Loading...
Rabu Legi, 18 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Kementerian
Home
›Kementerian

Kolaborasi KP2MI dan Kemenperin Hadirkan Pelatihan Plate Welder Berstandar Internasional untuk Pekerja Migran Indonesia

Editor-Kementerian
26 November 2025
RESMI DIBUKA: Pelatihan plate welder bersertifikasi dengan kompetensi Gas Tungsten Arc Welding di Balai Diklat Industri,  Jakarta, Rabu, (26/11).
Klik untuk perbesar
Dok. Kemen P2MI

RESMI DIBUKA: Pelatihan plate welder bersertifikasi dengan kompetensi Gas Tungsten Arc Welding di Balai Diklat Industri, Jakarta, Rabu, (26/11).

JAKARTA - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Kementerian Perindustrian resmi membuka pelatihan plate welder bersertifikasi dengan kompetensi Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) posisi 3G bagi 200 peserta di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Rabu, 26 November 2025.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Industri (Kemenperin) Doddy Rahadi dan Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto.

Menteri Mukhtarudin, menegaskan kegiatan itu merupakan eksekusi cepat dari kerja sama antar-kementerian yang telah disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) beberapa waktu lalu, sekaligus bagian dari program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja terampil middle-high skill pada periode 2025–2026.

“Kegiatan ini sebenarnya tindak lanjut dari MoU antara Kementerian Perindustrian dengan KemenP2MI. Setelah MoU langsung action. Kita menunjukkan kementerian yang bekerja cepat dan efektif,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Dia menjelaskan, kebutuhan tenaga welder bersertifikasi di pasar global sangat tinggi, terutama dari kawasan Eropa. Artinya, menurut Mukhtarudin, pelatihan ini tak hanya meningkatkan keterampilan, namun dapat menyiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk memasuki pasar kerja yang sangat kompetitif.

“Dunia industri internasional membutuhkan tenaga welder yang benar-benar siap pakai dan berstandar. Karena itu, pelatihan ini harus memastikan peserta menguasai kompetensi yang dibutuhkan negara tujuan,” tegas Mukhtarudin.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Dia juga memastikan bahwa lulusan program ini sudah diarahkan untuk penempatan bekerja di berbagai negara Eropa. “Teman-teman yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan bekerja di Republik Ceko, Slovakia, dan negara-negara Eropa lainnya. Ini kesempatan besar, dan pemerintah ingin kalian masuk ke sana dengan kualitas yang tidak kalah dari tenaga kerja negara lain,” katanya.

Menteri Mukhtarudin menyampaikan, per 23 November 2025 tercatat 351.000 lowongan kerja luar negeri di SISKOP2MI, namun baru 20 persen yang terisi. “Artinya masih ada 80 persen peluang emas yang menunggu anak-anak kita. Demand sangat besar, tinggal kita penuhi dengan supply berkualitas tinggi,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program percepatan yang berfokus pada akselerasi vokasi untuk memenuhi permintaan global yang mendesak.

“Program percepatan ini adalah akselerasi pelatihan vokasi untuk mencetak SDM yang siap kerja memenuhi permintaan global, khususnya di sektor welding,” ucapnya. Doddy menegaskan bahwa peserta akan dibekali kurikulum berbasis industri, termasuk kompetensi Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) posisi 3G yang sangat dibutuhkan di manufaktur global.

“Kami tidak hanya sekadar melatih, tetapi mencetak SDM industri yang kompeten dan berdaya saing. Untuk 200 peserta ini, kami fokus pada kualitas agar mereka menjadi tenaga profesional yang dihormati karena keahliannya,” jelas Doddy.

Baca Juga

101.786 Guru Madrasah dan Pendidikan Agama Lulus PPG

Program ini dijalankan dengan memastikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga akses penempatan kerja di luar negeri, perlindungan menyeluruh, dan jaminan sosial. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret pemerintah menghadirkan tenaga welder Indonesia yang siap bersaing dan mengisi kebutuhan industri global, terutama di kawasan Eropa.

Selain itu, Kementerian P2MI dengan BPSDMI Kemenperin akan terus diperluas ke berbagai balai diklat di seluruh Indonesia guna mempercepat pemenuhan tenaga kerja terampil untuk pasar global. (yog/oni)

Galeri Foto

JELASKAN PROGRAM: Menteri P2MI Mukhtarudin memberi sambutan.
Klik untuk perbesar
Dok. Kemen P2MI

JELASKAN PROGRAM: Menteri P2MI Mukhtarudin memberi sambutan.

