Loading...
Sabtu Wage, 21 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
Kementerian
Home
›Kementerian

Wujud Kerukunan, Kementerian Agama Dorong Pelaksanaan Natal Bersama

Editor-Kementerian
26 November 2025
RAWAT TOLERANSI: DI Menteri Agama Menag Nasaruddin Umar menginstruksikan supaya lembaganya menggelar Natal Bersama.
Klik untuk perbesar
HUMAS KEMENTERIAN AGAMA

RAWAT TOLERANSI: DI Menteri Agama Menag Nasaruddin Umar menginstruksikan supaya lembaganya menggelar Natal Bersama.

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan instruksi supaya lembaganya menggelar Natal Bersama. Dia prihatin karena selama ini Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik Kemenag menggelar Natal sendiri - sendiri.

Instruksi itu disampaikan Nasaruddin dalam peluncuran rangkaian Natal Kemenag 2025. Rangkaian Natal itu diawali dengan jalan santai lintas agama. Menghadirkan anak yatim piatu dari panti asuhan Islam, Kristen, dan agama lainnya.

Dalam kesempatan itu Nasaruddin mengatakan, selama ini kementerian atau lembaga lain yang menjalankan Natal Bersama. Sementara di Kemenag antara Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik menggelar peringatan Natal sendiri-sendiri. Kegiatan natal bersama diharapkan juga dilaksanakan di kantor Kementerian Agama sampai ke daerah-daerah.

"Nanti disini (Kemenag) juga akan dilakukan Natal Kementrian Agama. Masa kementerian-kementerian lain melakukan Natal bersama. Kementerian Agama enggak," jelasnya. Menurutnya perayaan Natal Bersama di Kemenag akan jadi sejarah baru. Nasaruddin menegaskan tidak ada kata terlambat.

"Selama ini kan Natal Kristen, Natal Katolik. Tapi Natal Kementerian Agama-nya enggak," ucap Nasaruddin. Menurut dia Natal Bersama penting dilakukan untuk mewujudkan toleransi.

Dia menegaskan, pada saat sesi ibadah Natal, hanya diikuti umat agama masing-masing. Tetapi saat perayaan bisa diikuti siapa saja. Sama seperti saat perayaan Idul Fitri, yang mengikuti kegiatan salat Idul Fitri hanya umat Islam saja. Untuk perayaan siapa saja bisa mengikutinya. "Itu yang disebut lakum dinukum waliadin. Bagi ku agama ku dan bagi mu agama mu," tandasnya.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Dalam kesempatan sama Dirjen Bimas Kristen Kemenag Jeane Marie Tulung menjelaskan bahwa Penyelenggaraan Jalan Sehat Lintas Agama itu menjadi bagian dari peringatan Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November. Meski digelar beberapa hari setelahnya, nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, dan komitmen kebangsaan menjadi jiwa dari pelaksanaan kegiatan ini.

Jeane menjelaskan bahwa setelah pembukaan di Jakarta, rangkaian Natal Kemenag 2025 akan digelar di berbagai daerah. Meliputi seminar, ibadah, peluncuran buku Ekoteologi, aksi sosial, hingga puncak perayaan Natal Kemenag pada 22 Desember 2025 di Jakarta.

“Rangkaian Natal tahun ini mengalir dari kota ke kota, dari umat ke umat, membawa pesan cinta, damai, dan persaudaraan," katanya. Dia ingin kegiatan Natal Kemenag 2025 bisa berkontribusi dalam memperkuat moderasi beragama dan kerukunan nasional. (wan/ali)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025
Home
›Kementerian
›Wujud Kerukunan, Kementerian Agama Dorong Pelaksanaan Natal Bersama
RAWAT TOLERANSI: DI Menteri Agama Menag Nasaruddin Umar menginstruksikan supaya lembaganya menggelar Natal Bersama.
Kementerian

Wujud Kerukunan, Kementerian Agama Dorong Pelaksanaan Natal Bersama

Editor-26 November 2025
Klik untuk perbesar

RAWAT TOLERANSI: DI Menteri Agama Menag Nasaruddin Umar menginstruksikan supaya lembaganya menggelar Natal Bersama.

HUMAS KEMENTERIAN AGAMA

Bagikan artikel ini

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan instruksi supaya lembaganya menggelar Natal Bersama. Dia prihatin karena selama ini Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik Kemenag menggelar Natal sendiri - sendiri.

Instruksi itu disampaikan Nasaruddin dalam peluncuran rangkaian Natal Kemenag 2025. Rangkaian Natal itu diawali dengan jalan santai lintas agama. Menghadirkan anak yatim piatu dari panti asuhan Islam, Kristen, dan agama lainnya.

Dalam kesempatan itu Nasaruddin mengatakan, selama ini kementerian atau lembaga lain yang menjalankan Natal Bersama. Sementara di Kemenag antara Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik menggelar peringatan Natal sendiri-sendiri. Kegiatan natal bersama diharapkan juga dilaksanakan di kantor Kementerian Agama sampai ke daerah-daerah.

"Nanti disini (Kemenag) juga akan dilakukan Natal Kementrian Agama. Masa kementerian-kementerian lain melakukan Natal bersama. Kementerian Agama enggak," jelasnya. Menurutnya perayaan Natal Bersama di Kemenag akan jadi sejarah baru. Nasaruddin menegaskan tidak ada kata terlambat.

"Selama ini kan Natal Kristen, Natal Katolik. Tapi Natal Kementerian Agama-nya enggak," ucap Nasaruddin. Menurut dia Natal Bersama penting dilakukan untuk mewujudkan toleransi.

Dia menegaskan, pada saat sesi ibadah Natal, hanya diikuti umat agama masing-masing. Tetapi saat perayaan bisa diikuti siapa saja. Sama seperti saat perayaan Idul Fitri, yang mengikuti kegiatan salat Idul Fitri hanya umat Islam saja. Untuk perayaan siapa saja bisa mengikutinya. "Itu yang disebut lakum dinukum waliadin. Bagi ku agama ku dan bagi mu agama mu," tandasnya.

Baca Juga

Capek di Perjalanan, Pemudik Nataru Boleh Istirahat di Masjid dan Musala

Dalam kesempatan sama Dirjen Bimas Kristen Kemenag Jeane Marie Tulung menjelaskan bahwa Penyelenggaraan Jalan Sehat Lintas Agama itu menjadi bagian dari peringatan Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November. Meski digelar beberapa hari setelahnya, nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, dan komitmen kebangsaan menjadi jiwa dari pelaksanaan kegiatan ini.

Jeane menjelaskan bahwa setelah pembukaan di Jakarta, rangkaian Natal Kemenag 2025 akan digelar di berbagai daerah. Meliputi seminar, ibadah, peluncuran buku Ekoteologi, aksi sosial, hingga puncak perayaan Natal Kemenag pada 22 Desember 2025 di Jakarta.

“Rangkaian Natal tahun ini mengalir dari kota ke kota, dari umat ke umat, membawa pesan cinta, damai, dan persaudaraan," katanya. Dia ingin kegiatan Natal Kemenag 2025 bisa berkontribusi dalam memperkuat moderasi beragama dan kerukunan nasional. (wan/ali)

Most Read

1

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian
2

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian

Berita Terbaru

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian Pertanian Alokasikan Anggaran Rp 1 Triliun untuk Peningkatan Produksi Kopi Nasional

Kementerian•3 Desember 2025
Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kemen-LH Periksa Perusahaan Tambang dan Sawit Terkait Bencana Sumatera

Kementerian•2 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001