GRESIK – Sejak berdiri pada 1 Juli 1993 silam, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Furqon Driyorejo terus menunjukkan perkembangan pesat. Pesantren tersebut kini mampu menjadi salah satu lembaga yang berhasil mengembangkan konsep pendidikan Islam terpadu di kawasan Gresik selatan.
Lewat konsep tersebut, PP Al Furqon Driyorejo memadukan pendidikan agama, tahfidz Al-Qur’an, serta pembelajaran umum berbasis karakter.
Kini, pesantren tersebut memiliki 1.500 santri yang tersebar di tiga lembaga. Yakni Ponpes Al-Furqon Pusat (Wedoroanom, Driyorejo), Ponpes Al-Furqon 2 (Kota Baru Driyorejo), dan Ponpes Al-Furqon 3 (Karangasem Karangandong, Driyorejo).
Selain itu, Ponpes Al Furqon Driyorejo juga memiliki jenjang pendidikan formal yang lengkap, mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), SD, SMP umum, SMPB, hingga SMA–SMK.
”Kami ingin melahirkan santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi dunia modern dengan kemampuan akademik dan teknologi yang mumpuni,” ujar pimpinan Ponpes Al Furqon Driyorejo KH Mashuri Abdurrohim.
Untuk mewujudkan misi itu, sederet program pendidikan unggulan digulirkan di pesantren itu. Seperti tahfidz Al-Qur’an, pembinaan karakter, kewirausahaan, dan ekstrakurikuler seni islami. ”Kami tidak hanya mendidik santri untuk menjadi alim, tapi juga santri yang ahli dzikir, ahli fikir, ahli ikhtiar, dan ahli tawakal,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga ini juga terus melakukan pengembangan sarana dan prasarana. Usaha ini untuk memberikan kenyamanan dan kualitas pendidikan bagi seluruh santri di lingkungan pesantren. (son/ris)




