Loading...
Jumat Legi, 13 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Kementerian
Home
›Kementerian

Kemendiktisaintek Targetkan 20 Sekolah Garuda Baru hingga 2029

Editor-Kementerian
25 November 2025
TINJAU LOKASI: Wamendiktisaintek Stella Christie (lima dari kiri) 
memastikan lokasi Sekolah Garuda memiliki akses yang baik dan fasilitas pendukung yang memadai.
Klik untuk perbesar
HUMAS KEMENDIKTISAINTEK

TINJAU LOKASI: Wamendiktisaintek Stella Christie (lima dari kiri) memastikan lokasi Sekolah Garuda memiliki akses yang baik dan fasilitas pendukung yang memadai.

LOMBOK TIMUR – Pemerintah terus menyisir lokasi-lokasi strategis untuk pembukaan Sekolah Garuda Baru di seluruh wilayah Indonesia. Terbaru, dua lokasi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dibidik sebagai calon pembangunan Sekolah Garuda Baru.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menjelaskan bahwa Sekolah Garuda memiliki dua skema. Pertama, pembangunan Sekolah Garuda Baru yang dibangun dari nol. Kedua, Sekolah Garuda Transformasi, yakni pembinaan terhadap SMA yang sudah ada melalui program tersebut.

“Sekolah Garuda Baru targetnya 20 sekolah hingga 2029. Tahun ini, empat lokasi Sekolah Garuda Baru telah memasuki tahap pembangunan dan siap beroperasi pada tahun ajaran 2026-2027,” ujar Stella dalam keterangan resminya, Senin (24/11).

Sementara itu, Sekolah Garuda Transformasi menargetkan 80 sekolah hingga 2029. Saat ini, sudah ada 12 Sekolah Garuda Transformasi yang berjalan. “Sehingga total ada 16 Sekolah Garuda yang berjalan tahun ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk menyiapkan generasi unggul di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).

Dalam kunjungannya ke Lombok, Wamen Stella meninjau dua lokasi, yakni Menanga Baris Gunung Malang, Pringgabaya, dan kawasan Kebun Raya Lemor.

Di lokasi pertama, Wamen Stella menerima paparan mengenai kondisi lahan, aksesibilitas, dan kesiapan tata ruang. Lahan seluas lebih dari 20 hektare ini telah bersertifikat dan berada dalam wilayah pemerintah daerah.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Kepala Dinas PUPR Lombok Timur Achmad Dewanto Hadi menjelaskan bahwa lokasi ini memiliki akses yang baik dan fasilitas pendukung yang memadai. Jaraknya sekitar 60 km dari Bandara Internasional Lombok, 68 km dari kantor gubernur di Mataram, dan 28 km dari kantor bupati. “Lokasinya juga dekat dengan Pelabuhan Kayangan, sekitar 1,9 km. Fasilitas seperti pemadam kebakaran, SPBU, hingga polsek tersedia di sekitar area,” paparnya.

Secara geologis, kawasan ini juga menunjukkan potensi baik. Lahan yang selama ini dimanfaatkan untuk perkebunan jambu mete dan srikaya mengindikasikan karakteristik tanah yang stabil untuk pengembangan fasilitas pendidikan.

Sementara itu, lokasi kedua berada di area Kebun Raya Lemor. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi lingkungan yang kuat serta ekosistem yang telah lama dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian dan pendidikan.

Terkait dua lokasi ini, Stella mengatakan bahwa nantinya akan ada pendalaman lebih lanjut oleh tim untuk memastikan lokasi yang tepat. Ia juga menyoroti potensi besar Indonesia sebagai produsen rumput laut tropis terbesar di dunia, dengan nilai pasar global mencapai 12 miliar USD. Namun, pemanfaatannya belum optimal. Rumput laut disebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sustainable aviation fuel, dan Lombok kini menjadi salah satu wilayah fokus untuk riset tersebut.

