Pembelajaran Agama Tak Sebatas Penyampaian Materi
JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Termasuk pembelajaran agama lainnya. Dia menekankan pembelajaran agama di sekolah umum tidak sebatas penyampaian materi.
Pesan tersebut dia sampaikan dalam pembukaan Olimpiade PAI di Jakarta (30/11) malam. Fajar mengatakan pelajaran PAai menjadi pilar utama pembentukan karakter generasi muda.
Kader Muhammadiyah itu menegaskan bahwa pembelajaran agama harus dipahami sebagai proses internalisasi nilai. "Bukan sekadar penyampaian materi," katanya. Sehingga nilai-nilai keagamaan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dia mengatakan PAI mempunyai banyak manfaat. Seperti Bonding, yaitu memperkuat keimanan dalam diri peserta didik. Kemudian Bridging atau membentuk keterampilan sosial dan kemampuan hidup harmonis di tengah keberagaman.
Mengutip survei BRIN 2024, Fajar mengungkap bahwa meski mayoritas masyarakat Indonesia mengaku religius, hanya sebagian kecil yang memahami ajaran agamanya secara komprehensif. Kondisi itu dinilainya sebagai tantangan besar dalam pendidikan agama modern.
“Karena itu, guru PAI harus menguasai pedagogi pembelajaran mendalam," katanya. Menurut dia yang penting pada pembelajaran PAI bukan banyaknya materi yang diajarkan. Tetapi esensi nilai yang benar-benar perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dia menilai Olimpiade PAI yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag itu menjadi ruang perjumpaan sosial yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah. Fajar berharap nilai-nilai moderasi dan keterbukaan dapat dibawa pulang oleh setiap peserta. Nilai moderasi itu menjadi energi positif bagi sekolah masing-masing.
Sementara itu Dirjen Pendidikan Islam Dirjen Pendis Kemenag Amien Suyitno menuturkan bahwa penyelenggaraan Olimpiade PAI tahun ini diliputi suasana keprihatinan nasional. Musibah banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bencana itu jadi perhatian utama dalam pembukaan acara.
“Kita tidak pernah menyangka musibah terjadi saat kegiatan berjalan. Karena itu, kami selipkan doa khusus agar Allah mengangkat musibah ini," tuturnya. Semoga para korban diberikan ketabahan.
Suyitno mengatakan ada tujuh finalis Olimpiade PAI dari wilayah terdampak bencana Sumatera tidak dapat hadir secara langsung ke Jakarta. Namun dia memastikan mereka tetap dapat mengikuti kompetisi secara penuh melalui fasilitas khusus. (wan)



