Indonesian Idol itu. Dari situ mulai banyak exposure di media sosial,’’ katanya. Buket buatannya juga sampai ke tangan Alyssa Daguise dan Enno Lerian.

Flower Box Banyak Diminati

Salah satu produk andalan Florista Sekar adalah flower box, kotak bunga cantik yang tengah digemari pelanggan. Menurut Febri, konsep ini menarik karena praktis dan estetik. ’’Kalau buket kan harus dipegang, sedangkan flower box bisa langsung dipajang. Banyak yang pesan buat grand opening, anniversary, atau ucapan selamat karena bisa jadi pajangan untuk waktu yang lama,” jelasnya.

Baca Juga

Suharno Bawa Batik Tradjumas Asal Depok Melanglang hingga ke Jepang

Salah satu bunga yang sering digunakan untuk flower box adalah lili putih yang melambangkan keberuntungan dan kemurnian, serta mawar merah untuk kesan elegan dan hangat. Permintaan juga bisa disesuaikan dengan tema atau penerima hadiah. ’’Pernah ada pelanggan yang mau kasih untuk grand opening restoran, mereka minta nuansa hijau biar sesuai warna brand. Jadi semuanya bisa kustom,’’ ujar Febri.

Meski kini usahanya stabil, Febri menyebut jalan menuju titik ini penuh tantangan. Dia belajar manajemen stok, strategi harga, dan pemasaran digital secara otodidak. ’’Dulu sempat rugi karena salah hitung harga bunga. Pas Valentine misalnya, harga mawar bisa naik sepuluh kali lipat. Aku pernah jual tanpa untung karena tidak siapin stok dari vendor,’’ ungkapnya.

Analisa Tren Penjualan

Untuk menghindari kesalahan serupa, kini Febri memiliki beberapa pemasok tetap dan rutin menganalisis tren penjualan. Dia juga aktif beriklan di Google untuk menjangkau pelanggan lokal. ’’Kalau di Instagram, orang cuma follow. Tapi kalau di Google, orang yang cari florist terdekat langsung datang dan beli,’’ ujarnya.

Dalam menjalankan usaha, Febri dibantu dua pegawai tetap dan satu freelance. Saat musim sibuk seperti wisuda, valentine, atau Lebaran, dia menambah tenaga sementara. ’’Kadang sampai kewalahan, tapi seru. Apalagi kalau lihat pelanggan senang waktu terima bunga dari kita,’’ katanya.

Bagi Febri, Florista Sekar bukan sekadar bisnis, melainkan sarana untuk menyebarkan kebahagiaan lewat bunga. ’’Bunga itu alat untuk menyampaikan rasa. Bisa cinta, duka, ucapan selamat, atau terima kasih. Aku pengen setiap rangkaian yang keluar dari toko ini punya makna,’’ ujarnya.

Baca Juga

Dari Olah Limbah Tutup Botol, Raih Omzet Rp 900 Juta Per Bulan

Modal Rp 70 Juta, Kini Omzet Rp 25 Juta Per Bulan

Keputusan menekuni dunia florist datang setelah sembilan tahun bekerja di industri media digital. Pandemi dan ancaman pemutusan kerja membuat Febri berpikir ulang tentang masa depannya. ’’Aku kerja hampir 10 tahun, tapi waktu itu banyak teman yang kena layoff. Aku pikir, kalau nggak mulai dari sekarang, kapan lagi?’’ tuturnya.

Dengan modal Rp 70 juta hasil tabungan dan pinjaman, Febri nekat membuka Florista Sekar di sebuah ruko kecil. Enam bulan pertama menjadi masa paling berat. ’’Waktu itu penjualan kecil banget. Aku udah bayar sewa setahun, belanja bunga banyak tapi banyak juga yang mati. Enam bulan pertama sampai pernah nangis karena cuma bisa jual dua sampai tiga buket sehari,’’ ucapnya. Kini, Florista Sekar menjual rata-rata 150 buket bunga per bulan.

