JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan instruksi supaya lembaganya menggelar Natal Bersama. Dia prihatin karena selama ini Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik Kemenag menggelar Natal sendiri - sendiri.
Instruksi itu disampaikan Nasaruddin dalam peluncuran rangkaian Natal Kemenag 2025. Rangkaian Natal itu diawali dengan jalan santai lintas agama. Menghadirkan anak yatim piatu dari panti asuhan Islam, Kristen, dan agama lainnya.
Dalam kesempatan itu Nasaruddin mengatakan, selama ini kementerian atau lembaga lain yang menjalankan Natal Bersama. Sementara di Kemenag antara Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik menggelar peringatan Natal sendiri-sendiri. Kegiatan natal bersama diharapkan juga dilaksanakan di kantor Kementerian Agama sampai ke daerah-daerah.
"Nanti disini (Kemenag) juga akan dilakukan Natal Kementrian Agama. Masa kementerian-kementerian lain melakukan Natal bersama. Kementerian Agama enggak," jelasnya. Menurutnya perayaan Natal Bersama di Kemenag akan jadi sejarah baru. Nasaruddin menegaskan tidak ada kata terlambat.
"Selama ini kan Natal Kristen, Natal Katolik. Tapi Natal Kementerian Agama-nya enggak," ucap Nasaruddin. Menurut dia Natal Bersama penting dilakukan untuk mewujudkan toleransi.
Dia menegaskan, pada saat sesi ibadah Natal, hanya diikuti umat agama masing-masing. Tetapi saat perayaan bisa diikuti siapa saja. Sama seperti saat perayaan Idul Fitri, yang mengikuti kegiatan salat Idul Fitri hanya umat Islam saja. Untuk perayaan siapa saja bisa mengikutinya. "Itu yang disebut lakum dinukum waliadin. Bagi ku agama ku dan bagi mu agama mu," tandasnya.
Dalam kesempatan sama Dirjen Bimas Kristen Kemenag Jeane Marie Tulung menjelaskan bahwa Penyelenggaraan Jalan Sehat Lintas Agama itu menjadi bagian dari peringatan Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November. Meski digelar beberapa hari setelahnya, nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, dan komitmen kebangsaan menjadi jiwa dari pelaksanaan kegiatan ini.
Jeane menjelaskan bahwa setelah pembukaan di Jakarta, rangkaian Natal Kemenag 2025 akan digelar di berbagai daerah. Meliputi seminar, ibadah, peluncuran buku Ekoteologi, aksi sosial, hingga puncak perayaan Natal Kemenag pada 22 Desember 2025 di Jakarta.
“Rangkaian Natal tahun ini mengalir dari kota ke kota, dari umat ke umat, membawa pesan cinta, damai, dan persaudaraan," katanya. Dia ingin kegiatan Natal Kemenag 2025 bisa berkontribusi dalam memperkuat moderasi beragama dan kerukunan nasional. (wan/ali)



