Loading...
Selasa Kliwon, 17 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Gresik
Home
›Gresik

Sekolah Berbiaya Tinggi Tidak Dapat Jatah Bosda

Editor-Gresik
19 November 2025
ATURAN BARU: Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan kebijakan baru distribusi dana Bosda kepada seluruh guru SMP dalam rapat evaluasi di kantor pemkab pada Senin (17/11) petang.
Klik untuk perbesar
GALIH WICAKSONO/JAWA POS

ATURAN BARU: Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan kebijakan baru distribusi dana Bosda kepada seluruh guru SMP dalam rapat evaluasi di kantor pemkab pada Senin (17/11) petang.

Bupati Gresik Berlakukan Perda Penyelenggaraan Pendidikan Baru

”Salah satu yang kami atur adalah ambang batas biaya pendidikan yang dibebankan pada wali murid.”

Fandi Akhmad Yani

Bupati Gresik

======================

GRESIK – Setiap tahun, APBD Gresik mengalokasikan dana Rp 103 miliar untuk bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) bagi sekolah di jenjang pendidikan dasar, baik SD maupun SMP/sederajat negeri dan swasta. Tujuannya agar biaya pendidikan tidak mahal.

Namun, fakta di lapangan, masih banyak sekolah yang menarik biaya tinggi. Bahkan, terdapat sebuah sekolah yang mendapat teguran dari aparat penegak hukum (APH) akibat temuan dobel anggaran dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pusat, Bosda, dan iuran wali murid.

Pada Senin (17/11) petang, Bupati Fandi Akhmad Yani menggelar rapat evaluasi pemakaian Bosda bersama seluruh kepala SMP se-Gresik. Dalam rapat itu, sejumlah kebijakan strategis diumumkan. Salah satunya, pemkab memberlakukan perda baru tentang penyelenggaraan pendidikan.

”Salah satu yang kami atur adalah ambang batas biaya pendidikan yang dibebankan pada wali murid. Untuk besarannya masih dikaji,” kata Gus Yani, sapaan akrab bupati.

Namun, dari proyeksi awal yang sudah dibuat, besaran iuran maksimal yang bisa ditarik sekolah ke siswa berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan. Jika ada yang menarik lebih, terancam tak dapat Bosda.

Skema Distribusi

Dalam evaluasi itu, Gus Yani juga memastikan pemkab mengevaluasi skema penyaluran Bosda. Di mana nantinya, besaran Bosda yang diberikan ke sekolah penerima berbasis kebutuhan. Tidak lagi dibagi rata. ”Sebab, ada sekolah yang butuh bantuan lebih besar. Ada yang sebaliknya,” katanya.

Baca Juga

Dinkes Latih Kader Posyandu Baca Risiko Balita Stunting

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S. Hariyanto menuturkan bahwa masukan dari sekolah dan komite akan menjadi dasar peninjauan ulang skema penyaluran Bosda.

Berdasarkan data, pemkab memberikan Bosda pada sekolah-sekolah di jenjang dasar. Untuk 242 SMP/MTs swasta dialokasikan Rp 20,6 miliar. Sedangkan untuk 35 SMP negeri dianggarkan Rp 14,6 miliar.

Pada jenjang SD/sederajat negeri dan swasta, pemkab mengalokasikan dana Rp 27,6 miliar. (son/ris)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025
Home
›Gresik
›Sekolah Berbiaya Tinggi Tidak Dapat Jatah Bosda
ATURAN BARU: Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan kebijakan baru distribusi dana Bosda kepada seluruh guru SMP dalam rapat evaluasi di kantor pemkab pada Senin (17/11) petang.
Gresik

Sekolah Berbiaya Tinggi Tidak Dapat Jatah Bosda

Editor-19 November 2025
Klik untuk perbesar

ATURAN BARU: Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan kebijakan baru distribusi dana Bosda kepada seluruh guru SMP dalam rapat evaluasi di kantor pemkab pada Senin (17/11) petang.

GALIH WICAKSONO/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Bupati Gresik Berlakukan Perda Penyelenggaraan Pendidikan Baru

”Salah satu yang kami atur adalah ambang batas biaya pendidikan yang dibebankan pada wali murid.”

Fandi Akhmad Yani

Bupati Gresik

======================

GRESIK – Setiap tahun, APBD Gresik mengalokasikan dana Rp 103 miliar untuk bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) bagi sekolah di jenjang pendidikan dasar, baik SD maupun SMP/sederajat negeri dan swasta. Tujuannya agar biaya pendidikan tidak mahal.

Namun, fakta di lapangan, masih banyak sekolah yang menarik biaya tinggi. Bahkan, terdapat sebuah sekolah yang mendapat teguran dari aparat penegak hukum (APH) akibat temuan dobel anggaran dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pusat, Bosda, dan iuran wali murid.

Pada Senin (17/11) petang, Bupati Fandi Akhmad Yani menggelar rapat evaluasi pemakaian Bosda bersama seluruh kepala SMP se-Gresik. Dalam rapat itu, sejumlah kebijakan strategis diumumkan. Salah satunya, pemkab memberlakukan perda baru tentang penyelenggaraan pendidikan.

”Salah satu yang kami atur adalah ambang batas biaya pendidikan yang dibebankan pada wali murid. Untuk besarannya masih dikaji,” kata Gus Yani, sapaan akrab bupati.

Namun, dari proyeksi awal yang sudah dibuat, besaran iuran maksimal yang bisa ditarik sekolah ke siswa berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan. Jika ada yang menarik lebih, terancam tak dapat Bosda.

Skema Distribusi

Dalam evaluasi itu, Gus Yani juga memastikan pemkab mengevaluasi skema penyaluran Bosda. Di mana nantinya, besaran Bosda yang diberikan ke sekolah penerima berbasis kebutuhan. Tidak lagi dibagi rata. ”Sebab, ada sekolah yang butuh bantuan lebih besar. Ada yang sebaliknya,” katanya.

Baca Juga

Dinkes Latih Kader Posyandu Baca Risiko Balita Stunting

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S. Hariyanto menuturkan bahwa masukan dari sekolah dan komite akan menjadi dasar peninjauan ulang skema penyaluran Bosda.

Berdasarkan data, pemkab memberikan Bosda pada sekolah-sekolah di jenjang dasar. Untuk 242 SMP/MTs swasta dialokasikan Rp 20,6 miliar. Sedangkan untuk 35 SMP negeri dianggarkan Rp 14,6 miliar.

Pada jenjang SD/sederajat negeri dan swasta, pemkab mengalokasikan dana Rp 27,6 miliar. (son/ris)

Most Read

1

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik
2

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik

Berita Terbaru

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Ratusan Paku Dicabut, Pohon-Pohon Bisa Bernapas Lagi

Gresik•25 November 2025
Dalam Sepekan,   5 Ribu Pengendara  di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Dalam Sepekan, 5 Ribu Pengendara di Jalanan Gresik Melanggar Aturan

Gresik•25 November 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001