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Home
›Kementerian
›Kolaborasi KP2MI dan Kemenperin Hadirkan Pelatihan Plate Welder Berstandar Internasional untuk Pekerja Migran Indonesia
RESMI DIBUKA: Pelatihan plate welder bersertifikasi dengan kompetensi Gas Tungsten Arc Welding di Balai Diklat Industri,  Jakarta, Rabu, (26/11).
Kementerian

Kolaborasi KP2MI dan Kemenperin Hadirkan Pelatihan Plate Welder Berstandar Internasional untuk Pekerja Migran Indonesia

Editor-26 November 2025
Klik untuk perbesar

RESMI DIBUKA: Pelatihan plate welder bersertifikasi dengan kompetensi Gas Tungsten Arc Welding di Balai Diklat Industri, Jakarta, Rabu, (26/11).

Dok. Kemen P2MI

Bagikan artikel ini

JAKARTA - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Kementerian Perindustrian resmi membuka pelatihan plate welder bersertifikasi dengan kompetensi Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) posisi 3G bagi 200 peserta di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Rabu, 26 November 2025.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Industri (Kemenperin) Doddy Rahadi dan Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto.

Menteri Mukhtarudin, menegaskan kegiatan itu merupakan eksekusi cepat dari kerja sama antar-kementerian yang telah disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) beberapa waktu lalu, sekaligus bagian dari program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja terampil middle-high skill pada periode 2025–2026.

“Kegiatan ini sebenarnya tindak lanjut dari MoU antara Kementerian Perindustrian dengan KemenP2MI. Setelah MoU langsung action. Kita menunjukkan kementerian yang bekerja cepat dan efektif,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Dia menjelaskan, kebutuhan tenaga welder bersertifikasi di pasar global sangat tinggi, terutama dari kawasan Eropa. Artinya, menurut Mukhtarudin, pelatihan ini tak hanya meningkatkan keterampilan, namun dapat menyiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk memasuki pasar kerja yang sangat kompetitif.

“Dunia industri internasional membutuhkan tenaga welder yang benar-benar siap pakai dan berstandar. Karena itu, pelatihan ini harus memastikan peserta menguasai kompetensi yang dibutuhkan negara tujuan,” tegas Mukhtarudin.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Dia juga memastikan bahwa lulusan program ini sudah diarahkan untuk penempatan bekerja di berbagai negara Eropa. “Teman-teman yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan bekerja di Republik Ceko, Slovakia, dan negara-negara Eropa lainnya. Ini kesempatan besar, dan pemerintah ingin kalian masuk ke sana dengan kualitas yang tidak kalah dari tenaga kerja negara lain,” katanya.

Menteri Mukhtarudin menyampaikan, per 23 November 2025 tercatat 351.000 lowongan kerja luar negeri di SISKOP2MI, namun baru 20 persen yang terisi. “Artinya masih ada 80 persen peluang emas yang menunggu anak-anak kita. Demand sangat besar, tinggal kita penuhi dengan supply berkualitas tinggi,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program percepatan yang berfokus pada akselerasi vokasi untuk memenuhi permintaan global yang mendesak.

“Program percepatan ini adalah akselerasi pelatihan vokasi untuk mencetak SDM yang siap kerja memenuhi permintaan global, khususnya di sektor welding,” ucapnya. Doddy menegaskan bahwa peserta akan dibekali kurikulum berbasis industri, termasuk kompetensi Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) posisi 3G yang sangat dibutuhkan di manufaktur global.

“Kami tidak hanya sekadar melatih, tetapi mencetak SDM industri yang kompeten dan berdaya saing. Untuk 200 peserta ini, kami fokus pada kualitas agar mereka menjadi tenaga profesional yang dihormati karena keahliannya,” jelas Doddy.

Baca Juga

101.786 Guru Madrasah dan Pendidikan Agama Lulus PPG

Program ini dijalankan dengan memastikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga akses penempatan kerja di luar negeri, perlindungan menyeluruh, dan jaminan sosial. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret pemerintah menghadirkan tenaga welder Indonesia yang siap bersaing dan mengisi kebutuhan industri global, terutama di kawasan Eropa.

Selain itu, Kementerian P2MI dengan BPSDMI Kemenperin akan terus diperluas ke berbagai balai diklat di seluruh Indonesia guna mempercepat pemenuhan tenaga kerja terampil untuk pasar global. (yog/oni)

Galeri Foto

JELASKAN PROGRAM: Menteri P2MI Mukhtarudin memberi sambutan.
Klik untuk perbesar
Dok. Kemen P2MI

JELASKAN PROGRAM: Menteri P2MI Mukhtarudin memberi sambutan.

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001