JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menghadiri pembukaan kantor Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah Ahlussunah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) di Jakarta (30/11) malam. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Zulhas untuk mengajak jamaah ikut mendoakan korban bencana alam di Sumatera.
Politikus yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, bencana alam yang cukup besar terjadi bersamaan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Dia baru saja mengunjungi sejumlah titik yang terkena imbas banjir bandang. “Saya bisa merasakan sungguh berat yang dialami saudara-saudara kita di Sumbar, di Sumut, di Aceh," kata Zulhas. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mencontohkan, ada anak yang kehilangan orang tuanya. Kemudian di tempat lain ada orang tua yang kehilangan anaknya.
"Ada yang meninggal dan kehilangan rumah juga. Sekali lagi kita doakan bersama untuk saudara-saudara kita,” lanjut Zulkifli. Untuk itu dia mengajak seluruh jamaah Jatma Aswaja ikut mendoakan kelancaran proses penanganan bencana alam di Sumatera. Selain itu mendoakan supaya korban yang selamat diberikan ketabahan.
Zulhas juga sangat berharap kehadiran Jatma Aswaja bisa memberikan kontribusi yang positif bagi Indonesia. Termasuk ikut serta membangun bangsa melalui petunjuk dan nasihat dari para masyaikh, seperti Habib Luthfi Bin Yahya. “Di tengah kondisi yang membutuhkan perhatian semua pihak, langkah Jatma Aswaja sangat berarti untuk menghadirkan ketenangan batin dan kejernihan berpikir bagi umat dan bangsa,” jelas Zulhas.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini mengatakan, doa bersama itu berupaya menghadirkan kejernihan berpikir dan ketenangan batin dalam menghadapi dinamika sosial. Dia menegaskan bahwa doa bersama ini adalah bentuk kepedulian spiritual bagi negeri. “Kami ingin menghadirkan ketenangan batin dan kejernihan berpikir di tengah suasana bangsa yang penuh tantangan," jelasnya.
Bagi Helmy, tradisi wirid, manaqib, dan tahlil menjadi bagian dari ikhtiar memohon pertolongan kepada Allah SWT. Sebagai organisasi spiritual, doa bersama dan tasyakuran peresmian kantor PB Jatma Aswaja merupakan langkah strategis. Serta jadi komitmen organisasi untuk merawat tradisi keagamaan yang meneduhkan. Sekaligus memperkuat optimisme publik terhadap masa depan bangsa. (wan/oni)