Terdapat berbagai jenis rangkaian bunga, mulai dari buket segar, bunga artificial, money bouquet, hingga snack bouquet. Harga produknya terjangkau, mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 200 ribu per rangkaian, menyesuaikan ukuran dan jenis bunga. ’’Kita memang sengaja ambil segmen menengah ke bawah, biar tetap affordable untuk anak kuliah atau pelanggan lokal,’’ katanya. (agf/ai)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Dari Olah Limbah Tutup Botol, Raih Omzet Rp 900 Juta Per Bulan

Peluang Usaha
2

Suharno Bawa Batik Tradjumas Asal Depok Melanglang hingga ke Jepang

Peluang Usaha

Berita Terbaru

Dari Olah Limbah Tutup Botol,  Raih Omzet Rp 900 Juta Per Bulan

Dari Olah Limbah Tutup Botol, Raih Omzet Rp 900 Juta Per Bulan

Peluang Usaha•17 November 2025
Suharno Bawa Batik Tradjumas Asal Depok  Melanglang hingga ke Jepang

Suharno Bawa Batik Tradjumas Asal Depok Melanglang hingga ke Jepang

Peluang Usaha•5 November 2025
Home
›Peluang Usaha
›Andalkan Pemasaran Online, Buketnya Dikirim ke Selebriti
ESTETIK: Febri dengan buket pesanan pelanggan. Berkat pemasaran online via Google dan media sosial, jumlah pemesannya kian bertambah.
Peluang Usaha

Andalkan Pemasaran Online, Buketnya Dikirim ke Selebriti

Editor-24 November 2025
Klik untuk perbesar

ESTETIK: Febri dengan buket pesanan pelanggan. Berkat pemasaran online via Google dan media sosial, jumlah pemesannya kian bertambah.

Salman Toyibi/Jawa Pos

Bagikan artikel ini

BERAWAL kegemarannya merangkai bunga, Febri Sekar membangun usaha Florista Sekar. Bisnis ini menjadikan flower box sebagai produk andalan. Beberapa publik figur dan influencer pernah menjadi kliennya.

Febri memulai bisnis floris pada Mei 2024. Tidak hanya offline, tapi juga online lewat Google dan media sosial. Kini, Florista Sekar menjual rata-rata 150 buket bunga per bulan, dengan omzet kotor sekitar Rp 20–25 juta. ’’Kalau dikurangi biaya operasional, laba bersihnya sekitar Rp 15 jutaan. Tapi pas musim seperti Valentine atau hari ibu, bisa naik dua sampai tiga kali lipat,’’ jelasnya.

Tak hanya pelanggan pribadi, beberapa publik figur dan influencer juga pernah menjadi klien Florista Sekar. Hal ini berkat jaringan pertemanan Febri semasa bekerja di dunia media digital ’’Aku pernah bikin untuk Anggis, penyanyi jebolan Indonesian Idol itu. Dari situ mulai banyak exposure di media sosial,’’ katanya. Buket buatannya juga sampai ke tangan Alyssa Daguise dan Enno Lerian.

Flower Box Banyak Diminati

Salah satu produk andalan Florista Sekar adalah flower box, kotak bunga cantik yang tengah digemari pelanggan. Menurut Febri, konsep ini menarik karena praktis dan estetik. ’’Kalau buket kan harus dipegang, sedangkan flower box bisa langsung dipajang. Banyak yang pesan buat grand opening, anniversary, atau ucapan selamat karena bisa jadi pajangan untuk waktu yang lama,” jelasnya.

Baca Juga

Suharno Bawa Batik Tradjumas Asal Depok Melanglang hingga ke Jepang

Salah satu bunga yang sering digunakan untuk flower box adalah lili putih yang melambangkan keberuntungan dan kemurnian, serta mawar merah untuk kesan elegan dan hangat. Permintaan juga bisa disesuaikan dengan tema atau penerima hadiah. ’’Pernah ada pelanggan yang mau kasih untuk grand opening restoran, mereka minta nuansa hijau biar sesuai warna brand. Jadi semuanya bisa kustom,’’ ujar Febri.

