Loading...
Kamis Pahing, 19 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Kementerian
Home
›Kementerian

Kementerian Ekraf Perkuat Jaringan Industri Kreatif ke Kancah Internasional

Editor-Kementerian
1 Desember 2025
KERJA KERAS: Menteri Ekraf Teuku Riefky (kiri) ingin meningkatkan lapangan kerja berkualitas.
Klik untuk perbesar
HUMAS KEMENTERIAN EKRAF

KERJA KERAS: Menteri Ekraf Teuku Riefky (kiri) ingin meningkatkan lapangan kerja berkualitas.

JOGJAKJARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkomitmen memperkuat ekosistem film, animasi, dan video melalui pendukungan dan partisipasi aktif di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengapresiasi konsistensi JAFF Market yang terus mengasistensi IP (Intellectual Property) lokal untuk naik kelas.

“JAFF Market bukan sekadar ruang temu, tetapi jembatan kolaborasi yang memperkuat jalur adaptasi IP menjadi film dan serial. Ini membuka peluang komersial baru bagi kreator sekaligus memperkokoh rantai nilai industri,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky, Sabtu (29/11).

JAFF Market 2025 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), pada 29 November-1 Desember 2025 menghadirkan enam program. Yakni JAFF Future Project, Content Market, Talent Day, Film & Market Conference, Market Screening, dan Film Lab. JAFF Market menjadi ruang strategis bagi kreator IP dan pelaku industri film Indonesia untuk bertemu investor dan mitra strategis guna berjejaring serta mendorong komersialisasi karya ke pasar regional maupun global. Memasuki tahun kedua, JAFF Market telah menjadi salah satu wadah film paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.

Pada penyelenggaraan tahun 2024, JAFF Market mencatat capaian signifikan. Forum tersebut menarik partisipasi luas dari pelaku industri film berbagai negara, seperti Korea Selatan, Belanda, Kamboja, Myanmar, dan Malta. Total dampak ekonomi mencapai Rp 36 miliar, sedangkan nilai kontrak kerja sama tercatat Rp 18,5 miliar. Acara ini dihadiri lebih dari 6.723 pengunjung, menghadirkan 151 stan pameran, serta menggelar 1.767 pertemuan bisnis. Tercatat pula 61 penandatanganan MoU, yang semakin memperkuat peran JAFF sebagai katalis pertumbuhan industri film nasional dan internasional serta pembuka lapangan kerja baru.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

“Dalam Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo, fokus pemerintah adalah meningkatkan lapangan kerja berkualitas, salah satunya di industri kreatif. Sektor ini terbukti berkontribusi nyata dalam membuka lapangan kerja berkualitas, serta mendorong ekspor, investasi, dan peningkatan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” ujarnya.

*Hadirkan 10 IP Karya Kreator Indonesia

Pada edisi 2025, Kementerian Ekraf mendukung program Content Market dengan menghadirkan 10 IP karya kreator Indonesia yang telah dikurasi untuk bertemu para pemangku kepentingan industri. IP tersebut terdiri dari Amurva, Elang Hitam, Glommy Sunday, Jemawa Yangti, Journal of Terror, Meng, Sangkakala di Langit Andalusia, Tabi, The Summoning, dan World Without Sleep. Kehadiran 10 IP ini menjadi langkah penting dalam mendorong adaptasi buku, komik, gim, serta karya orisinal menjadi konten audiovisual yang kompetitif, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam sesi pitching terkurasi serta pertemuan one-on-one.

Program JAFF Content Market 2025 juga ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan dua IP Indonesia, yakni Tikam Samurai dengan BushiBros serta Locust bersama LMN VFX. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat penguatan IP nasional menuju tahap produksi lanjutan. (raf/ali)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Home
›Kementerian
›Kementerian Ekraf Perkuat Jaringan Industri Kreatif ke Kancah Internasional
KERJA KERAS: Menteri Ekraf Teuku Riefky (kiri) ingin meningkatkan lapangan kerja berkualitas.
Kementerian

Kementerian Ekraf Perkuat Jaringan Industri Kreatif ke Kancah Internasional

Editor-1 Desember 2025
Klik untuk perbesar

KERJA KERAS: Menteri Ekraf Teuku Riefky (kiri) ingin meningkatkan lapangan kerja berkualitas.

HUMAS KEMENTERIAN EKRAF

Bagikan artikel ini

JOGJAKJARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkomitmen memperkuat ekosistem film, animasi, dan video melalui pendukungan dan partisipasi aktif di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengapresiasi konsistensi JAFF Market yang terus mengasistensi IP (Intellectual Property) lokal untuk naik kelas.

“JAFF Market bukan sekadar ruang temu, tetapi jembatan kolaborasi yang memperkuat jalur adaptasi IP menjadi film dan serial. Ini membuka peluang komersial baru bagi kreator sekaligus memperkokoh rantai nilai industri,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky, Sabtu (29/11).

JAFF Market 2025 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), pada 29 November-1 Desember 2025 menghadirkan enam program. Yakni JAFF Future Project, Content Market, Talent Day, Film & Market Conference, Market Screening, dan Film Lab. JAFF Market menjadi ruang strategis bagi kreator IP dan pelaku industri film Indonesia untuk bertemu investor dan mitra strategis guna berjejaring serta mendorong komersialisasi karya ke pasar regional maupun global. Memasuki tahun kedua, JAFF Market telah menjadi salah satu wadah film paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.

Pada penyelenggaraan tahun 2024, JAFF Market mencatat capaian signifikan. Forum tersebut menarik partisipasi luas dari pelaku industri film berbagai negara, seperti Korea Selatan, Belanda, Kamboja, Myanmar, dan Malta. Total dampak ekonomi mencapai Rp 36 miliar, sedangkan nilai kontrak kerja sama tercatat Rp 18,5 miliar. Acara ini dihadiri lebih dari 6.723 pengunjung, menghadirkan 151 stan pameran, serta menggelar 1.767 pertemuan bisnis. Tercatat pula 61 penandatanganan MoU, yang semakin memperkuat peran JAFF sebagai katalis pertumbuhan industri film nasional dan internasional serta pembuka lapangan kerja baru.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

“Dalam Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo, fokus pemerintah adalah meningkatkan lapangan kerja berkualitas, salah satunya di industri kreatif. Sektor ini terbukti berkontribusi nyata dalam membuka lapangan kerja berkualitas, serta mendorong ekspor, investasi, dan peningkatan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” ujarnya.

*Hadirkan 10 IP Karya Kreator Indonesia

Pada edisi 2025, Kementerian Ekraf mendukung program Content Market dengan menghadirkan 10 IP karya kreator Indonesia yang telah dikurasi untuk bertemu para pemangku kepentingan industri. IP tersebut terdiri dari Amurva, Elang Hitam, Glommy Sunday, Jemawa Yangti, Journal of Terror, Meng, Sangkakala di Langit Andalusia, Tabi, The Summoning, dan World Without Sleep. Kehadiran 10 IP ini menjadi langkah penting dalam mendorong adaptasi buku, komik, gim, serta karya orisinal menjadi konten audiovisual yang kompetitif, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam sesi pitching terkurasi serta pertemuan one-on-one.

Program JAFF Content Market 2025 juga ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan dua IP Indonesia, yakni Tikam Samurai dengan BushiBros serta Locust bersama LMN VFX. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat penguatan IP nasional menuju tahap produksi lanjutan. (raf/ali)

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001