Loading...
Jumat Pon, 20 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Kementerian
Home
›Kementerian

Masyarakat Miskin Ekstrem Bakal Terima Tanah

Editor-Kementerian
25 November 2025
KOORDINASI: Muhaimin Iskandar (tengah) memimpin rapat pengentasan kemiskinan di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat kemarin (25/11).
Klik untuk perbesar
HUMAS KEMENKO PM

KOORDINASI: Muhaimin Iskandar (tengah) memimpin rapat pengentasan kemiskinan di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat kemarin (25/11).

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan strategi baru dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Melalui koordinasi dengan ATR/BPN, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memastikan, program reforma agraria akan diprioritaskan bagi masyarakat miskin ekstrem.

Muhaimin menjelaskan, pengentasan kemiskinan tidak hanya menitikberatkan kepada pemberian bantuan sosial. Tetapi upaya pemberdayaan. “Salah satu cara penanggulangan kemiskinan yang paling bagus dan berjangka menengah panjang adalah distribusi aset kepemilikan produksi, yaitu tanah,” ujarnya dalam keterangannya Selasa (25/11).

Dia menargetkan, sebanyak satu juta masyarakat miskin ekstrem mendapatkan tanah milik negara, yang termasuk dalam Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di sejumlah daerah. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (24/11).

“Kita membaca peta reforma agraria, agar seluruh pelaksanaan reforma agraria melibatkan masyarakat desil I dan II menjadi yang mendapatkan manfaat utama,” paparnya. Ia memastikan, pelaksanaan program nantinya dicocokkan dengan sebaran masyarakat miskin ekstrem dan lokasi TORA. Ini untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Seperti diketahui, pemerintah punya target besar dalam pengentasan kemiskinan. Tahun depan, angka kemiskinan ekstrem ditargetkan 0 persen pada 2026. Itu sesuai Inpres 8 Tahun 2025 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mendukung penuh upaya pengurangan angka kemiskinan melalui reforma agraria. Ia pun optimistis target satu juta masyarakat miskin ekstrem dapat menerima Tanah Objek Reforma Agraria dapat terlaksana secara efektif.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

“Apalagi, program ini akan mengkoordinasikan sejumlah Kementerian/Lembaga terkait dibawah koordinasi Menko Muhaimin sesuai mandat Inpres 8/2025. Jadi kami menyiapkan lahannya beliau yang mengkoordinasi karena memang tugas Pak Menko yang melakukan itu,” pungkasnya. (mia/bas)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Home
›Kementerian
›Masyarakat Miskin Ekstrem Bakal Terima Tanah
KOORDINASI: Muhaimin Iskandar (tengah) memimpin rapat pengentasan kemiskinan di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat kemarin (25/11).
Kementerian

Masyarakat Miskin Ekstrem Bakal Terima Tanah

Editor-25 November 2025
Klik untuk perbesar

KOORDINASI: Muhaimin Iskandar (tengah) memimpin rapat pengentasan kemiskinan di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat kemarin (25/11).

HUMAS KEMENKO PM

Bagikan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan strategi baru dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Melalui koordinasi dengan ATR/BPN, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memastikan, program reforma agraria akan diprioritaskan bagi masyarakat miskin ekstrem.

Muhaimin menjelaskan, pengentasan kemiskinan tidak hanya menitikberatkan kepada pemberian bantuan sosial. Tetapi upaya pemberdayaan. “Salah satu cara penanggulangan kemiskinan yang paling bagus dan berjangka menengah panjang adalah distribusi aset kepemilikan produksi, yaitu tanah,” ujarnya dalam keterangannya Selasa (25/11).

Dia menargetkan, sebanyak satu juta masyarakat miskin ekstrem mendapatkan tanah milik negara, yang termasuk dalam Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di sejumlah daerah. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (24/11).

“Kita membaca peta reforma agraria, agar seluruh pelaksanaan reforma agraria melibatkan masyarakat desil I dan II menjadi yang mendapatkan manfaat utama,” paparnya. Ia memastikan, pelaksanaan program nantinya dicocokkan dengan sebaran masyarakat miskin ekstrem dan lokasi TORA. Ini untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Seperti diketahui, pemerintah punya target besar dalam pengentasan kemiskinan. Tahun depan, angka kemiskinan ekstrem ditargetkan 0 persen pada 2026. Itu sesuai Inpres 8 Tahun 2025 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mendukung penuh upaya pengurangan angka kemiskinan melalui reforma agraria. Ia pun optimistis target satu juta masyarakat miskin ekstrem dapat menerima Tanah Objek Reforma Agraria dapat terlaksana secara efektif.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

“Apalagi, program ini akan mengkoordinasikan sejumlah Kementerian/Lembaga terkait dibawah koordinasi Menko Muhaimin sesuai mandat Inpres 8/2025. Jadi kami menyiapkan lahannya beliau yang mengkoordinasi karena memang tugas Pak Menko yang melakukan itu,” pungkasnya. (mia/bas)

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001