Loading...
Sabtu Wage, 21 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Kementerian
Home
›Kementerian

Menag: Marbot Memang Tidak Populer di Dunia, tetapi Akan Jadi Artis di Langit Sana

Editor-Kementerian
25 November 2025
MINTA DOA: Menag Nasaruddin Umar (tengah) menghadiri Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta (25/11).
Klik untuk perbesar
Hilmi/Jawa Pos

MINTA DOA: Menag Nasaruddin Umar (tengah) menghadiri Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta (25/11).

JAKARTA - Profesi marbot masjid selama ini punya peran penting. Tugasnya mengurusi teknis masjid sehingga salat berjamaah berjalan lancar. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta publik tidak merendahkan profesi marbot masjid.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin di sela Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta (25/11). Acara ini dihadiri lebih dari 200 marbot dari seluruh Indonesia. Dia mengaku senang karena baru sekarang Kemenag mengundang marbot untuk berdiskusi di Jakarta. "Enam tahun saya jadi Dirjen Bimas Islam, kemudian jadi Wamenag, tidak pernah ada kegiatan seperti ini," katanya.

Nasaruddin mengatakan, secara bahasa dia belum menemukan padanan kata marbot dalam bahasa Arab. Tetapi ada kata marbut dalam bahasa Arab yang artinya terikat atau menjaga. Dari situ kemungkinan istilah marbot atau penjaga masjid berkembang di tanah air.

Dia mengatakan, kelancaran pelaksanaan salat berjamaah di masjid ditentukan peran marbot. Mulai dari membersihkan tempat salat. Kemudian menyiapkan pengeras suara dan keperluan lainnya. "Jangan-jangan marbot masjid adalah orang yang paling besar pahalanya," tuturnya.

Apalagi, marbot di sejumlah masjid mempunyai peran ganda. Selain membersihkan masjid, mereka juga jadi imam. Bahkan sekaligus jadi khatib juga. Maka pahalanya bakal semakin berlipat.

Namun, dia menyayangkan masih ada yang meremehkan profesi marbot. Padahal, orang yang mewakafkan dirinya untuk merawat rumah Allah bakal dijamin tidak akan sengsara. Sekalipun misalnya hidupnya tidak kaya raya saat di dunia, tetapi di akherat kelak pahalanya berlimpah.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Nasaruddin mengatakan, doa orang yang tidak pernah putus salat berjamaah di masjid, punya peluang besar dikabulkan oleh Allah. Karena itu, dia titip doa kepada para marbot yang mengikuti kegiatan tersebut.

"Marbot itu profesi yang tidak populer di dunia. Tetapi para marbot ini adalah artis di langit sana," tuturnya. Kepada para marbot, dia berpesan supaya tetap semangat menjalankan tugasnya. Dia tidak bisa membayangkan jika ada sekelompok marbot yang mogok bekerja. Jemaah jadi tidak bisa salat berjamaah karena pintunya tergembok. "Saya ini juga marbot. Marbot di masjid Istiqlal. Saya ini ketuanya marbot (Istiqlal)," kata Nasaruddin disambut meriah para marbot. (wan/oni)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Home
›Kementerian
›Menag: Marbot Memang Tidak Populer di Dunia, tetapi Akan Jadi Artis di Langit Sana
MINTA DOA: Menag Nasaruddin Umar (tengah) menghadiri Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta (25/11).
Kementerian

Menag: Marbot Memang Tidak Populer di Dunia, tetapi Akan Jadi Artis di Langit Sana

Editor-25 November 2025
Klik untuk perbesar

MINTA DOA: Menag Nasaruddin Umar (tengah) menghadiri Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta (25/11).

Hilmi/Jawa Pos

Bagikan artikel ini

JAKARTA - Profesi marbot masjid selama ini punya peran penting. Tugasnya mengurusi teknis masjid sehingga salat berjamaah berjalan lancar. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta publik tidak merendahkan profesi marbot masjid.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin di sela Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta (25/11). Acara ini dihadiri lebih dari 200 marbot dari seluruh Indonesia. Dia mengaku senang karena baru sekarang Kemenag mengundang marbot untuk berdiskusi di Jakarta. "Enam tahun saya jadi Dirjen Bimas Islam, kemudian jadi Wamenag, tidak pernah ada kegiatan seperti ini," katanya.

Nasaruddin mengatakan, secara bahasa dia belum menemukan padanan kata marbot dalam bahasa Arab. Tetapi ada kata marbut dalam bahasa Arab yang artinya terikat atau menjaga. Dari situ kemungkinan istilah marbot atau penjaga masjid berkembang di tanah air.

Dia mengatakan, kelancaran pelaksanaan salat berjamaah di masjid ditentukan peran marbot. Mulai dari membersihkan tempat salat. Kemudian menyiapkan pengeras suara dan keperluan lainnya. "Jangan-jangan marbot masjid adalah orang yang paling besar pahalanya," tuturnya.

Apalagi, marbot di sejumlah masjid mempunyai peran ganda. Selain membersihkan masjid, mereka juga jadi imam. Bahkan sekaligus jadi khatib juga. Maka pahalanya bakal semakin berlipat.

Namun, dia menyayangkan masih ada yang meremehkan profesi marbot. Padahal, orang yang mewakafkan dirinya untuk merawat rumah Allah bakal dijamin tidak akan sengsara. Sekalipun misalnya hidupnya tidak kaya raya saat di dunia, tetapi di akherat kelak pahalanya berlimpah.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Nasaruddin mengatakan, doa orang yang tidak pernah putus salat berjamaah di masjid, punya peluang besar dikabulkan oleh Allah. Karena itu, dia titip doa kepada para marbot yang mengikuti kegiatan tersebut.

"Marbot itu profesi yang tidak populer di dunia. Tetapi para marbot ini adalah artis di langit sana," tuturnya. Kepada para marbot, dia berpesan supaya tetap semangat menjalankan tugasnya. Dia tidak bisa membayangkan jika ada sekelompok marbot yang mogok bekerja. Jemaah jadi tidak bisa salat berjamaah karena pintunya tergembok. "Saya ini juga marbot. Marbot di masjid Istiqlal. Saya ini ketuanya marbot (Istiqlal)," kata Nasaruddin disambut meriah para marbot. (wan/oni)

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001