Loading...
Minggu Kliwon, 22 Februari 2026
Jawa Pos

Selalu Ada Yang Baru!

Loading...
Home
NasionalEkonomi BisnisFinansialKementerianSosok & Sisi LainInternasionalJawa Timur
Home
›Nasional

P2G Minta Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik Dilakukan Lebih Awal

Editor-Nasional
9 November 2025
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq (kiri) didampingi Kepala SMKN 2 Makassar Mansyur meninjau pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik di SMKN 2 Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/11/2025).
Klik untuk perbesar
ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq (kiri) didampingi Kepala SMKN 2 Makassar Mansyur meninjau pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik di SMKN 2 Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/11/2025).

JAKARTA - Secara umum penyelenggaraan TKA tahun pertama dinilai cukup baik. Namun, masih ada catatan dari sejumlah organisasi guru. Misalnya, terkait kedudukan dan fungsi TKA.

Menurut Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), masih ada kesimpangsiuran terkait hal ini di lapangan. Wakil Ketua Umum FSGI Mansur Sipinathe mengungkapkan, meski telah ada permendikdasmen yang menyatakan TKA tidak wajib, namun informasi yang beredar di masyarakat tidak demikian.

Beredar kabar bahwa TKA wajib dan mengganti nilai rapor untuk seleksi jalur prestasi. Bahkan, untuk masuk TNI/Polri, sekolah kedinasan, hingga untuk melamar kerja. “Informasi-informasi ini dibiarkan berkembang, bahkan cenderung dimanfaatkan untuk kepentingan agar TKA dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting bagi siswa,” ujarnya pada Jawa Pos, Sabtu (8/11).

Akibatnya, banyak sekolah, bahkan orang tua siswa, yang berlomba-lomba mengadakan persiapan. Mulai dari sewa komputer, ikut bimbingan belajar, dan lainnya. Kejadian-kejadian ini dinilainya justru jauh dari makna pendidikan yang berkualitas untuk semua.

“Akhirnya muncul dugaan animo masyarakat yang cukup tinggi terhadap TKA ini jangan-jangan sebenarnya disebabkan oleh ketidakjelasan informasi,” katanya.

Masalah wajib dan tak wajib ini turut disuarakan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). Dewan Pakar P2G Suparno Sastro mengungkapkan, perlu ada panduan tegas bagi sekolah, dinas pendidikan, maupun pemda untuk memastikan TKA bersifat sukarela. Sebab, di lapangan, meski bersifat opsional, nyatanya banyak sekolah hingga dinas pendidikan yang mewajibkan untuk keperluan SNBP dan keperluan internal.

Baca Juga

Ingat, Jika Nilai TKA Jelek, Siswa Tidak Bisa Banding Lho...

“Bagi mereka yang tidak mengikuti SNBP, maka tidak boleh dipaksa ikut TKA, kecuali muncul hal baru (jadi wajib, red). Sebab, siswa yang tidak eligible SNBP jadi mengalami tekanan yang cukup banyak dan bisa memicu praktik kecurangan,” paparnya.

Pihaknya mengusulkan agar ke depan sosialiasi dilakukan lebih awal. Sehingga, tak ada kesimpangsiuran. Termasuk, persiapan siswa bisa lebih matang. “Karena rata-rata yang dikeluhkan para siswa itu terkait waktu persiapan. Jadi kalau sosialisasi dan persiapan awalnya baik, maka kecemasan dan segala efek yang ditimbulkannya bisa dikurangi,” ungkapnya.

Mengenai tindak kecurangan yang terjadi, Suparno sepakat apabila pelaku kecurangan ditindak tegas. Bukan hanya pada peserta, tapi juga pengawas yang lalai. Apalagi, terkait peserta yang melakukan live media sosial saat mengerjakan tes. “Karena tidak boleh membawa gawai. Harusnya sudah terdeteksi sejak awal,” pungkasnya. (mia/oni)

Bagikan artikel ini

Most Read

1

Lembaga-Lembaga Zakat Perlu Bersinergi untuk Percepat Bantu Korban Bencana Sumatera

Nasional
2

Menko Pangan Ungkap Banyak Korban Bencana Alam Sumatera Masih Hilang

Nasional

Berita Terbaru

Lembaga-Lembaga Zakat Perlu Bersinergi untuk  Percepat Bantu Korban Bencana Sumatera

Lembaga-Lembaga Zakat Perlu Bersinergi untuk Percepat Bantu Korban Bencana Sumatera

Nasional•3 Desember 2025
Menko Pangan Ungkap Banyak Korban Bencana Alam Sumatera Masih Hilang

Menko Pangan Ungkap Banyak Korban Bencana Alam Sumatera Masih Hilang

Nasional•3 Desember 2025
Home
›Nasional
›P2G Minta Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik Dilakukan Lebih Awal
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq (kiri) didampingi Kepala SMKN 2 Makassar Mansyur meninjau pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik di SMKN 2 Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/11/2025).
Nasional

P2G Minta Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik Dilakukan Lebih Awal

Editor-9 November 2025
Klik untuk perbesar

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq (kiri) didampingi Kepala SMKN 2 Makassar Mansyur meninjau pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik di SMKN 2 Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/11/2025).

ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU

Bagikan artikel ini

JAKARTA - Secara umum penyelenggaraan TKA tahun pertama dinilai cukup baik. Namun, masih ada catatan dari sejumlah organisasi guru. Misalnya, terkait kedudukan dan fungsi TKA.

Menurut Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), masih ada kesimpangsiuran terkait hal ini di lapangan. Wakil Ketua Umum FSGI Mansur Sipinathe mengungkapkan, meski telah ada permendikdasmen yang menyatakan TKA tidak wajib, namun informasi yang beredar di masyarakat tidak demikian.

Beredar kabar bahwa TKA wajib dan mengganti nilai rapor untuk seleksi jalur prestasi. Bahkan, untuk masuk TNI/Polri, sekolah kedinasan, hingga untuk melamar kerja. “Informasi-informasi ini dibiarkan berkembang, bahkan cenderung dimanfaatkan untuk kepentingan agar TKA dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting bagi siswa,” ujarnya pada Jawa Pos, Sabtu (8/11).

Akibatnya, banyak sekolah, bahkan orang tua siswa, yang berlomba-lomba mengadakan persiapan. Mulai dari sewa komputer, ikut bimbingan belajar, dan lainnya. Kejadian-kejadian ini dinilainya justru jauh dari makna pendidikan yang berkualitas untuk semua.

“Akhirnya muncul dugaan animo masyarakat yang cukup tinggi terhadap TKA ini jangan-jangan sebenarnya disebabkan oleh ketidakjelasan informasi,” katanya.

Masalah wajib dan tak wajib ini turut disuarakan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). Dewan Pakar P2G Suparno Sastro mengungkapkan, perlu ada panduan tegas bagi sekolah, dinas pendidikan, maupun pemda untuk memastikan TKA bersifat sukarela. Sebab, di lapangan, meski bersifat opsional, nyatanya banyak sekolah hingga dinas pendidikan yang mewajibkan untuk keperluan SNBP dan keperluan internal.

Baca Juga

Ingat, Jika Nilai TKA Jelek, Siswa Tidak Bisa Banding Lho...

“Bagi mereka yang tidak mengikuti SNBP, maka tidak boleh dipaksa ikut TKA, kecuali muncul hal baru (jadi wajib, red). Sebab, siswa yang tidak eligible SNBP jadi mengalami tekanan yang cukup banyak dan bisa memicu praktik kecurangan,” paparnya.

Pihaknya mengusulkan agar ke depan sosialiasi dilakukan lebih awal. Sehingga, tak ada kesimpangsiuran. Termasuk, persiapan siswa bisa lebih matang. “Karena rata-rata yang dikeluhkan para siswa itu terkait waktu persiapan. Jadi kalau sosialisasi dan persiapan awalnya baik, maka kecemasan dan segala efek yang ditimbulkannya bisa dikurangi,” ungkapnya.

Mengenai tindak kecurangan yang terjadi, Suparno sepakat apabila pelaku kecurangan ditindak tegas. Bukan hanya pada peserta, tapi juga pengawas yang lalai. Apalagi, terkait peserta yang melakukan live media sosial saat mengerjakan tes. “Karena tidak boleh membawa gawai. Harusnya sudah terdeteksi sejak awal,” pungkasnya. (mia/oni)

Most Read

1

Lembaga-Lembaga Zakat Perlu Bersinergi untuk Percepat Bantu Korban Bencana Sumatera

Nasional
2

Menko Pangan Ungkap Banyak Korban Bencana Alam Sumatera Masih Hilang

Nasional

Berita Terbaru

Lembaga-Lembaga Zakat Perlu Bersinergi untuk  Percepat Bantu Korban Bencana Sumatera

Lembaga-Lembaga Zakat Perlu Bersinergi untuk Percepat Bantu Korban Bencana Sumatera

Nasional•3 Desember 2025
Menko Pangan Ungkap Banyak Korban Bencana Alam Sumatera Masih Hilang

Menko Pangan Ungkap Banyak Korban Bencana Alam Sumatera Masih Hilang

Nasional•3 Desember 2025

KORAN JAWA POS

Instagram

  • @koran.jawapos
  • @jawapos.foto
  • @jawapossport

YouTube

  • @jawaposnews

TikTok

  • @koranjawapos

Email Redaksi

  • editor@jawapos.co.id

Berlangganan Koran

Hubungi WhatsApp:

+628113475001

© 2026 Koran Online. All rights reserved.

KORAN JAWA POS
Instagram:@koran.jawapos@jawapos.foto@jawapossport
Twitter:@koran_jawapos
YouTube:@jawaposnewsTikTok:@koranjawapos
Email Redaksi:editor@jawapos.co.id
Berlangganan Koran Hubungi WA:+628113475001