Caption : Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK-KBIHU) Cepi Supriatna (kanan) di Jakarta (25/11) malam. (Hilmi/Jawa Pos)
--Nasional--
Jaga Kebugaran Jelang Haji, Usai Salat Subuh CJH Diminta Latihan Jalan Kaki
JAKARTA - Masa pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sudah dimulai 24 November lalu. Artinya, masa penyelenggaraan haji 2026 semakin dekat. Para calon jemaah haji (CJH) dianjurkan untuk mulai latihan fisik. Tujuannya supaya tetap bugar dan bisa menjalani rangkaian ibadah haji di Saudi dengan baik.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK-KBIHU) Cepi Supriatna. Dia mengatakan, rangkaian ibadah haji didominasi oleh aktivitas fisik. Latihan fisik tidak cukup dilaksanakan beberapa hari atau satu bulan jelang keberangkatan.
"Mulai sekarang, setelah salat subuh usahakan jalan kaki dahulu," kata Cepi dalam Mukernas FK-KBIHU di Jakarta, Selasa (25/11) malam. Menurut dia, latihan jalan kaki itu sangat penting. Sebab, rangkaian ibadah haji memiliki banyak aktivitas yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.
Dia mencontohkan saat di Masjidilharam, jemaah melakukan tawaf dan sa'i. Khusus untuk tawaf, jika dilakukan mepet dengan Kakbah itu satu putaran jaraknya sekitar 400 meter. Dikalikan tujuh putaran berarti 2,8 Km. Belum lagi jika mendapatkan lokasi tawaf jauh dari Kakbah. Bahkan, ketika tawafnya di dalam masjid, semakin jauh lagi putarannya.
Kemudian, ketika jemaah berada di Mina untuk mabit dan melontar jumrah. Jarak dari tenda ke Jamarat, tempat melempar jumrah, sekitar 4,5 Km. Perjalanan pergi pulang berarti sekitar 9 Km. Selama mabit di Mina, jemaah melakukan beberapa kali prosesi melontar jumrah.
"Belum lagi ketika dari Mina ada yang langsung ke Masjidilharam. Itu harus jalan kaki karena tidak ada kendaraan lewat," tuturnya. Jarak dari Mina ke Masjidilharam sekitar 7 Km. Kemudian, sesampainya di Masjidilharam melakukan tujuh kali putaran tawaf dan dilanjutkan dengan sa'i.
Dari seluruh aktivitas fisik tersebut, CJH butuh latihan berjalan kaki sejak jauh hari. Rencananya, jemaah mulai diberangkatkan ke Saudi pada pertengahan April tahun depan. Maka, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai persiapan fisik. Dimulai dengan aktivitas jalan kaki rutin setiap hari. Apalagi bagi CJH yang sudah tidak ada ikatan pekerjaan, waktu yang tersedia untuk latihan fisik semakin banyak.
Cepi mengatakan siap mendukung semangat Tri Sukses penyelenggaraan haji yang digaungkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Khususnya sukses ibadah. Karena itu, bimbingan ibadah oleh KBIHU sudah dijalankan sejak beberapa waktu lalu. Di setiap momen bimbingan manasik haji, selalu diselipkan sosialisasi menjaga kesehatan bagi CJH. (wan/oni)



