JAKARTA - Banjir bandang besar terjadi di tiga provinsi di Sumatera dalam waktu hampir bersamaan. Yaitu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir bandang membawa gelondongan kayu besar. Mengindikasikan adanya kerusakan hutan di daerah resapan air hujan.
Banjir bandang tersebut menjadi perhatian Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Dia menyampaikan duka mendalam atas bencana yang merenggut cukup banyak korban jiwa itu. Raja menegaskan bahwa kejadian itu harus menjadi titik balik untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lingkungan hidup di Indonesia.
Raja menilai perhatian publik yang kini tertuju pada bencana tersebut merupakan momentum penting untuk melakukan introspeksi. Menurutnya, kejadian ini memperlihatkan adanya kesalahan mendasar dalam pengelolaan lingkungan. "Semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang terjadi. Mudah-mudahan tidak melebar ke wilayah lain,” kata Raja saat kunjungan di Taman Nasional Tesso Nilo Riau (29/11).
Dia menceritakan, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya mengatakan, penebangan hutan liar yang tidak terkontrol berkontribusi besar terhadap bencana. Raja menegaskan, pemerintah segera melakukan evaluasi kebijakan terkait pengelolaan hutan.
"Karena pendulum ekonomi dan ekologi ini cenderung ke ekonomi, harus ditarik ke tengah lagi. Buktinya nyata kan untuk saudara-saudara kita. Itu fakta yang kita rasakan," sambungnya. Pengelolaan hutan tidak boleh lagi terlalu condong berlebihan ke sisi ekonomi atau komersial. Sampai kemudian melupakan sisi kelestarian lingkungan hidup.
Dalam kunjungannya ke Riau selama dua hari, Raja menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berhenti pada evaluasi. Tetapi langsung mengambil langkah konkret. Salah satunya di Kuantan Singingi, ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat sebagai bentuk penguatan hak masyarakat adat.
“Masyarakat adat selama ini tersisihkan, padahal mereka adalah kelompok yang paling mampu menjaga hutan," jelasnya. Legalisasi itu memberi mereka ruang untuk berkontribusi. Raja titip pesan supaya hutan terus dijaga dan dikelola dengan baik.
Raja menegaskan, pemerintah berkomitmen memperbaiki pengelolaan hutan secara menyeluruh sebagai respons atas bencana yang terjadi. Di Taman Nasional Tesso Nilo itu, Raja meninjau proses restorasi hutan untuk memastikan habitat Gajah Sumatera Domang dan keluarganya berjalan baik dan tidak terganggu. Dia memastikan langkah-langkah penyelesaian yang dilakukan di Riau akan diterapkan juga di wilayah lain yang terdampak. (wan/oni)



