Loading...
Sabtu Wage, 21 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Gresik
Home
›Gresik

Drainase Berhias Kasur hingga Perabot Rumah Tangga, Banjir Kota pun Sulit Reda

Editor-Gresik
24 November 2025
PEMILIKNYA SADAR: Petugas DCKPKP Gresik membongkar tembok rumah salah satu warga di Kramat Langon pada Sabtu (22/11) lalu. Tembok itu membuat saluran di sebelahnya menyempit.
Klik untuk perbesar
GALIH WICAKSONO/JAWA POS

PEMILIKNYA SADAR: Petugas DCKPKP Gresik membongkar tembok rumah salah satu warga di Kramat Langon pada Sabtu (22/11) lalu. Tembok itu membuat saluran di sebelahnya menyempit.

Menangani Banjir Tahunan di Wilayah Gresik (2)

Tembok rumah warga di Jalan Kramat Langon, Kecamatan Gresik, terpaksa dibongkar oleh tim Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik pada akhir pekan lalu.

Pemicunya, tembok itu berdiri di atas saluran air. Keberadaan tembok tersebut diduga menjadi salah satu penyebab banjir di sebagian wilayah kota. Sebab, tembok itu membuat saluran menyempit. Dari awalnya berdiameter 60–80 sentimeter, kini tinggal 35 sentimeter.

”Kami ajak ngobrol pemilik rumah dan menyadari. Dan Alhamdulillah pemilik berinisiatif membongkar sendiri. Kami apresiasi atas kesadarannya,” kata Kepala DCKPKP Gresik Ida Lailatus Sa’diyah.

Selain di Kramat Langon, DCKPKP mensinyalir masih banyak saluran-saluran drainase di wilayah perkotaan yang fungsinya terganggu akibat bangunan milik warga. Situasi itulah yang membuat banjir di perkotaan sulit teratasi tuntas.

Tak hanya masalah bangunan, jaringan drainase di wilayah perkotaan juga masih terganggu problem klasik: tumpukan sampah beraneka ragam. Mulai sampah kecil hingga sampah berukuran besar seperti kasur bekas, ranjang bekas, hingga perabot yang dibuang sembarangan.

Praktik tidak bertanggung jawab itu berkali-kali ditemukan tim DCKPKP saat membersihkan saluran drainase yang mengarah ke hilir. Di antaranya di Pulopancikan hingga Lumpur.

Kualitas jaringan drainase juga menjadi pemicu utama banjir di wilayah perbatasan kota. Seperti di sepanjang jalur protokol Gresik Kota Baru (GKB), wilayah Suci (Manyar), hingga kawasan Bunder. (son/ris)

Baca Juga

Terlibat Konflik, Dua Pegawai DPUTR Gresik Segera Dipanggil

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025
Home
›Gresik
›Drainase Berhias Kasur hingga Perabot Rumah Tangga, Banjir Kota pun Sulit Reda
PEMILIKNYA SADAR: Petugas DCKPKP Gresik membongkar tembok rumah salah satu warga di Kramat Langon pada Sabtu (22/11) lalu. Tembok itu membuat saluran di sebelahnya menyempit.
Gresik

Drainase Berhias Kasur hingga Perabot Rumah Tangga, Banjir Kota pun Sulit Reda

Editor-24 November 2025
Klik untuk perbesar

PEMILIKNYA SADAR: Petugas DCKPKP Gresik membongkar tembok rumah salah satu warga di Kramat Langon pada Sabtu (22/11) lalu. Tembok itu membuat saluran di sebelahnya menyempit.

GALIH WICAKSONO/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Menangani Banjir Tahunan di Wilayah Gresik (2)

Tembok rumah warga di Jalan Kramat Langon, Kecamatan Gresik, terpaksa dibongkar oleh tim Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik pada akhir pekan lalu.

Pemicunya, tembok itu berdiri di atas saluran air. Keberadaan tembok tersebut diduga menjadi salah satu penyebab banjir di sebagian wilayah kota. Sebab, tembok itu membuat saluran menyempit. Dari awalnya berdiameter 60–80 sentimeter, kini tinggal 35 sentimeter.

”Kami ajak ngobrol pemilik rumah dan menyadari. Dan Alhamdulillah pemilik berinisiatif membongkar sendiri. Kami apresiasi atas kesadarannya,” kata Kepala DCKPKP Gresik Ida Lailatus Sa’diyah.

Selain di Kramat Langon, DCKPKP mensinyalir masih banyak saluran-saluran drainase di wilayah perkotaan yang fungsinya terganggu akibat bangunan milik warga. Situasi itulah yang membuat banjir di perkotaan sulit teratasi tuntas.

Tak hanya masalah bangunan, jaringan drainase di wilayah perkotaan juga masih terganggu problem klasik: tumpukan sampah beraneka ragam. Mulai sampah kecil hingga sampah berukuran besar seperti kasur bekas, ranjang bekas, hingga perabot yang dibuang sembarangan.

Praktik tidak bertanggung jawab itu berkali-kali ditemukan tim DCKPKP saat membersihkan saluran drainase yang mengarah ke hilir. Di antaranya di Pulopancikan hingga Lumpur.

Kualitas jaringan drainase juga menjadi pemicu utama banjir di wilayah perbatasan kota. Seperti di sepanjang jalur protokol Gresik Kota Baru (GKB), wilayah Suci (Manyar), hingga kawasan Bunder. (son/ris)

Baca Juga

Terlibat Konflik, Dua Pegawai DPUTR Gresik Segera Dipanggil

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001