Loading...
Kamis Pahing, 19 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Gresik
Home
›Gresik

Deretan Tanggul Jebol Picu Luapan Kali Lamong, Perbaikan Darurat Dipercepat

Editor-Gresik
24 November 2025
TIDAK KUAT: Tim penanggulangan bencana memantau tanggul Kali Lamong di Desa Dadapkuning, Cerme yang jebol akibat tak kuat menahan arus air yang makin deras.
Klik untuk perbesar
LUDRY PRAYOGA/JAWA POS

TIDAK KUAT: Tim penanggulangan bencana memantau tanggul Kali Lamong di Desa Dadapkuning, Cerme yang jebol akibat tak kuat menahan arus air yang makin deras.

Menangani Banjir Tahunan di Wilayah Gresik (1)

Banjir di wilayah-wilayah langganan masih jadi PR yang ditangani oleh pemangku kebijakan di Gresik. Tak hanya banjir akibat luapan daerah aliran sungai (DAS) yang melintasi wilayah Kota Pudak, tapi juga banjir tengah kota.

==================================================

Selama beberapa tahun terakhir, atensi pemkab terhadap penanganan banjir tahunan akibat luapan Kali Lamong sebenarnya sudah besar. Sederet proyek besar digulirkan.

Salah satunya adalah revitalisasi dan normalisasi sungai serta anak sungai di wilayah aliran. Lewat proyek ini, fungsi dan daya tampung Kali Lamong dimaksimalkan.

Tak hanya itu, pemkab juga menggulirkan metode baru, yakni mendirikan kolam retensi (penampungan). Satu sudah beroperasi, yakni di kawasan Tambakberas (Cerme). Selanjutnya, kolam ini dibangun di titik lain di wilayah lintasan Kali Lamong. Proyeksinya ada lima titik.

Hanya saja, sejauh ini banjir akibat luapan Kali Lamong masih terjadi. Bahkan, banjir sudah muncul di awal masa musim penghujan. Namun, area yang terdampak di fase awal berbeda. Biasanya hulu lebih dulu.

Tapi saat ini, yang paling terdampak adalah wilayah hilir, terutama di Menganti, sebagian Kedamean, dan Cerme. ”Dari hasil evaluasi, banjir dipicu jebolnya tanggul-tanggul sungai di wilayah tersebut. Ini yang perlu jadi atensi,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.

Di Menganti, jebolnya tanggul di Desa Pranti membuat air meluber ke permukiman dan persawahan di sejumlah wilayah. Situasi sama terjadi di Kedamean. Jebolnya tangkis penahan air di Glindah dan Lampah juga memicu banjir.

Baca Juga

Drainase Berhias Kasur hingga Perabot Rumah Tangga, Banjir Kota pun Sulit Reda

Kasus tanggul jebol juga terjadi di wilayah Kecamatan Cerme. Dua tangkis di Desa Dadapkuning ambrol akibat tergerus aliran sungai yang deras. ”Panjang gerusan sekitar 5 meter dengan kedalaman mencapai 2,5 meter,” kata Kepala BPBD Gresik Sukardi.

Dari hasil evaluasi, tanggul-tanggul itu tidak kuat menahan kenaikan debit air dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu memang belum sampai berdampak ke permukiman warga. Namun, 70 hektare sawah dan tambak di tiga desa masih terendam. Yakni di Morowudi, Pandu, dan Dadapkuning.

Sejauh ini, tim penanggulangan bencana tengah melakukan langkah perbaikan darurat, yakni memasang penahan berupa 2 ribu karung sak berisi pasir serta penguatan titik tanggul lainnya pada wilayah hilir Kali Lamong, yakni Cerme dan Menganti.

Sementara itu, untuk banjir di wilayah hulu (yakni di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang) sejauh ini sudah berangsur surut. Baik di wilayah permukiman, persawahan, hingga jalan desa. ”Namun, kami tetap menyiagakan posko darurat dan dapur umum,” tandas Sukardi.

