Loading...
Kamis Pahing, 19 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Kementerian
Home
›Kementerian

Kemendikdasmen Minta Pelajaran Agama Tak Cuma Penyampaian Materi

Editor-Kementerian
2 Desember 2025
BERI SARAN: Fajar Riza Ul Haq (dua dari kanan) dalam pembukaan olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) di Jakarta (30/11) malam
Klik untuk perbesar
HILMI/JAWA POS

BERI SARAN: Fajar Riza Ul Haq (dua dari kanan) dalam pembukaan olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) di Jakarta (30/11) malam

Pembelajaran Agama Tak Sebatas Penyampaian Materi

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Termasuk pembelajaran agama lainnya. Dia menekankan pembelajaran agama di sekolah umum tidak sebatas penyampaian materi.

Pesan tersebut dia sampaikan dalam pembukaan Olimpiade PAI di Jakarta (30/11) malam. Fajar mengatakan pelajaran PAai menjadi pilar utama pembentukan karakter generasi muda.

Kader Muhammadiyah itu menegaskan bahwa pembelajaran agama harus dipahami sebagai proses internalisasi nilai. "Bukan sekadar penyampaian materi," katanya. Sehingga nilai-nilai keagamaan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia mengatakan PAI mempunyai banyak manfaat. Seperti Bonding, yaitu memperkuat keimanan dalam diri peserta didik. Kemudian Bridging atau membentuk keterampilan sosial dan kemampuan hidup harmonis di tengah keberagaman.

Mengutip survei BRIN 2024, Fajar mengungkap bahwa meski mayoritas masyarakat Indonesia mengaku religius, hanya sebagian kecil yang memahami ajaran agamanya secara komprehensif. Kondisi itu dinilainya sebagai tantangan besar dalam pendidikan agama modern.

“Karena itu, guru PAI harus menguasai pedagogi pembelajaran mendalam," katanya. Menurut dia yang penting pada pembelajaran PAI bukan banyaknya materi yang diajarkan. Tetapi esensi nilai yang benar-benar perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menilai Olimpiade PAI yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag itu menjadi ruang perjumpaan sosial yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah. Fajar berharap nilai-nilai moderasi dan keterbukaan dapat dibawa pulang oleh setiap peserta. Nilai moderasi itu menjadi energi positif bagi sekolah masing-masing.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Sementara itu Dirjen Pendidikan Islam Dirjen Pendis Kemenag Amien Suyitno menuturkan bahwa penyelenggaraan Olimpiade PAI tahun ini diliputi suasana keprihatinan nasional. Musibah banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bencana itu jadi perhatian utama dalam pembukaan acara.

“Kita tidak pernah menyangka musibah terjadi saat kegiatan berjalan. Karena itu, kami selipkan doa khusus agar Allah mengangkat musibah ini," tuturnya. Semoga para korban diberikan ketabahan.

Suyitno mengatakan ada tujuh finalis Olimpiade PAI dari wilayah terdampak bencana Sumatera tidak dapat hadir secara langsung ke Jakarta. Namun dia memastikan mereka tetap dapat mengikuti kompetisi secara penuh melalui fasilitas khusus. (wan)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Home
›Kementerian
›Kemendikdasmen Minta Pelajaran Agama Tak Cuma Penyampaian Materi
BERI SARAN: Fajar Riza Ul Haq (dua dari kanan) dalam pembukaan olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) di Jakarta (30/11) malam
Kementerian

Kemendikdasmen Minta Pelajaran Agama Tak Cuma Penyampaian Materi

Editor-2 Desember 2025
Klik untuk perbesar

BERI SARAN: Fajar Riza Ul Haq (dua dari kanan) dalam pembukaan olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) di Jakarta (30/11) malam

HILMI/JAWA POS

Bagikan artikel ini

Pembelajaran Agama Tak Sebatas Penyampaian Materi

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Termasuk pembelajaran agama lainnya. Dia menekankan pembelajaran agama di sekolah umum tidak sebatas penyampaian materi.

Pesan tersebut dia sampaikan dalam pembukaan Olimpiade PAI di Jakarta (30/11) malam. Fajar mengatakan pelajaran PAai menjadi pilar utama pembentukan karakter generasi muda.

Kader Muhammadiyah itu menegaskan bahwa pembelajaran agama harus dipahami sebagai proses internalisasi nilai. "Bukan sekadar penyampaian materi," katanya. Sehingga nilai-nilai keagamaan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia mengatakan PAI mempunyai banyak manfaat. Seperti Bonding, yaitu memperkuat keimanan dalam diri peserta didik. Kemudian Bridging atau membentuk keterampilan sosial dan kemampuan hidup harmonis di tengah keberagaman.

Mengutip survei BRIN 2024, Fajar mengungkap bahwa meski mayoritas masyarakat Indonesia mengaku religius, hanya sebagian kecil yang memahami ajaran agamanya secara komprehensif. Kondisi itu dinilainya sebagai tantangan besar dalam pendidikan agama modern.

“Karena itu, guru PAI harus menguasai pedagogi pembelajaran mendalam," katanya. Menurut dia yang penting pada pembelajaran PAI bukan banyaknya materi yang diajarkan. Tetapi esensi nilai yang benar-benar perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menilai Olimpiade PAI yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag itu menjadi ruang perjumpaan sosial yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah. Fajar berharap nilai-nilai moderasi dan keterbukaan dapat dibawa pulang oleh setiap peserta. Nilai moderasi itu menjadi energi positif bagi sekolah masing-masing.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Sementara itu Dirjen Pendidikan Islam Dirjen Pendis Kemenag Amien Suyitno menuturkan bahwa penyelenggaraan Olimpiade PAI tahun ini diliputi suasana keprihatinan nasional. Musibah banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bencana itu jadi perhatian utama dalam pembukaan acara.

“Kita tidak pernah menyangka musibah terjadi saat kegiatan berjalan. Karena itu, kami selipkan doa khusus agar Allah mengangkat musibah ini," tuturnya. Semoga para korban diberikan ketabahan.

Suyitno mengatakan ada tujuh finalis Olimpiade PAI dari wilayah terdampak bencana Sumatera tidak dapat hadir secara langsung ke Jakarta. Namun dia memastikan mereka tetap dapat mengikuti kompetisi secara penuh melalui fasilitas khusus. (wan)

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001