“Pembangunan Sekolah Garuda merupakan wujud nyata strategi Kemdiktisaintek dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (mia/ali)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Home
›Kementerian
›Kemendiktisaintek Targetkan 20 Sekolah Garuda Baru hingga 2029
TINJAU LOKASI: Wamendiktisaintek Stella Christie (lima dari kiri) 
memastikan lokasi Sekolah Garuda memiliki akses yang baik dan fasilitas pendukung yang memadai.
Kementerian

Kemendiktisaintek Targetkan 20 Sekolah Garuda Baru hingga 2029

Editor-25 November 2025
Klik untuk perbesar

TINJAU LOKASI: Wamendiktisaintek Stella Christie (lima dari kiri) memastikan lokasi Sekolah Garuda memiliki akses yang baik dan fasilitas pendukung yang memadai.

HUMAS KEMENDIKTISAINTEK

Bagikan artikel ini

LOMBOK TIMUR – Pemerintah terus menyisir lokasi-lokasi strategis untuk pembukaan Sekolah Garuda Baru di seluruh wilayah Indonesia. Terbaru, dua lokasi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dibidik sebagai calon pembangunan Sekolah Garuda Baru.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menjelaskan bahwa Sekolah Garuda memiliki dua skema. Pertama, pembangunan Sekolah Garuda Baru yang dibangun dari nol. Kedua, Sekolah Garuda Transformasi, yakni pembinaan terhadap SMA yang sudah ada melalui program tersebut.

“Sekolah Garuda Baru targetnya 20 sekolah hingga 2029. Tahun ini, empat lokasi Sekolah Garuda Baru telah memasuki tahap pembangunan dan siap beroperasi pada tahun ajaran 2026-2027,” ujar Stella dalam keterangan resminya, Senin (24/11).

Sementara itu, Sekolah Garuda Transformasi menargetkan 80 sekolah hingga 2029. Saat ini, sudah ada 12 Sekolah Garuda Transformasi yang berjalan. “Sehingga total ada 16 Sekolah Garuda yang berjalan tahun ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk menyiapkan generasi unggul di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).

Dalam kunjungannya ke Lombok, Wamen Stella meninjau dua lokasi, yakni Menanga Baris Gunung Malang, Pringgabaya, dan kawasan Kebun Raya Lemor.

Di lokasi pertama, Wamen Stella menerima paparan mengenai kondisi lahan, aksesibilitas, dan kesiapan tata ruang. Lahan seluas lebih dari 20 hektare ini telah bersertifikat dan berada dalam wilayah pemerintah daerah.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Kepala Dinas PUPR Lombok Timur Achmad Dewanto Hadi menjelaskan bahwa lokasi ini memiliki akses yang baik dan fasilitas pendukung yang memadai. Jaraknya sekitar 60 km dari Bandara Internasional Lombok, 68 km dari kantor gubernur di Mataram, dan 28 km dari kantor bupati. “Lokasinya juga dekat dengan Pelabuhan Kayangan, sekitar 1,9 km. Fasilitas seperti pemadam kebakaran, SPBU, hingga polsek tersedia di sekitar area,” paparnya.

Secara geologis, kawasan ini juga menunjukkan potensi baik. Lahan yang selama ini dimanfaatkan untuk perkebunan jambu mete dan srikaya mengindikasikan karakteristik tanah yang stabil untuk pengembangan fasilitas pendidikan.

Sementara itu, lokasi kedua berada di area Kebun Raya Lemor. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi lingkungan yang kuat serta ekosistem yang telah lama dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian dan pendidikan.

Terkait dua lokasi ini, Stella mengatakan bahwa nantinya akan ada pendalaman lebih lanjut oleh tim untuk memastikan lokasi yang tepat. Ia juga menyoroti potensi besar Indonesia sebagai produsen rumput laut tropis terbesar di dunia, dengan nilai pasar global mencapai 12 miliar USD. Namun, pemanfaatannya belum optimal. Rumput laut disebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sustainable aviation fuel, dan Lombok kini menjadi salah satu wilayah fokus untuk riset tersebut.

“Pembangunan Sekolah Garuda merupakan wujud nyata strategi Kemdiktisaintek dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (mia/ali)

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001