Loading...
Sabtu Pahing, 14 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Gresik
Home
›Gresik

CJH Lansia Gresik Diupayakan Dapat Subsidi Kursi Roda dan Jasa Dorong

Editor-Gresik
10 November 2025
TAHAP AWAL: Salah seorang CJH menjalani pemeriksaan di puskesmas. Proses ini merupakan bagian dari pemenuhan syarat kesehatan agar bisa berangkat haji tahun depan.
Klik untuk perbesar
GALIH WICAKSONO/JAWA POS

TAHAP AWAL: Salah seorang CJH menjalani pemeriksaan di puskesmas. Proses ini merupakan bagian dari pemenuhan syarat kesehatan agar bisa berangkat haji tahun depan.

GRESIK- Pada musim haji 2025 lalu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani terjun langsung menjadi petugas haji. Ia ikut mendampingi para jemaah asal Gresik menjalani seluruh prosesi ibadah di Tanah Suci.

Tak hanya itu, Gus Yani –sapaan akrabnya– juga memantau langsung kualitas layanan para jemaah. Secara umum, pelayanan sudah cukup baik. Meski demikian, tetap ada sejumlah catata n, terutama terkait layanan yang dibutuhkan jemaah namun belum terakomodasi.

Catatan-catatan itulah yang bakal dibenahi pada musim haji 2026. Karena itu, jelang pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) 2026, Pemkab menyiapkan beberapa layanan tambahan bagi jemaah asal Gresik.

Salah satunya subsidi jasa sewa kursi roda dan petugas pendorong saat beribadah di kawasan Masjidil Haram, Makkah. Selama ini, jemaah –terutama lansia– harus merogoh kocek sekitar 300 riyal atau setara Rp 1,2 juta.

Pada musim haji 2026, Pemkab berencana mengalokasikan anggaran untuk menanggung sebagian biaya tersebut. ”Setiap tahunnya, 25 persen CJH dari Gresik adalah lansia. Sebagian di antaranya butuh kursi roda,” kata Gus Yani.

Jumlah itu, lanjut dia, masih berpotensi bertambah. Sebab, tak sedikit jemaah yang baru membutuhkan kursi roda setelah tiba di Tanah Suci. ”Karena itu, kita upayakan bisa memberikan subsidi penyediaan kursi roda ini,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab juga mengevaluasi ketersediaan tenaga kesehatan. Selama ini, setiap kelompok terbang (kloter) berisi rata-rata 376 jemaah hanya dilayani satu dokter dan satu perawat.

Baca Juga

Drainase Berhias Kasur hingga Perabot Rumah Tangga, Banjir Kota pun Sulit Reda

Kondisi tersebut membuat petugas kesehatan kewalahan saat banyak jemaah membutuhkan penanganan medis. ”Makanya kita evaluasi agar pelaksanaan tahun berikutnya bisa lebih baik,” ucapnya.

Pemkab juga menjajaki opsi penambahan tenaga kesehatan dan obat-obatan. ”Sebab, stok sejumlah obat sempat menipis. Sampai-sampai, saya titip ke jemaah Gresik yang berangkat belakangan untuk membawa beberapa obat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gresik Lulus mengatakan, ketersediaan kursi roda bagi jemaah lansia memang sangat penting.

Selama ini, pendataan jemaah yang membutuhkan kursi roda dilakukan oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji). ”Setelah itu, mereka membayar biaya resmi 300 riyal,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Lulus, keberadaan tenaga kesehatan juga sangat vital. Terutama saat pelaksanaan ibadah inti haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). ”Banyak jemaah kelelahan hingga kesehatannya drop. Sehingga nakes kloter cukup kewalahan,” tuturnya. (son/ris)

Galeri Foto

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani
Klik untuk perbesar
GALIH WICAKSONO/JAWA POS

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025
Home
›Gresik
›CJH Lansia Gresik Diupayakan Dapat Subsidi Kursi Roda dan Jasa Dorong
TAHAP AWAL: Salah seorang CJH menjalani pemeriksaan di puskesmas. Proses ini merupakan bagian dari pemenuhan syarat kesehatan agar bisa berangkat haji tahun depan.
Gresik

CJH Lansia Gresik Diupayakan Dapat Subsidi Kursi Roda dan Jasa Dorong

Editor-10 November 2025
Klik untuk perbesar

TAHAP AWAL: Salah seorang CJH menjalani pemeriksaan di puskesmas. Proses ini merupakan bagian dari pemenuhan syarat kesehatan agar bisa berangkat haji tahun depan.

GALIH WICAKSONO/JAWA POS

Bagikan artikel ini

GRESIK- Pada musim haji 2025 lalu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani terjun langsung menjadi petugas haji. Ia ikut mendampingi para jemaah asal Gresik menjalani seluruh prosesi ibadah di Tanah Suci.

Tak hanya itu, Gus Yani –sapaan akrabnya– juga memantau langsung kualitas layanan para jemaah. Secara umum, pelayanan sudah cukup baik. Meski demikian, tetap ada sejumlah catata n, terutama terkait layanan yang dibutuhkan jemaah namun belum terakomodasi.

Catatan-catatan itulah yang bakal dibenahi pada musim haji 2026. Karena itu, jelang pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) 2026, Pemkab menyiapkan beberapa layanan tambahan bagi jemaah asal Gresik.

Salah satunya subsidi jasa sewa kursi roda dan petugas pendorong saat beribadah di kawasan Masjidil Haram, Makkah. Selama ini, jemaah –terutama lansia– harus merogoh kocek sekitar 300 riyal atau setara Rp 1,2 juta.

Pada musim haji 2026, Pemkab berencana mengalokasikan anggaran untuk menanggung sebagian biaya tersebut. ”Setiap tahunnya, 25 persen CJH dari Gresik adalah lansia. Sebagian di antaranya butuh kursi roda,” kata Gus Yani.

Jumlah itu, lanjut dia, masih berpotensi bertambah. Sebab, tak sedikit jemaah yang baru membutuhkan kursi roda setelah tiba di Tanah Suci. ”Karena itu, kita upayakan bisa memberikan subsidi penyediaan kursi roda ini,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab juga mengevaluasi ketersediaan tenaga kesehatan. Selama ini, setiap kelompok terbang (kloter) berisi rata-rata 376 jemaah hanya dilayani satu dokter dan satu perawat.

Baca Juga

Drainase Berhias Kasur hingga Perabot Rumah Tangga, Banjir Kota pun Sulit Reda

Kondisi tersebut membuat petugas kesehatan kewalahan saat banyak jemaah membutuhkan penanganan medis. ”Makanya kita evaluasi agar pelaksanaan tahun berikutnya bisa lebih baik,” ucapnya.

Pemkab juga menjajaki opsi penambahan tenaga kesehatan dan obat-obatan. ”Sebab, stok sejumlah obat sempat menipis. Sampai-sampai, saya titip ke jemaah Gresik yang berangkat belakangan untuk membawa beberapa obat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gresik Lulus mengatakan, ketersediaan kursi roda bagi jemaah lansia memang sangat penting.

Selama ini, pendataan jemaah yang membutuhkan kursi roda dilakukan oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji). ”Setelah itu, mereka membayar biaya resmi 300 riyal,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Lulus, keberadaan tenaga kesehatan juga sangat vital. Terutama saat pelaksanaan ibadah inti haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). ”Banyak jemaah kelelahan hingga kesehatannya drop. Sehingga nakes kloter cukup kewalahan,” tuturnya. (son/ris)

Galeri Foto

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani
Klik untuk perbesar
GALIH WICAKSONO/JAWA POS

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001