PASURUAN - Motor mbrebet membuat penghasilan driver ojek online (ojol) berkurang drastis. Selain kehilangan uang untuk perbaikan motor, mereka juga kehilangan waktu untuk mencari nafkah. Karena itu, di Kota Pasuruan, Jawa Timur, para pengemudi ojol mengadakan aksi unjuk rasa. Mereka memprotes Pertamina dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dianggap sebagai biang motor mbrebet.
Pantauan Radar Bromo Grup Jawa Pos, para driver ojol kemarin berkumpul di depan kantor DPRD Pasuruan. Mereka membentangkan sejumlah poster. Di antaranya bertulisan: Pertamina Ganti Petronas, Pertalite+Etanol=Bahlul, “November Ber-nya Apa? Berebeeett…”, dan beberapa tulisan bernada kritik lain.
Banyaknya kasus motor mbrebet setelah diisi pertalite menjadi sorotan tajam dari paguyuban ojek online kota Pasuruan (Pojok Pas). Mereka menuntut ada solusi dari keresahan dan dampak yang dialami oleh masyarakat, termasuk ojol. Ada lima tuntutan yang disampaikan pada dewan. Antara lain, menolak kebijakan BBM yang bercampur etanol karena bisa merusak komponen mesin kendaraan.
Mereka minta DPRD membantu memastikan bahwa pertalite yang disalurkan Pertamina telah sesuai standar minimum Ron 90 tanpa campuran lain. Kedua, aliansi ojol mendesak pemerintah mengkaji ulang secara transparan dengan melibatkan masyarakat sebelum mengimplementasikan BBM bercampur etanol.
"Dengan cara mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan kualitas BBM di setiap rantai distribusi, beri sanksi bagi pihak yang melakukan penyimpangan," kata Muhammad Yunus, ketua Pojok Pas.
Ketiga, mereka menuntut ketersediaan BBM yang berkualitas. Dengan melakukan audit kualitas secara independen. Mereka memberi masukan DPRD Kota Pasuruan bisa membentuk tim untuk mengaudit kualitas pertalite yang beredar di lapangan.
Keempat, meminta ganti rugi kepada pihak yang bertanggung jawab atas biaya kerusakan. Sebab, kondisi ini merugikan ojol dan masyarakat. Terakhir, membentuk posko pengaduan dengan harapan jika kasus ini terulang kembali, ada tempat dan tindak lanjut untuk penggantian biaya kerugian pada konsumen.
Perwakilan ojol sempat beraudiensi dengan DPRD Kota Pasuruan. Dalam audiensi itu, Yunus mengungkapkan, banyak ojol yang dirugikan karena kualitas BBM yang buruk. Mereka baru saja mengisi BBM di SPBU, tapi motor harus masuk bengkel karena mesin mrebet. Tangki motor juga harus dikuras.
"Biayanya tidak murah. Bisa Rp 70 ribu atau lebih. Padahal sudah diservis sebelumnya. Kami rugi dua kali karena harus isi BBM lagi jenis pertamax," tutur Yunus.
Ia menceritakan pengalamannya pada Minggu (2/10). Saat itu ada audiensi dengan Pertamina Area Malang. Dalam koordinasi itu, perwakilan Pertamina menyampaikan, masyarakat yang mengalami motor mrebet bisa mendatangi SPBU tempat membeli BBM. Mereka tinggal menunjukkan struk pembelian atau bukti video closed circuit television (CCTV) jika membeli di tempat itu.
Pertamina akan memberikan ganti rugi. Untuk roda dua sebesar Rp 150 ribu, sedangkan roda empat Rp 500 ribu. Namun ternyata di lapangan, klaim ini tidak semudah yang disampaikan Pertamina. Ada anggota Pojok Pas yang menyampaikan keluhan pada salah satu SPBU.
Petugas di sana hanya memberikan ganti rugi Rp 50 ribu dengan alasan mereka harus verifikasi dahulu dan menyampaikan ke Pertamina. Motor yang mbrebet bisa dibawa ke bengkel yang dianjurkan oleh Pertamina. Di Kota Pasuruan ada dua lokasi. Yakni di Jalan Panglima Sudirman dan di Jalan Veteran.
"Di lapangan malah berbeda dengan yang disampaikan Pertamina. Uang Rp 50 ribu itu tidak cukup mengganti rugi biaya kerusakan,," jelasnya.
Karena itu, pihaknya berharap agar anggota legislatif bisa membantu masyarakat mencari solusi. Pihaknya tidak ingin kejadian ini berlarut larut. Sebab yang dirugikan adalah masyarakat. "Jangan ada lagi korban korban lainnya. Kami ini ingin mencari nafkah. Tapi malah rugi harus mengeluarkan uang karena motor mbrebet," pungkasnya.
Ketua DPRD Kota Pasuruan, Muhammad Toyib yang menemui mereka menyebut, tuntutan dari aliansi ojol ini diterima dan akan menjadi masukan bagi pihaknya. Dewan akan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Dalam waktu dekat, dewan akan memanggil Pertamina untuk mengetahui kondisi di lapangan dan mencari solusinya.
Pihaknya juga akan melakukan tindak lanjut di lapangan dengan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk memastikan kualitas BBM di SPBU di Kota Pasuruan.
Kasus motor mbrebet ini memang cukup banyak terjadi akhir akhir ini. Diakui Toyib, keluarganya juga menjadi salah satu korban. Motor Honda Beat tahun 2022 yang baru diisi pertalite tiba tiba tarikannya berat. Akhirnya tangki motor itu harus dikuras.
"Padahal motornya termasuk baru. Berumur tiga tahun. Diperbaiki di bengkel dekat rumah," sebut Politisi Golkar ini. (riz/fun/oni)



