GRESIK - Program pembangunan fasilitas rawat inap (RI) di puskesmas-puskesmas di wilayah Gresik tengah direalisasikan Pemkab. Hingga akhir tahun nanti, ditargetkan ada 12 puskesmas baru yang sudah memiliki fasilitas ini.
Tak hanya di wilayah Gresik daratan, fasilitas RI juga disediakan di puskesmas yang ada di wilayah Pulau Bawean, tepatnya di Puskesmas Sangkapura. Total, ada delapan ruang rawat inap yang tersedia di sana.
Kemarin (18/11), Wakil Bupati (Wabup) Asluchul Alif mengecek langsung RI yang baru saja dibangun di puskesmas tersebut. ”Penambahan fasilitas rawat inap ini untuk perbaikan layanan kesehatan. Sehingga memudahkan masyarakat Bawean ketika berobat,” ucapnya.
Dokter alumnus Universitas Hang Tuah Surabaya itu juga menyosialisasikan kebijakan berobat gratis dan mudah. Di mana, seluruh warga Bawean cukup membawa KTP saat berobat di semua fasilitas kesehatan (faskes). Baik di Puskesmas Tambak, Sangkapura, maupun RS Umar Masud. ”Tidak lagi perlu masyarakat mengeluarkan uang untuk berobat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik drg Setyo Susilo mengatakan bahwa Puskesmas Sangkapura kini telah memiliki delapan tempat tidur.
Total, selama tahun 2025, Pemkab menambah fasilitas RI di 12 puskesmas. Dananya melalui APBD. Enam di antaranya telah beroperasi dan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sedangkan enam puskesmas lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Selain itu, ada satu lagi puskesmas yang membangun fasilitas RI. Yakni Puskesmas Karangandong. Tapi dananya diambil dari anggaran BLUD (badan layanan usaha daerah) milik puskesmas tersebut. (son/ris)



