GRESIK – Modus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Pudak semakin beragam. Salah satunya dilakukan oleh dua pria, Suladi dan Nur Cholis, yang menggondol motor korban dengan berpura-pura menawarkan pekerjaan.
Aksi keduanya tidak main-main. Total empat orang menjadi korban. Namun pada aksi terakhir, keberuntungan mereka habis. Tim Satreskrim Polres Gresik berhasil meringkus keduanya. Suladi ditangkap di Terminal Bunder saat hendak pulang ke rumahnya di Mantup, Lamongan, sedangkan Nur Cholis diciduk di rumahnya di Desa Dadapkuning, Cerme.
Aksi terakhir dilakukan terhadap korban bernama M. Nain pada Selasa (11/11). Suladi menawarkan pekerjaan berupa memotong rumput di wilayah Desa Betoyo, Manyar, dengan imbalan Rp 1 juta. ”Dengan iming-iming upah Rp 1 juta,” ujar Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan.
Korban terpikat. Saat sibuk bekerja, tersangka meminjam motor bernopol W 4440 JG dengan alasan untuk membeli rokok. ”Namun motor tersebut justru dibawa kabur,” jelas Asyraf.
Motor itu kemudian dijual Suladi kepada Nur Cholis yang berperan sebagai penadah, dengan harga Rp 3 juta. Korban lalu melapor ke polisi. Dari hasil penyelidikan, identitas kedua pelaku terungkap. Suladi lebih dulu ditangkap, disusul Nur Cholis. ”Kami mengamankan motor korban serta barang bukti lainnya,” tandas alumnus Akpol 2024 itu.
Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya sudah empat kali beraksi, masing-masing di Kebomas, Gresik Kota, dan Manyar.
Saat digelandang petugas, keduanya irit bicara. Mereka bahkan mengaku tidak saling kenal dan hanya berhubungan saat transaksi motor curian. ”Saya beli karena murah, untuk dipakai sehari-hari,” dalih Cholis. (yog/ris)