Potensi banjir juga masih rawan terjadi di wilayah lintasan sungai lain. Di wilayah Bungah dan sekitarnya masih berpotensi terkena banjir ketika Bengawan Solo meluap. Demikian pula di wilayah Driyorejo-sekitar. Jika Kali Surabaya meluap, banjir masih kerap menyapa. (yog/ris)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025
Home
›Gresik
›Deretan Tanggul Jebol Picu Luapan Kali Lamong, Perbaikan Darurat Dipercepat
TIDAK KUAT: Tim penanggulangan bencana memantau tanggul Kali Lamong di Desa Dadapkuning, Cerme yang jebol akibat tak kuat menahan arus air yang makin deras.
Gresik

Deretan Tanggul Jebol Picu Luapan Kali Lamong, Perbaikan Darurat Dipercepat

Editor-24 November 2025
Klik untuk perbesar

TIDAK KUAT: Tim penanggulangan bencana memantau tanggul Kali Lamong di Desa Dadapkuning, Cerme yang jebol akibat tak kuat menahan arus air yang makin deras.

LUDRY PRAYOGA/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Menangani Banjir Tahunan di Wilayah Gresik (1)

Banjir di wilayah-wilayah langganan masih jadi PR yang ditangani oleh pemangku kebijakan di Gresik. Tak hanya banjir akibat luapan daerah aliran sungai (DAS) yang melintasi wilayah Kota Pudak, tapi juga banjir tengah kota.

==================================================

Selama beberapa tahun terakhir, atensi pemkab terhadap penanganan banjir tahunan akibat luapan Kali Lamong sebenarnya sudah besar. Sederet proyek besar digulirkan.

Salah satunya adalah revitalisasi dan normalisasi sungai serta anak sungai di wilayah aliran. Lewat proyek ini, fungsi dan daya tampung Kali Lamong dimaksimalkan.

Tak hanya itu, pemkab juga menggulirkan metode baru, yakni mendirikan kolam retensi (penampungan). Satu sudah beroperasi, yakni di kawasan Tambakberas (Cerme). Selanjutnya, kolam ini dibangun di titik lain di wilayah lintasan Kali Lamong. Proyeksinya ada lima titik.

Hanya saja, sejauh ini banjir akibat luapan Kali Lamong masih terjadi. Bahkan, banjir sudah muncul di awal masa musim penghujan. Namun, area yang terdampak di fase awal berbeda. Biasanya hulu lebih dulu.

Tapi saat ini, yang paling terdampak adalah wilayah hilir, terutama di Menganti, sebagian Kedamean, dan Cerme. ”Dari hasil evaluasi, banjir dipicu jebolnya tanggul-tanggul sungai di wilayah tersebut. Ini yang perlu jadi atensi,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.

Di Menganti, jebolnya tanggul di Desa Pranti membuat air meluber ke permukiman dan persawahan di sejumlah wilayah. Situasi sama terjadi di Kedamean. Jebolnya tangkis penahan air di Glindah dan Lampah juga memicu banjir.

Baca Juga

Drainase Berhias Kasur hingga Perabot Rumah Tangga, Banjir Kota pun Sulit Reda

Kasus tanggul jebol juga terjadi di wilayah Kecamatan Cerme. Dua tangkis di Desa Dadapkuning ambrol akibat tergerus aliran sungai yang deras. ”Panjang gerusan sekitar 5 meter dengan kedalaman mencapai 2,5 meter,” kata Kepala BPBD Gresik Sukardi.

Dari hasil evaluasi, tanggul-tanggul itu tidak kuat menahan kenaikan debit air dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu memang belum sampai berdampak ke permukiman warga. Namun, 70 hektare sawah dan tambak di tiga desa masih terendam. Yakni di Morowudi, Pandu, dan Dadapkuning.

Sejauh ini, tim penanggulangan bencana tengah melakukan langkah perbaikan darurat, yakni memasang penahan berupa 2 ribu karung sak berisi pasir serta penguatan titik tanggul lainnya pada wilayah hilir Kali Lamong, yakni Cerme dan Menganti.

Sementara itu, untuk banjir di wilayah hulu (yakni di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang) sejauh ini sudah berangsur surut. Baik di wilayah permukiman, persawahan, hingga jalan desa. ”Namun, kami tetap menyiagakan posko darurat dan dapur umum,” tandas Sukardi.

Potensi banjir juga masih rawan terjadi di wilayah lintasan sungai lain. Di wilayah Bungah dan sekitarnya masih berpotensi terkena banjir ketika Bengawan Solo meluap. Demikian pula di wilayah Driyorejo-sekitar. Jika Kali Surabaya meluap, banjir masih kerap menyapa. (yog/ris)

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001