Meski kini usahanya stabil, Febri menyebut jalan menuju titik ini penuh tantangan. Dia belajar manajemen stok, strategi harga, dan pemasaran digital secara otodidak. ’’Dulu sempat rugi karena salah hitung harga bunga. Pas Valentine misalnya, harga mawar bisa naik sepuluh kali lipat. Aku pernah jual tanpa untung karena tidak siapin stok dari vendor,’’ ungkapnya.

Analisa Tren Penjualan

Untuk menghindari kesalahan serupa, kini Febri memiliki beberapa pemasok tetap dan rutin menganalisis tren penjualan. Dia juga aktif beriklan di Google untuk menjangkau pelanggan lokal. ’’Kalau di Instagram, orang cuma follow. Tapi kalau di Google, orang yang cari florist terdekat langsung datang dan beli,’’ ujarnya.

Dalam menjalankan usaha, Febri dibantu dua pegawai tetap dan satu freelance. Saat musim sibuk seperti wisuda, valentine, atau Lebaran, dia menambah tenaga sementara. ’’Kadang sampai kewalahan, tapi seru. Apalagi kalau lihat pelanggan senang waktu terima bunga dari kita,’’ katanya.

Bagi Febri, Florista Sekar bukan sekadar bisnis, melainkan sarana untuk menyebarkan kebahagiaan lewat bunga. ’’Bunga itu alat untuk menyampaikan rasa. Bisa cinta, duka, ucapan selamat, atau terima kasih. Aku pengen setiap rangkaian yang keluar dari toko ini punya makna,’’ ujarnya.

Baca Juga

Dari Olah Limbah Tutup Botol, Raih Omzet Rp 900 Juta Per Bulan

Modal Rp 70 Juta, Kini Omzet Rp 25 Juta Per Bulan

Keputusan menekuni dunia florist datang setelah sembilan tahun bekerja di industri media digital. Pandemi dan ancaman pemutusan kerja membuat Febri berpikir ulang tentang masa depannya. ’’Aku kerja hampir 10 tahun, tapi waktu itu banyak teman yang kena layoff. Aku pikir, kalau nggak mulai dari sekarang, kapan lagi?’’ tuturnya.

Dengan modal Rp 70 juta hasil tabungan dan pinjaman, Febri nekat membuka Florista Sekar di sebuah ruko kecil. Enam bulan pertama menjadi masa paling berat. ’’Waktu itu penjualan kecil banget. Aku udah bayar sewa setahun, belanja bunga banyak tapi banyak juga yang mati. Enam bulan pertama sampai pernah nangis karena cuma bisa jual dua sampai tiga buket sehari,’’ ucapnya. Kini, Florista Sekar menjual rata-rata 150 buket bunga per bulan.

Terdapat berbagai jenis rangkaian bunga, mulai dari buket segar, bunga artificial, money bouquet, hingga snack bouquet. Harga produknya terjangkau, mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 200 ribu per rangkaian, menyesuaikan ukuran dan jenis bunga. ’’Kita memang sengaja ambil segmen menengah ke bawah, biar tetap affordable untuk anak kuliah atau pelanggan lokal,’’ katanya. (agf/ai)

Most Read

1

Dari Olah Limbah Tutup Botol, Raih Omzet Rp 900 Juta Per Bulan

Peluang Usaha
2

Suharno Bawa Batik Tradjumas Asal Depok Melanglang hingga ke Jepang

Peluang Usaha

Berita Terbaru

Dari Olah Limbah Tutup Botol,  Raih Omzet Rp 900 Juta Per Bulan

Dari Olah Limbah Tutup Botol, Raih Omzet Rp 900 Juta Per Bulan

Peluang Usaha•17 November 2025
Suharno Bawa Batik Tradjumas Asal Depok  Melanglang hingga ke Jepang

Suharno Bawa Batik Tradjumas Asal Depok Melanglang hingga ke Jepang

Peluang Usaha•5 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001